Archives

Berita

Sebanyak 14 orang Perangkat Desa dari Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang mengikuti kegiatan pemantapan SIDEKEM (Sistem Informasi Desa dan Kawasan Pemalang) dan website  desa yang berlansung selama dua hari, Senin dan Rabu, 21 dan 23 Nopember 2016 bertempat di Puspindes ,Jl. GaTot Subroto Pemalang .

Materi pada hari pertama  para peserta  diajarkan cara input    data penduduk,  data  awal yang digunakan menggunakan data dari DISDUK CAPIL (Dinas Kependudun dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pemalang).  Data dari  tersebut masih harus diedit agar siap diinput ke SIDEKEM. Pada hari kedua peserta diajarkan tentang mengisi dan mengedit website, mulai edit halaman  sampai memposting berita.

Warga Dusun Suwuk RT 03 RW 03 Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang mengawali kegiatan pembangunan saluran drainase dengan melakukan kerja bakti, Jumat, 18 Nopember 2016.
Pembangunan saluran drainase yang berlokasi di Dusun Suwuk tersebut dibiayai dari APBDes Tahun Anggaran 2016 yang bersumber dari Dana Desa (DD) sebesar Rp 49.716.000,- Salah seorang warga Rozikin (40 ) merasa senang karena usulan warga RT 03 RW 03 yang diajukan pada musyawarah perencanaan pembangunan tahun 2015 dapat terealisasi pada tahun ini. “Pada musim hujan air mengalir lewat badan jalan sehingga jalan semakin rusak, dengan pembangunan saluran drainase penyebab kerusakan jalan dapat diminimalisir” tambah Rozikin.
Nampak dengan senang hati dan guyub warga melakukan kerja bakti dan rencananya seluruh pekerjaan galian dilakukan dengan swadaya. Selain sawadaya tenaga, warga juga sudah menyiapkan swadaya dalam bentuk material yaitu batu kali.

Daskuni, warga Dusun Kalijero RT 04 RW 05 Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang sedang merehab rumahnya. Daskuni merupakan salah satu dari  RTM (Rumah Tangga Miskin) yang ada di Desa Kuta. Dinding yang semula terbuat dari bilik bambu kini diganti dengan pasangan batu bata, lantai yang masih tanah nantinya akan diganti dengan plester.

Daskuni   dapat merehab rumahnya karena mendapat bantuan dana dari Pemerintah  (baca : APBN) melalui program BSPS (Bantuan Stimulan Pemugaran Rumah Swadaya) sebesar Rp 10.000.000,- Melalui program ini Desa Kuta mendapatkan bantuan sebanyak 48 rumah dari 60 rumah yang diajukan. Karena setelah proses verifikasi hanya 48 rumah yang layak untuk mendapat bantuan melalui program BSPS.
Program BSPS merupakan salah satu program Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat  dalam menyelesaikan masalah rumah tidak layak huni (RTLH) atau sering dikenal sebagai program bedah rumah. Bentuk program ini adalah peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru, dilihat dari kualitas atap, lantai dan dinding rumah, untuk dapat memenuhi syarat kesehatan, keselamatan dan kenyamanan.

Sementara 10 rumah tidak layak huni mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten masing masing sebesar Rp 5.000.000,-  Jadi  pada tahun 2016 ada sebanyak 58 rumah tidak layak huni yang direhab.