Archives

OPINI

Pada umumnya para petani dalam menanam padi masih menggunakan sistem pindah tanam,Yang memerlukan waktu yang agak lama dan memerlukan biaya yang cukup besar.

Semua petani saat ini sangat mengeluhkan karena begitu tingginya biaya  yang harus dikeluarkan, untuk benih saja petani harus membeli dari toko dengan harga yang mahal, belum lagi biaya pengolahan lahan (Traktor) yang tahun ini mengalami kenaikan harga, dari Rp.400.000,- per seperempat bau (1/4) menjadi Rp.500.000,- kenaikan biaya Pembelian bibit, pengolahan lahan (Traktor) diikuti pula biaya borongan tanam dari RP.150.000,- menjadi Rp. 200.000,-.

Tanam sistem Tabela (Tabur Benih Langsung) sebenarnya sistim tanam yang sudah lama diperkenalkan kepada petani, namun petani masih enggan menggunakan sistim Tabela, karena menganggap tanam sistim ini sangat repot.

Keuntungan tanam system Tabela dari benih lahan seperempat bau (1/4) hanya memerlukan benih  3 sampai 3,5 Kg. dibandingkan dengan tanam system pindah tanam seperempat bau (1/4) para petani  memerlukan benih 10 Kg. dari segi tanam, dalam seperempat bau (1/4) Petani mengeluarkan biaya borongan tanam Rp. 400.000,-, dibandingkan dengan tanam system Tabela Seperempat bau (1/4) petani hanya mengeluarkan biaya harian tiga orang dengan bayaran Rp.30.000,-(Rp.90.000) jadi jumlah untuk biaya tanam berbeda sangat jauh.

Di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, khususnya semua kelompok tani yang ada di Desa Kuta,  sudah di kenalkan system tanan Tabel atau SRI baik dari Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang maupun dari pihak lain.

Salah satu petani yang masih menggunakan tanam sistem Tabela adalah Tuminah , anggota kelompok Tani Ngudi Berkah  Dusun Penusuhan Desa Kuta. Yang pada hari minggu (8/2017) kemarin tanam menggunakan system Tabela, Lebih lanjut Tuminah mengatakan, tanam system Tabela lebih ngirit biaya.

 

Pohon kelapa biasa tumbuh di daerah tropis baik di dataran tinggi maupun daerah pesisir pantai, Pohon kelapa dengan batang tunggal tumbuh menjulang tinggi dan umumnya tegak lurus tanpa terpengaruh denga pohon lainnya tetap tumbuh. Pohon kelapa sangat manfaat/kegunaan mulai dari akar sampai daunnya dari yang muda sampai yang tua baik batang, pohon, buah dan daunnya. Yang kami singkapi disini adalah  tentang keberadaan air didalamnya. Tuhan Allah SWT telah menciptakan segalanya yang ada di bumi ini satu diantaranya pohon kelapa. Dan juga sepengetahuan saya tidak ada persamaan lain dengan pohon yang satu ini, untuk itu pohon kelapa saya manfaatkan sebagai simbul/ filosofi kaitannya dengan hal yang mungkin sangat berkaitan dengan alam sekitar terutama air. Wilayah desa Kuta dari saya sejak kecil teringat sumber air yang sangat melimpah, karena memang desa kuta dikelilingi hutan jati dan rawa rawa, disitu ada lembah dan sungai besar maupun kecil yang ada di daerah wilayah desa Kuta maupun selokan/kalen (bahasa kuta) disitu air melimpah sepanjang tahun. Air mengalir ada yang bersumber dari daerah perbukitan termasuk datang dari daerah yang paling tinggi yaitu dari Gunung Wangi. Gunung wangi ini adalah suatu daerah perbukitan batu kapur dan terdapat 7 macam goa goa yang waktu itu tumbuh berbagai jenis tumbuhan yang lebat . Dengan perkembangan jaman kini kata air melimpah sudah tidak ada lagi hanya terlihat dimusim penghujan saja. Dengan sumber air inilah kita perlu renungkan untuk wilayah kuta dimusim kemarau. Hutan diperbukitan gunung wangi dimusim kemarau yang keadaan saat ini nyaris gundul, hanya semak belukar tetapi sumber air tetap mengalir walaupun debednya sangat kecil.  Dengan kata lain perlu adanya menghutankan kembali dibukit Gunung Wangi yang gersang . Dengan filosofi air dan pohon kelapa ini menggambarkan air datang dari mana saja bukit paling tinggi sekalipun. Pohon kelapa berbuah dan air didalamnya tetap terisi penuh walaupun berbuah dimusim kemarau, dan tumbuh dibukit yang tinggi sekalipun. Dengan kekuatan sang Penciptalah air mengalir dari tempat yang lebih tinggi tanpa berpikir air itu sendiri bersumber dari mana. Terlebih apabila hutan diwilayah desa kuta dan sekitarnya kembali normal,  seperti layaknya hutan pada umumnya, maka  sumber air akan muncul dimana mana yang dapat bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Maka untuk lebih mengawali tentang air ini memerlukan keseriusan dari semua pihak untuk menjaga kelestarian alam kita demi kelangsungan akan sumber air. Prinsip mendasar yang harus dilakukan adalah mulai dari diri kita sendiri. “KU TANAM POHON INI BUKAN UNTUK SIAPA SIAPA”

#di tulis oleh Samsuri# 

Dalam pasal 80 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa menyebutkan bahwa Perencanaan Pembangunan Desa diselenggarakan dengan mengikutsertakan masyarakat Desa. Dan dalam menyusun perencanaan Pembangunan Desa Pemerintah Desa wajib menyelenggarakan musyawarah perencanaan Pembangunan Desa.

Keterlibatan masyarakat dalam proses penyusunan dokumen perencanan pembangunan di desa di mulai pada saat musyawarah tingkat dusun atau yang lebih di kenal dengan musdus.  Di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang terdapat lima dusun. Proses penyusunan dokumen perencanaan desa membutuhkan proses yang panjang. Diawali dari musdus dalam rangka penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDES). Dengan difasilitasi oleh KPMD (Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa) dan Kepala Dusun masyarakat diajak untuk memetakan permasalahan-permasalahan yang ada di dusunnya masing-masing.

Ada tiga alat kaji yang digunakan, yakni sketsa desa, kalender musim dan bagan kelembagaan. Dari  sketsa desa   mucul  permasalahan-permasalan yang berkaitan dengan prasarana dasar, seperti infrastruktur  jalan dan jembatan. Dari kalender musim masyarakat memetakan permasalahan yang muncul yang merupakan dampak dari siklus musim yang ada, musim hujan, pancaroba dan musim kemarau.  Dari bagan kelembagaan muncul permasalahan yang berkaitan dengan kinerja kelembagaan yang ada di desa, seperti Pemerintah Desa, BPD, LPMD, PKK dan Kelompok Tani, Puskesmas Pembantu, Rukun Tetangga dan Rukun Warga.

Tidak hanya memetakan permasalahan, masyarakat juga diajak untuk menganalisa permasalahannya sendiri. Apa yang menjadi penyebab masalah, dan tindakan atau kegiatan apa yang bisa mengatasi permasalahan tersebut ? (tentunya dengan potensi yang di milikinya).

Dengan proses yang panjang, yang melibatkan semua unsur masyarakat yang ada, tentunya  RPJMDes sebagai satu-satunya dokumen perencanaan di desa, sudah memuat semua kegiatan yang akan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang bersifat mendesak. Sehingga kegiatan atau pembangunan yang dilaksanakan itu benar-benar merupakan kebutuhan masyarakat dan bukan “keinginan” masyarakat.

Tingkat kehadiran masyarakat yang tinggi dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdesa) di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang menunjukan tingginya partisipatif masyarakat dalam proses penyusunan dokumen perencanaan di desa. Ini menunjukan keberhasilan Pemerintah dalam mensosialisasikan perencanan pembangunan partisipatif yang dimulai pada era PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat).

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: