Archives

Berita

Kepala Desa Kuta dan Wakil Ketua TP PKK Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang memberikan makanan tambahan anak sekolah di SD Negeri 01 Kuta, Kamis, 10 Desember 2016.

Menurut Kepala Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kegiatan PMT-AS (Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah) yang ada di Desa Kuta di alokasikan di dua sekolah yakni SDN 01 dan 04 Kuta yang bersumber dana dari APBDes Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp. 16.200.000,-. Lebih lanjut Kepala Desa Kuta menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana yang sebagian besar di ambil dari Pengurus POKJA II TP PKK Desa Kuta.

Sementara Wakil Ketua TP PKK Desa Kuta, Tuinah menjelaskan bahwa kegiatan  PMT-AS ini bagian dari kegiatan yang ada di sepuluh program pokok PKK dan berlangsung selama 50 hari. PMT-AS itu sendiri bertujuan untuk :
1.    meningkatkan kecukupan asupan gizi peserta didik melalui makanan tambahan;
2.    meningkatkan ketahanan fisik dan kehadiran peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar;
3.    meningkatkan kesehatan anak khususnya dalam penanggulangan penyakit kecacingan;
4.    meningkatkan pengetahuan dan perilaku peserta didik untuk menyukai makanan lokal bergizi, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS);
5.    meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan dan pengadaan pangan lokal; dan
6.    meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya perbaikan gizi peserta didik, produksi pertanian, pendapatan masyarakat dan kesejahteraan keluarga.

2Lisa Ainun Adha, salah satu murid SDN 03 Kuta merasa senang, karena setiap hari Senin sampai Kamis dirinya dan temen-temannya mendapatkan jajanan tambahan secara gratis dari PKK Desa Kuta. Namun demikian uang saku yang ia terima dari orang tuanya masih tetap.

Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam hal ini Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah melakukan diskusi publik dengan Kepala Desa, Plt Sekdes , Ketua BPD dan tokoh masyarakat se Kecamatan Bantarbolang, bertempat di pendopo kecamatan pada hari  Kamis, 1 Desember 2016.

Diskusi publik membahas  tentang Pra Raperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa dan Pra Raperda tentang Perubahan Kedua Atas Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. Dalam diskusi tersebut bertindak selaku moderator  Camat Bantarbolang, Purjanto, SH dan bertindak selaku narasumber Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Drs.Wahyu Sukarno Adi Prayitno, M.AP.

Sebelum diskusi tentang pembahasan kedua Pra Raperda tersebut di atas, Camat Bantarbolang melaporkan terkait masalah SOTK (Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa). Bahwasannya sebagian besar desa-desa di Kecamatan Bantarbolang sudah mengajukan rekomendasi camat agar  Peraturan Desa tentang SOTK dapat dievaluasi oleh kabupaten, dalam hal ini Bapermas –KB dan Bagian Hukum Setda Kabupaten Pemalang. Lebih lanjut Camat Bantarbolang menegaskan bahwa kekosongan jabatan sekretaris desa akan diisi melalui seleksi internal, yaitu seleksi yang diikuti oleh perangkat desa yang ada. Seleksi internal selain untuk mengisi kekosongan sekdes juga pengisian jabatan kepala urusan dan kepala seksi.

Dalam awal pemaparannya Drs.Wahyu Sukarno Adi Prayitno, M.AP  selaku narasumber menyatakan bahwa berkaitan dengan Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa, Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang hendak memperbaiki aturan tentang pemilihan Kepala Desa. Hal ini berdasarkan pada dinamika yang berkembang di masyarakat dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128/PUU-X111/2015 mengenai ketentuan syarat domisili calon Kepala Desa. Atas dasar kedua alasan tersebut maka Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa, perlu disesuaikan.

“Pada tahun 2016 ini ada 11 desa di Kabupaten Pemalang yang melaksanakan pemlihan kepala desa secara E-Vooting berbasis KTP Elektronik. Dari 11 desa tersebut ada 1 desa yang harus dilakukan pemilihan ulang, karena pemilih yang hadir tidak memenuhi quorum. Keberhasilan Kabupaten Pemalang dalam pilkades secara E-Vooting mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat. Dan rencananya pada tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Pemalang akan menyelenggarakan pilkades serentak di 171 desa secara E-Vooting berbasis KTP Elektronik”, demikian tambah Drs.Wahyu Sukarno Adi Prayitno, M.AP

Perubahan atas Perda tentang pilkades bertujuan untuk menyiapkan dan menyempurnakan pelaksanaan pilkades tahun 2018 yang akan dijadikan sebagai landasan hukumnya. Perubahan tersebut diantaranya pasal 31 ayat (1) huruf m,  syarat lain nomor 6 yaitu terdaftar sebagai penduduk dan bertempat tinggal di desa setempat paling kurang 1 (satu) tahun terakhir dengan tidak terputus-putus kecuali sebagai putra desa,dihapus.

Kistolani (34) seorang pekerja dari Dusun Suwuk RT 05 RW 04 Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang ini sedang merakit palu kayu di tempat usaha ayahnya, yang terletak di bagian belakang rumahnya, Sabtu, 26 Nopember 2016. Ia bekerja bersama ayahnya,Tasir  yang seorang tukang kayu.

Selain membuat kusen dan mebel pesanan, kedua orang tersebut memproduksi palu kayu yang juga pesanan dari Perusahaan karoseri mobil merk ternama di Jakarta. Palu yang ia produksi menggunakan kayu Kalimantan dengan ukuran, kepala palu panjangnya 15 cm dan diameter 6 cm sementara gagangnya, panjang 30 cm dan diameter 2,7 cm. “Ukuran tersebut harus tepat, karena itu pesanan dari pabrik” kata Tolani. Untuk memproduksi palu kami  hanya menggunakan mesin bubut sederhana dan mesin serut, tambahnya.

Pesanan dari Jakarta biasanya berjumlah 2.000 buah, dan untuk memproduksinya mereka membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan. Satu buahnya dijual dengan harga Rp 12.000,- (dua belas ribu).  Setelah dipotong biaya bahan baku dan biaya pengiriman ke Jakarta pengrajin palu ini memperoleh keuntungan sebesar Rp.8.000.000,-, tapi keuntungan  sebesar itu belum termasuk biaya tenaga kerja selama satu bulan. Mereka tidak merinci biaya tenaga kerjanya, karena ia  bekerja secara sendiri, dibantu oleh anaknya, Tolani.
.