Archives

Berita

Pemerintah Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang  Kabupaten Pemalang menyerahkan insentif/honor  Ketua RT dan RW dan lembaga lainnya seperti Linmas, BPD, Guru PAUD, Kader Kesehatan dan Kader Posyandu bertempat di Pendopo balai Desa Kuta, Jumat (31/05/2019) dalam acara Rapat koordinasi Pemerintah Desa Kuta dengan Lembaga Kemasyarakatan yang ada di Desa Kuta.
Rapat Koordinasi dipimpin oleh Kepala Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang, Cahyono. Ada dua hal yang disampaikan oleh Kepala Desa Kuta, yang pertama adalah kegiatan  Pemerintah Desa Kuta di bidang non fisik yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2019.  Kegiatan tersebut diantaranya adalah kegiatan pengadaan dan pengangkatan Perangkat Desa untuk posisi Sekretaris Desa, Kegiatan pendataan mikro untuk menunjang Sistem Informasi Desa (SID) yang nantinya akan melibatkan para ketua RT dan juga anggota Karang Taruna.
Dalam akhir rapat Kepala Desa Kuta mengajak kepada semua elemen masyarakat terutama ketua RT dan Rw serta para anggota Linmas untuk tetap menjaga kondusifitas kamtibmas di lingkungannya masing-masing.  Sehingga masyarakat dan para perantau yang kini sudah mulai kembali ke Desa  Kuta dapat merayakan hari Raya Iedul Fitri 1440 H dengan aman, nyaman tanpa gangguan keamanan. Disamping keamanan dan  ketertiban, Ketua RT/RW dan para Kepala Dusun dihimbau untuk menggerakan masyarakat agar bergotong-royong atau kerja bhakti untuk menciptakan kebersihan dan keindahan lingkungan.
Sebanyak 60 siswa dari SD Negeri 01,02 dan 04 Kuta Kecamatan Bantarbolang mengikuti acara Ramadhan Camp 2019 di Masjid Nurul Jannah Desa Kuta, Sabtu siang (18/5/2019). Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Jaya Anak Indonesia Jakarta, bekerja sama dengan Taman Baca Kupu-Kupu Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang rencananya dilaksanakan selama dua hari.
Kepala Desa Kuta, Cahyono mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Jaya Anak Indonesia Jakarta, yang telah melaksanakan kegiatannya di Desa Kuta, kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat bagi anak-anak Desa kuta. Selain melatih sosialisasi bagi anak-anak, juga dapat memberikan pengetahuan terutama dalam bidang agama. Demikian dinyatakan oleh Kepala Desa Kuta dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan Ramadhan Camp 2019.
Pada hari pertama acara diisi dengan kegiatan lomba tilawah, tahfidz, adzan sampai menjelang sholat Ashar. Selepas sholat Ashar dilakukan pemberian santunan kepada 16 anak yatim piatu yang ada di Desa Kuta yang berasal dari yayasan Jaya Anak Indonesia Jakarta. Setelah memasuki waktu Magrib dilanjutkan dengan buka bersama.
Fida, salah seorang relawan dari yayasan Jaya Anak Indonesia mengatakan bahwa acara Ramadhan Camp 2019 bertema peran generasi Islam dalam era milenial. Kegiatan ini bertujuan melatih disiplin anak, mengenalkan tokoh-tokoh dan pejuang islam dan sahabat-Sahabat Nabi Muhammad SAW, memahami dan melaksanakan kewajiban-kewajiban umat Islam. Dalam acara ini anak-anak diajak untuk menginap dengan menempati dua rumah penduduk. Pada malam hari menjelang sahur rencananya akan diadakan qiyamul lail/sholat malam dan juga sahur bersama-sama dan dengan para relawan. Pada hari Minggu rencananya anak-anak diajak untuk melakukan jalan sehat dan dilajutkan dengan fun games, demikian tandas Fida.
Murid SD Negeri 04 Kuta Kecamatan Bantarbolang mengikuti kegiatan rutin berlatih gamelan , Minggu 5 Mei 2019 bertempat di Sanggar Kesenian Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang. Untuk usia SD tercatat ada 2 kelompok yang mengikuti latihan gamelan, yakni dari SD Negeri 04 dan 01 Kuta.

Semenjak Pemerintah Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang mendapatkan bantuan dana dari Kemensos Republik Indonesia untuk Pengadaaan seperangkat Gamelan, kini minat masyarakat untuk berlatih gamelan mulai tumbuh. Selain dua kelompok SD terdapat 4 kelompok yang berlatih gamelan yakni dari ibu-ibu PKK, dan dari kelompok pemuda. Hampir setiap malam sanggar Kesenian tidak pernah absen dari kegiatan berlatih gamelan.

Untuk anak-anak usia SD yang berlatih gending dibimbing oleh para seniman senior yang ada di Desa Kuta, belum ada pelatih khusus yang didatangkan dari luar desa. Sabar Sucipto, salah seorang senior karawaitan di Desa Kuta dan juga yang membimbing kegiatan latihan gamelan anak-anak SD, mengatakan bahwa membimbing anak SD membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi.