Archives

Berita

Dalam rangka melaksanakan kegiatan pengamanan guna menjaga ketertiban dan ketentraman di wilayah Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupten Pemalang  pada hari Minggu (8/Desember) anggota  Polsek (Polisi Sektor) Bantarbolang Bripka Bayu Maulana selaku Bhabinkamtibmas (Bhayangkara ketertiban keamanan masyarakat) di Desa Kuta melakukan kegiatan rutin dengan mendatangi tempat-tempat keramaian maupun bertamu kerumah warga.

 Seperti yang dilakukan pada hari minggu kemarin dengan di dampingi Surinto Purnomo selaku Kadus II Desa Kuta  anggota Polsek Bantarbolang tersebut mendatangi Bengkel Motor “ Kembar Motor “ milik Kisdono yang berada di Dusun Suwuk Desa Kuta,  di bengkel tersebut menjadi tempat berkumpul anak-anak muda baik yang sedang service motor maupun sekedar tongkrongang. Dalam arahannya Bripka Bayu Maulana memberikan himbauan juga penjelasan tentang tertib berlalu lintas juga sekaligus mensosialisasikan  Rujukan Surat Kapolres Pemalang Nomor : ST/03/I/2017 tanggal 2 Januari 2017 tentang telah ditetapkannya Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) di lingkungan Polri terhitung pada tanggal 06 Januari 2017 Biaya Penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang semula Rp 10.000,- (Sepuluh ribu rupiah) menjadi Rp 30.000,-, dalam kesempatan yang sama Bripka Bayu Maulana mengharapkan agar masyarakat Desa Kuta untuk menjaga situasi agar selalu kondusif.

     Pada awal tahun 2017 ini masyarakat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang sedang panen raya tanaman jagung (9/1).

     Menurut Suntoro (40th) salah seorang Petani dari Dusun Penusuhan Desa Kuta menyatakan bahwa sebagian besar warga pada saat ini sedang melaksanakan panen jagung, dan alhamdulilah tanaman jagung pada saat ini cukup bagus walaupun cuaca tidak menentu, karena dari 5kg bibit yang di tanam bisa menghasilkan 300-350 kg jagung.

       Namun pada saat ini petani memilih di jual kepada tengkulak dalam keadaan masih basah karena mengingat saat ini sedang musim hujan dan di jual dengan harga Rp 2500/kg. Jika di jual dengan keadaan kering bisa mencapai Rp 3500/kg tetapi masyarakat lebih memilih di jual dalam keadaan basah karena lebih efisien, kalau di jual sampai jagung kering bisa membutuhkan waktu yang cukup lama di karenakan lagi musim hujan dan bisa saja jagung menjadi busuk karena tidak terkena sinar matahari.

 

Kini masyarakat Dusun Sipanjang, Desa Kuta sudah menikmati hasil pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah, baik Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan. Karena sepanjang 2,6 km kini kondisinya sudah bagus. Tecatat ada delapan kegiatan pembangunan jalan yang terkait dengan akses masyarakat Dusun Sipanjang di tahun 2015 dan 2016.

Dusun Sipanjang merupakan satu dari lima dusun yang ada di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Dusun ini merupakan dusun terjauh dari pusat pemerintahan Desa Kuta, jika dibandingkan dengan dusun lainnya dengan jarak 2,6 km. Untuk menuju dusun Sipanjang dari pusat Pemerintahan Desa kita harus melewati tiga ruas jalan, yakni jalan kabupaten 1,5 km, jalan Desa Glandang 0,3 km dan jalan Desa Kuta 0,8 km.

1-rabat-beton-sipanjang

Tahun 2015 Pemerintah Desa Kuta, dengan sumber dari DD (Dana Desa) membangun jalan dengan kontruksi rabat beton, panjang 175 meter, dan Pemerintah Desa Glandang dengan sumber dana yang sama melakukan pengaspalan jalan sepanjang 300 meter. Di Tahun 2016 Pemerintah Desa Kuta kembali melanjutkan pembangunan rabat beton sepanjang 284 meter dengan sumber dana DD dan Pengaspalan jalan lingkungan sepanjang 200 meter dari dana ADD (Alokasi dana Desa). Sementara Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pemalang di tahun 2016 telah melakukan pengaspalan jalan desa di dua ruas masing-masing 300 meter dan pembangunan jalan poros/kabupaten sepanjang 800 meter.

Saat ini masalah infrastruktur menjadi agenda penting untuk dibenahi pemerintah desa, karena infrastruktur merupakan penentu utama keberlangsungan kegiatan pembangunan, diantaranya untuk mencapai target pembanguan ekonomi secara kualitatif maupun kuantitatif. Perbaikan dan peningkatan infrastruktur pada umumnya akan dapat meningkatkan mobilitas penduduk, terciptanya penurunan ongkos pengiriman barang-barang, terdapatnya pengangkutan barang-barang dengan kecepatan yang lebih tinggi, dan ini tentunya akan mendorong perekonomian masyarakat.