Archives

Berita

Sebanyak 292 Keluarga penerima manfaat  Desa Kuta  menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa  bertempat di Pendopo Balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang,  Rabu, 20 April 2020.

Cahyono, Kepala Desa mengatakan bahwa Penyaluran BLT DD merupakan bantuan langsung tunai  yang bersumber dari  Dana Desa, untuk Desa Kuta penyalurannya dengan sistem tunai, masing- masing KPM menerima  uang sebesar Rp. 600.000,- ini adalah alokasi bulan April 2020.

Sampai saat ini bantuan sosial yang sudah diterima masyarakat Desa Kuta terdampak covid-19 non PKH dan BPNT ada 574 KPM , yang terdiri atas : 21 KPM penerima BST (Bantuan Sosial Tunai) Kemensos, yang nominalnya  sebesar Rp. 600.000,- 261 KPM penerima BLT Kabupaten dengan nominal Rp. 200.000,-

Musdessus (Musyawarah Desa Khusus) penetapan calon penerima BLT DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa) oleh pemerintah Desa Kuta beserta beberapa kelembagaan masyarakat Desa Kuta, serta ketua RT/RW Desa Kuta yang dilaksanakan di pendopo Balai Desa Kuta, Jum’at 8 Mei 2020. Musyawarah tersebut dilakukan untuk mengesahkan bakal calon penerima BLT DD. Adapun Musdessus tersebut dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan dipandu oleh M. Sodik selaku Sekdes.
Acara yang pertama adalah sambutan oleh Kepala Desa Kuta, Cahyono. Acara ini adalah acara validasi, finalisasi, dan penetapan data keluarga penerima BLT DD. Cahyono menyampakan bahwa semua kepala desa mempunyai masalah yang sama terkait bansos. Mengingat penerima bansos harus tepat sasaran dan sesuai dengan persyaratan penerima, orang yang sama sekali belum tersentuh bantuan jangan sampai terlewatkan. Hal tersebut juga tentunya akan menimbulkan kecemburuan social karena sumber dana yang disalurkan berbeda-beda. Adapun bantuan yang akan disalurkan oleh desa berasal dari 5 sumber, antara lain Bansos Provinsi, Sembako Kemensos, BLT Covid, BLT Kabupaten, dan BLT DD. Dari 5 sumber bantuan tersebut, data peserta penerima yang belum final dan yang dibahas pada musyawarah tersebut adalah BLT DD.
Musyawarah berlangsung lancar dan apapun hasil itu sudah keputusan bersama yang ditetapkan pada saat itu oleh semua pihak yang telah hadir. Pemandu acara membacakan data perdusun, kemudian dari perwakilan dusun tersebut bisa menghapus data atau menambah data penerima sesuai dengan kesepakatan bersama dan melihat keadaan peserta apakah memenuhi syarat atau tidak. Setelah dilakukan validasi jumlah total yang awalnya 156 berkurang 3 dan bertambah 20, jadi total penerima BLT DD adalah 173 peserta/kk yang tersebar di seluruh dusun di Desa Kuta. Pemerintah Desa memberikan kesempatan untuk menambah kuota penerima BLT DD menjadi 180 peserta, data yang akan diajukan akan ditunggu hingga Senin, 11 Mei 2020.
Berikut data penerima bansos dari lima sumber.
1. Bansos Provinsi, data peserta yang menerima ada 163 peserta. Bentuk bantuanya berupa sembako yang akan diberikan selama 3 bulan.
2. Sembako Kemensos, data peserta yang menerima 181 peserta. Bentuk bantuanya berupa sembako selama 9 bulan.
3. BLT Covid, data peserta yang menerima ada 40 peserta. Bentuk bantuanya berupa uang Rp. 600.000,- selama 3 bulan.
4. BLT Kabypaten, data peserta yang menerima ada 161 peserta. Bentuk bantuanya berupa uang Rp. 200.000,- selama 3 bulan.
5. BLT DD, data peserta yang menerima total 190 peserta. Bentuk bantuanya berupa uang Rp. 600.000,- selama 3 bulan.
Pada akhir acara perwakilan dari Polsek Bantarbolang menyampaikan bahwa bantuan bervariasi jumlah nominal dan jangka waktunya. Polsek Bantarbolang tidak ingin mendengar konflik social di Desa Kuta. Penerima bantuan juga jangan sampai salah sasaran.
Warga Desa Kuta yang baru pulang dari perantauan wajib lapor kepada pemerintah desa atau relawan yang berjaga pada posko-posko pencegahan yang ada di Desa Kuta untuk diperiksa. Adapun posko-poskonya terletak di Dusun Penusuhan, di balai Desa Kuta, dan di Dusun Sipanjang. Masing-masing relawan di posko sudah dijadwalkan per shift siang dan malam. Otomatis posko akan buka 24 jam untuk mendata warga yang baru datang dari perantauan. Warga yang melapor akan dimintai data pribadi dan keterangan tentang kondisi kesehatan yang dirasakan pada saat itu.

Langkah pertama yang dilakukan oleh warga yang baru datang dari perantauan adalah lapor ke relawan covid-19 yang ada di posko pencegahan, laporan yang disampaikan antara lain identitas diri, asal perantauan, tanggal dan jam tiba di desa kuta, kemudian keluhan-keluhan kesehatan. Apabila warga yang baru pulang dari perantauan mengalami keluhan seperti demam, batuk, tenggorokan sakit, sesak nafas, dan lemas maka harus langsung datang ke puskesmas Bantarbolang untuk diperiksa lebih lanjut. Warga yang baru datang tanpa keluhan apapun tidak perlu datang ke puskesmas, cukup isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, setelah sampai rumah tidak boleh langsung berinteraksi dengan anggota keluarga, yang harus dilakukan adalah membersihkan diri terlebih dahulu, semua pakaian yang dipakai harus langsung dicuci menggunakan ditergen, kemudian mandi hingga bersih. Setelah itu juga harus menjaga jarak dengan anggota keluarga, boleh berinteraksi tetapi harus menjaga jarak sekitar 1 meter atau mengisolasi mandiri selama 14 hari, dan yang paling penting harus menjaga kesehatan dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun ketika selesai beraktifitas atau akan memulai aktifitas, serta menggunakan masker jika akan ke luar rumah. Sementara itu warga yang baru datang yang mengalami keluhan apabila terpaksa harus pulang ke rumah dulu maka yang harus dilakukan adalah seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, harus membersihkan diri terlebih dahulu dan menggunakan masker.

Adapun data per 18 April 2020 sudah tercatat 225 warga Desa Kuta yang sudah pulang dari perantuan. Semuanya tanpa gejala apapun dan sudah diarahkan untuk isolasi mandiri di rumah. Selain lapor di posko pencegahan, warga Desa Kuta juga dapat lapor secara onine dengan mengakses Website resmi Desa Kuta pada laman lapor, di sana terdapat formulir yang dapat disi oleh warga dan secara otomatis langsung masuk ke data pemerintah Desa Kuta. Sementara itu Pemkab. Pemalang melalui Puspindes juga sudah menyediakan layanan lapor online, bagi warga Desa Kuta yang belum atau sudah pulang tapi belum sempat lapor mulai sekarang bisa lapor diri melalui laman platform http://kawalmudik.anakdesa.id pada menu lapor mudik. Pendataan warga yang baru pulang dari perantauan diperkirakan akan berlangsung sampai Hari Raya Idul Fitri atau sampai pandemi ini berakhir. Masyarakat dihimbau untuk tetap di rumah saja, kecuali jika dalam keadaan yang mengharuskan untuk beraktifitas di luar rumah, jangan lupa untuk selalu menggunakan masker jika berada di luar rumah.

%d blogger menyukai ini: