Archives

Berita

Warga Dusun Suwuk RT 03 RW 03 Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang mengawali kegiatan pembangunan saluran drainase dengan melakukan kerja bakti, Jumat, 18 Nopember 2016.
Pembangunan saluran drainase yang berlokasi di Dusun Suwuk tersebut dibiayai dari APBDes Tahun Anggaran 2016 yang bersumber dari Dana Desa (DD) sebesar Rp 49.716.000,- Salah seorang warga Rozikin (40 ) merasa senang karena usulan warga RT 03 RW 03 yang diajukan pada musyawarah perencanaan pembangunan tahun 2015 dapat terealisasi pada tahun ini. “Pada musim hujan air mengalir lewat badan jalan sehingga jalan semakin rusak, dengan pembangunan saluran drainase penyebab kerusakan jalan dapat diminimalisir” tambah Rozikin.
Nampak dengan senang hati dan guyub warga melakukan kerja bakti dan rencananya seluruh pekerjaan galian dilakukan dengan swadaya. Selain sawadaya tenaga, warga juga sudah menyiapkan swadaya dalam bentuk material yaitu batu kali.

Daskuni, warga Dusun Kalijero RT 04 RW 05 Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang sedang merehab rumahnya. Daskuni merupakan salah satu dari  RTM (Rumah Tangga Miskin) yang ada di Desa Kuta. Dinding yang semula terbuat dari bilik bambu kini diganti dengan pasangan batu bata, lantai yang masih tanah nantinya akan diganti dengan plester.

Daskuni   dapat merehab rumahnya karena mendapat bantuan dana dari Pemerintah  (baca : APBN) melalui program BSPS (Bantuan Stimulan Pemugaran Rumah Swadaya) sebesar Rp 10.000.000,- Melalui program ini Desa Kuta mendapatkan bantuan sebanyak 48 rumah dari 60 rumah yang diajukan. Karena setelah proses verifikasi hanya 48 rumah yang layak untuk mendapat bantuan melalui program BSPS.
Program BSPS merupakan salah satu program Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat  dalam menyelesaikan masalah rumah tidak layak huni (RTLH) atau sering dikenal sebagai program bedah rumah. Bentuk program ini adalah peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru, dilihat dari kualitas atap, lantai dan dinding rumah, untuk dapat memenuhi syarat kesehatan, keselamatan dan kenyamanan.

Sementara 10 rumah tidak layak huni mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten masing masing sebesar Rp 5.000.000,-  Jadi  pada tahun 2016 ada sebanyak 58 rumah tidak layak huni yang direhab.

Ribuan warga Kabupaten Pemalang mengahadiri dan meramaikan acara Festival Mangga Pemalang 2016 yang dilaksanakan di Lapangan Desa Penggarit Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Sabtu, 5 Nopember 2016.

Festival yang rencananya akan berlangsung sampai hari Minggu, 6 Nopember 2016 diawali dengan Arak-arakan “Pengantin Mangga” yakni Pangeran Wirasangka dengan Dewi Arum Manis yang diarak dari Makam Pahlawan Pangeran Benowo menuju Lapangan Desa Penggarit. Itu hanya simbol dari perkawinan mangga arum manis dengan wirasangka yang menghasilkan “Mangga Istana” yang akan menjadi ikon dan produk unggulan buah dari Pemalang. Setelah sepasang pengantin mangga tiba di lapangan selanjutnya diserahkan kepada Bupati Pemalang, H. Juanedi, S.H. M.M.

Acara yang di dukung oleh Bank Jateng tersebut rencananya akan dibuka oleh Bapak Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H, MIP, namun beliau berhalangan hadir dan diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jawa Tengah Ir. Suryo Banendro, MP merasa bangga terhadap Kabupaten Pemalang yang berani menjadi buah mangga Istana sebagai ikon dan produk andalan Kabupaten Pemalang. “Itu membutuhkan proses dan pemikiran yang serius, Pemerintah Kabupaten harus menempuh proses sertifikasi dan memberikan suport kepada para petani mangga, mulai dari proses pemilihan bibit sampai pengolahannya” Demikian penekanan Gubernur Jawa Tengah dalam akhir sambutannya.

10Sementara Direktur Utama Buah dan Flory, Dr. Sarwo Edi, SP, MM. mengharapkan budidaya mangga di Pemalang semakin maju dan bersaing di pasaran nasional maupun internasional. Terkait dengan kebijakan pemerintah dalam budidaya buah dan flory pemerintah secara bertahap ingin mengembangkan kawasan buah-buahan di Indonesia. Ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pemerintah selama ini masih mengimpor beberapa buah-buahan dari luar negeri. Dan secara bertahap pula impor buah akan dikurangi. Pemerintah telah meregistrasi kebun-kebun buah yang ada di Indonesia karena ini sebagai syarat untuk bisa diekspor. Dalam akhir sambutannya beliau mengharapkan Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam hal ini Dinas Pertanian bisa menginventarisir kebun-kebun buah yang ada di Pemalang untuk dilakukakan registrasi.

Dalam acara Festival Mangga tersebut juga dilakukan penandatanganan MOU (Memorandum of Understanding) atau nota kesepahaman antara Bank Jateng dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) seluruh desa di Kabupaten Pemalang. Hari pertama kegiatan Festival Mangga dimeriahkan dengan acara makan mangga bersama yang dibuka oleh Bupati Pemalang, H. Junaedi, S.H. M.M. Ada yang unik dari acara ini, yakni cara makannya, yaitu dengan cara “Puntir Tengah”. Mangga dipotong tengahnya sampai mengenai biji, lalu dipuntir dan dimakan dengan sendok. Dan acara ini langsung dicatat dalam Rekor Muri, Makan mangga dengan peserta terbanyak yakni sebanyak 1.386 peserta.

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: