Archives

Berita

Dyah Widiharti, selaku anggota DPRD Kabupaten Pemalang Dapil 6 melakukan reses di Desa Kuta (Minggu, 15 Maret 2020). Kegiatan reses tersebut dihadiri oleh sejumlah lapisan masyarakat Desa Kuta, antar lain Kepala Desa Kuta beserta perangkat desa, pengurus PKK, anggota BPD, LPMD, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta anggota paguyuban kuta budaya. Reses berlangung dari pukul 13.30 – 16.00 WIB. Kagiatan tersebut adalah kewajiban anggota dewan dalam menampung asipirasi masyarakat terkait permasalahan-permasalahan yang ada di desa tersebut untuk kemudian akan disampaikan ke pemerintah pusat.
Sebelum reses dilakukan, Cahyono selaku Kepala Desa Kuta menyampaikan beberapa hal antara lain masyarakat Desa Kuta diharapkan untuk bersama-sama menyampaikan aspirasi terkait permasalahan yang ada di Desa Kuta, dan kegiatan seperti ini tidak hanya untuk menggugurkan kewajiban anggota dewan tetapi dapat membawa manfaat yang nyata untuk Desa Kuta dan Kecamatan Bantarbolang, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu Dyah Widhiarti selaku anggota DPRD Kabupaten Pemalang Dapil 6 menyampaikan bahwa aspirasi masayarakat Desa Kuta yang disampaikan dalam kegiatan tersebut akan dicover untuk diajukan dalam Muslenbang 2020, akan tetapi setiap anggota dewan hanya dapat mengangkat dua kegiatan atau permasalahan dari masing-masing desa.
Penyerapan aspirasi dimulai, masyarakat Desa Kuta mulai menyampaikan beberapa permasalahan yang ingin segera terselesaikan. Antara lain adalah perbaikan jalan kabupaten, yang kondisinya memang sudah sangat rusak itu berharap dapat segera diatasi karena sudah banyak warga yang jatuh, kemudian aspirasi masyarakat dibidang kebudayaan yaitu mengingat Desa Kuta merupakan salah satu desa yang aktif di bidang kesenian daerah diharapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat secra rutin menengok kegiatan sanggar kebudayaan yang ada di Desa Kuta, selain itu juga permasalahan PKH yang tidak tepat sasaran.
Admin IT Desa Kuta, Isya Dina Kamalia mengikuti Pelatihan Pengelolaan Website Desa yang diselenggarakan oleh Puspindes di Hotel The Winner Kabupaten Pemalang, Rabu 4 Maret 2020. Pelatihan Website Desa dengan Tema Peningkatan Kapasitas Admin Desa dalam Pengelolaan Website Desa tersebut terbagi menjadi empat angkatan yang diselenggarakan selama empat hari, yaitu dimulai dari tanggal 2 Maret 2020 sampai 5 Maret 2020. Wilayah kecamatan Bantarbolang mendapat jadwal untuk megikuti pelatihan pada hari ke-3 tanggal  4 Maret 2020, bersama dengan dua kecamatan lainya yaitu Kecamatan Pemalang dan Kecamatan Taman. Acara tersebut dihadiri oleh Sri Agustiningsih, SH, MH selaku Kabid Pembangunan Informasi Desa dan Kawasan Pedesaan Dinpermasdes Kabupaten Pemalang  dan Ahmad Sutoto, S. Sos, MM selaku Kasi Pengembangan Infromasi Desa Dinpermades Kabupaten Pemalang.
Acara dimulai sekitar pukul 10.00, dibuka langsung oleh Ibu Sri Agustiningsih, SH, MH, beliau menyampaikan bahwa kegiatan sistem informasi desa menjadi kegiatan prioritas pemerintah, karena dari kegiatan tersebut akan mudah diketahui oleh masyarakat luas tentang perkembangan desa, aktivitas desa, dan transparasi kegiatan yang ada di desa. Sementara itu Bapak Ahmad Sutoto, S. Sos, MM menambahkan bahwa website desa dan IT desa itu harus dianggarkan, karena biasanya untuk anggaran IT desa itu sering terlewatkan.
Acara selanjutnya yaitu pemberian materi oleh Juan dari Puspindes. Materi yang diberikan berfokus pada perbaikan halaman website, karena semakin menarik halaman website maka akan semakin menarik pengguna internet untuk membukanya, materinya slah satunya adalah cara membuat elementor pada halaman depan website. Para admin desa yang mengikuti pelatihan tersebut diharapakan dapat menerapkan di desa masing-masing. Setelah semua materi sudah diberikan kemudian acara ditutup oleh Ahmad Sutoto, S. Sos, MM. Admin Desa yang mengikuti pelatihan tersebut diharapkan dapat terus aktif memgembangkan website desa masing-masing, mengingat website desa merupakan media informasi publik supaya masyarakat dapat melihat transparansi pemerintah dalam melakukan kegiatan apapun.

 

 

 

Kiprah Paguyuban Kuta Budaya (PAKUDAYA) kini sudah genap 2 tahun. Acara peringatan ulang tahun PAKUDAYA tersebut dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 2020,  bertempat di Balai Desa Kuta. Kepala Desa Kuta, Pamong Desa Kuta, sesepuh, serta masyarakat Desa Kuta turut hadir untuk menyaksikan acara tersebut. PAKUDAYA merupakan paguyuban grup karawitan dari berbagai golongan. Mulai dari grup karawitan anak SD, Karang Taruna, Ibu-ibu PKK, dan beberapa grup dari masyarakat  Desa Kuta. Oleh karena itu dalam acara tersebut masing-masing grup menampilkan hasil latihan selama ini yang terdiri dari berbagai langgem-langgem Jawa.

Grup karawitan SD menjadi pembuka pra acara dalam acara tersebut, kemudian disusul grup karawitan ibu-ibu PKK dan Karang Taruna putri. Walaupun ada yang baru laihan 5 kali namun sudah terlihat sangat pandai memainkan gamelan. Memasuki acara inti yaitu pemotongan tumpeng oleh Kepala Desa Kuta sebagai wujud syukur atas kesuksesan PAKUDAYA sebagai wadah bagi warga desa kuta dalam melestarikan kesenian Jawa khususnya Karawitan. Sementara itu, selain perayaan ulang tahun PAKUDAYA, acara tersebut juga mempunyai agenda lain yaitu pemberian nama untuk lapangan Desa Kuta. Atas keputusan bersama lapangan Desa Kuta diberi nama “Kridaku” yang artine Krida (gerak), Ku (Kuta), diharapkan seluruh elemen Desa Kuta, baik pemerintah ataupun amsyarakatnya dapat terus bergerak, bekerja bersama membangun Desa Kuta menjadi lebih baik lagi.

Setelah pemotongan tumpeng kemudian dilanjutkan penampilan grup karawitan dari ibu-ibu RT, dan grup pemuda Desa Kuta hingga acara berakhir sekitar pukul 24.00. Desa Kuta mempunyai banyak sekali potensi budaya, salah satunya PAKUDAYA. Walaupun baru berjalan 2 tahun, tapi sudah memberikan hasil yang nyata untuk Desa Kuta. Harapanya PAKUDAYA ke depanya dapat terus menajadi wadah masyarakat Desa Kuta dalam melestarikan kesenian Jawa.

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: