Archives

Berita

Babinsa (Bintara Pembina Desa) Serka Suparno selalu menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, diantaranya dengan melatih Tim Bola Voli Putri Desa Kuta di lapangan voli Desa Kuta, Sabtu (07/01).

Anggota TNI yang lulus SECATA tahun 1991 dan SECABA tahun 2006 ini membawahi dua desa binaan, yakni Desa Kuta dan Desa Lenggerong Kecamatan Bantarbolang. Selain sering melatih bola voli, keakrabannya dengan masyarakat ditunjukan dengan sering hadir dan terjun langsung pada kegiatan lain, seperti kerja bakti yang dilakukan masyarakat Desa Kuta.

Serka Suparno mulai menjadi Babinsa Desa Kuta sejak tahun 1999, kini keakrabannya tidak hanya dengan kelompok masyarakat tertentu, termasuk dengan para petani yang tergabung dalam kelompok tani, karena Babinsa dari Koramil 09 Bantarbolang sering terlibat dalam kegiatan pertanian.

Oleh masyarakat penggermar bola voli di Kabupaten Pemalang, Pria kelahiran Grobogan, 27 Nopember 1971 dan sekarang tinggal di Jebed Utara Kecamatan Taman ini dikenal sebagai toser (pengumpan).

Diawal tahun dan diawal memulainya Struktur Orgnisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa Kuta(SOTK) yang baru, Pada hari Rabu 4 Januari 2017, Kepala Desa berserta seluruh jajarannya mengadakan Rapat Koordinasi yang pertama kali . Rapat koordinasi rutin tidak memerlukan waktu banyak karena ini hanya sebatas koordinasi antar perangkat yang sifatnya sebatas pembinaan untuk lebih menjaga kesatuan dan persatuan saling memberikan informasi dan membahas permasalahan yang dihadapai dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Dalam rakor kali ini mengingat dalam masa transisi untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab masing masing sesuai dengan tupoksinya. Dalam pesan pesannya kepala desa ; 1. Mengajak seluruh perangkat yang ada untuk saling memberikan masukan baik dari sisi administrasi, ilmu yang dimiliki dan pengetahuan lain untuk berbagi kepada sesama perangkat, 2. Perangkat desa tidak ada klasifikasi baik penghasilan dan scope pekerjaan tidak ada keterkaitan dengan  latar belakang pendidikan, semuanya sama. Maka mari belajar dan belajar dan bagi perangkat yang punya berlebih terutama yang kaitannya dengan komputer diharapkan untuk bisa tranfer ilmu kepada rekan rekan perangkat laninya. 3. Kita harus saling menyadari kekurangan dan kelebihan,  dengan saling berbagi ilmu, maka kita dapat merasakan hasilnya, betapa indahnya kebersamaan, dengan kata lain duduk sama rendah berdiri sama tinggi. 3. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga pemerintahan desa. Hendaknya Balai Desa adalah rumah singgah yang kedua setelah rumah pribadi masing masing. 4.Dengan disiplin dan etoskerja yang tinggi maka seluruh jenis pelayanan kepada masyarkat meningkat dan cepat. 5. Hindari menunggu terlalu lama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, apalagi surat pengantar misalnya sudah melalui komputer .

Pengurus Masjid Nurul Jannah Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang mengemas peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menampilkan pementasan wayang golek, Selasa (2/1), bertempat di depan Masjid Nurul Jannah Desa Kuta.

Ketua panitia penyelenggara, Untung Sugiarso pada awal sambutannya mengatakan, Ini tidak seperti biasanya, Pengajian kali ini kami menampilkan potensi budaya yang ada di Desa Kuta. Dalang, sinden dan hampir semua wiyogo dari sanggar Pawiyatan Seni Desa Kuta. Panitia meminta maaf, karena keterlambatan dalam mengadakan peringatan maulid Nabi kali ini yang sudah tidak di bulan Rabbiul Awal, demikian tandas Untung Sugiarso.

Sementara Kepala Desa Kuta, Samsuri mengingatkan kepada masyarakat Desa Kuta untuk tetap menjaga kerukunan dan dan budaya gotong yang selama ini sudah terpelihara dengan baik.

Panitia menghadirkan penceramah Ustadz Muhammad Arifin dari Pemalang, sebelum ceramah pengajian dumulai diisi dengan pementasan wayang golek selama satu jam oleh dalang Unang Kusnardi, dari sanggar Pawiyatan Seni Desa Kuta. Unang Kusnardi yang juga merupakan Imam Masjid Nurul Jannah ini membawakan lakon “Sunan Kalijaga”. Setelah pentas selama kurang lebih satu jam dilanjutkan dengan ceramah oleh Ustazd Muhammad Arifin sampi dengan pukul 12 malam. Cerita tentang Sunan Kalijaga kembali dilanjutkan oleh dalang sampai pukul 2 pagi.