Archives

OPINI

Pada awalnya IT dianggap sebagai hal yang tidak penting bagi perempuan. Tapi seiring dengan kemajuan zaman dan kecanggihan teknologi, IT justru menjadi kebutuhan bagi perempuan. Para perempuan masa kini dianggap hebat kalau sudah melek IT. Mungkin ada beberapa orang yang beranggapan kalau teknologi mempunyai dampak buruk , akan tetapi tidak selamanya teknologi mempunyai dampak negativ selama kita menggunakan teknologi tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat.

Teknologi mempunyai pengaruh yang sangat besar untuk setiap aktivitas yang sedang berlangsung. Dalam dunia pendidikan, guru tidak hanya bertugas untuk mengajar , mengadakan penilaian dan mengolah nilai secara manual , akan tetapi guru diharapkan bisa menggunakan berbagai macam aplikasi yang ada terkait dengan tugas utama guru . Salah satunya adalah pengisian E-Rapot yang sudah diberlakukan sejak tahun pelajaran 2019/2020. Banyak dari guru khususnya kalangan ibu-ibu yang mengeluh tentang pemberlakuan sistem E-Rapot. Karena secara otomatis pengisian rapot tidak secara manual dengan tulis tangan akan tetapi melalui sistem on line dengan admin sekolah sebagai admin induk.

Dalam hal ini ilmu teknologi sangat berperan penting dan menjadi kebutuhan pokok. Sebagai perempuan yang berprofesi sebagai guru kepandaian dalam bidang IT sangat dibutuhkan tidak memandang apakah guru junior ataukah guru senior.

Sebagian besar masyarakat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang  Kabupaten Pemalang mengakses air bersih dari sumur-sumur gali yang dimiliki oleh masing-masing keluarga. Setiap sumur hampir seluruhnya menggunakn mesin pompa kecil. Namun masih ada beberapa yang tidak menggunakan mesin melainkan dikerek dengan ember menggunakann karet. Pada musim hujan sumur sumur gali tersebut tidak mengalami permasalahan. Tapi begitu memasuki musim kemarau  sampai awal musim penghujan sumur- sumur gali tersebut banyak mengalami kekeringan terutama di tiga dusun dari lima dusun yang  ada di Desa Kuta, yakni Dusun Sipanjang, Suwuk dan Dusun Penusuhan.
Program Pamsimas Tahun 2007 menjadi harapan bagi masyarakat Desa Kuta terkait dengan ketersediaan air bersih.  Sumber air Rancah yang ada disebelah barat Desa Kuta dengan selisih ketinggian 30 meter dapat dialirkan ke tiga Dusun yakni, Sipanjang, Kuta dan Dusun Suwuk. Sayangnya kondisi air yang mengandung kapur membuat masyarakat tidak berani untuk dikonsumsi baik untuk memasak maupun untuk air minum. Sampai sekarang air tersebut masing dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat Desa Kuta untuk mandi dan mencuci. Meski mengandung kapur masyarakat tetap membutuhkannya terutama pada musim kemarau.
Tercatat sudah tiga kali masyarakat desa melalui Pemerintah Desa mengusulkan agar jaringan air minum dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum)  Pemalang,  terakhir dilakukan pada akhir tahun 2018, namun usaha tersebut belum membuahkan hasil.  Di awal tahun 2019 Pemerintah bersama masyarakat mencoba untuk mengatasi permasalahan kesulitan air dengan berencana membangun sumur bor di Dusun Sipanjang. Jumat, 15 Februari 2019 CV Geo Atlas Indionesia dari Jawa Timur bekerjasama dengan DPU Kabupaten Pemalang melakukan survey Geolistrik. Untuk mengetahui tempat-tempat tertentu terdapatnya air tanah dalam, dengan jumlah yang mendekati kepastian. Tujuan dari penyelidikan ini adalah untuk mengidentifikasi, menginventarisasi dan mengevaluasi data-data air ( permukaan dan air tanah) di lapangan, yaitu : litologi batuan, penampang tegak, kurva, sebaran setiap jenis akuifer yang ada dan parameter lain yang dapat mendukung. Besar harapan masyarakat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang rencana tersebut bisa berhasil menuju kemandirian desa menghadapai kesulitan dalam mengakses air bersih.

Banyak pelajaran yang dapat diambil dari tahapan Penilaian Akhir Lomba Website Desa yang di adakan oleh PUSPINDES Pemalang.  Dengan berbekal pelatihan  seperti ITCAMP 2016  silam, serta pemantapan website oleh PUSPINDES, admin desa memperesentasikan bagaimana mengelola website desanya di hadapan juri yang terdiri dari unsur pemerintah dan masyarakat TIK Pemalang. Pada saat pelatihan ITCAMP 2016, terkait dengan website desa para peserta diajari tentang bagaiamana menulis dan memposting berita.

Pada penilaian akhir, admin website desa setidaknya telah mendapatkan pelajaran bagaimana mengelola website yang baik.  Kriteria pertama dalam penilaian adalah jumlah postingan, karena sebuah website dengan konten yang statis pastinya membosankan. Kriteria kedua yaitu jumlah halaman, karena website desa berfungsi untuk menginformasikan seluas-luasnya tentang desa.

Kriteria selanjutnya adalah desain, responsive dan kesesuaian isi dari website. Desain yang menarik, enak dibaca, tampilan gambar yang ringan, baik tampilan di laptop maupun handphone akan membuat pengunjung tidak cepat lari. Kriteria terakhir adalah fitur tambahan, admin desa dituntut untuk selalu inovatif dalam mengelola website seperti pembuatan surat menyurat secara online dan sistem informasi desa.

%d blogger menyukai ini: