Stunting adalah bila tinggi badan anak dibandingkan dengan umurnya berada di bawah minus dua standar defiasi pada kurva WHO yang ada di KMS. Anak stuting umumnya bertubuh lebih pendek dibanding anak seusianya. Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi yang berkepanjangan, berarti pendek belum tentu stunting, harus dilihat dari penyebabnya dulu. karena pendek bisa juga berasal dari varian pendek. Pencegahan stunting  adalah dari awal kehamilan sampai umur 2 tahun atau yang di sebut 1000 hari pertama kehidupan, kenapa 1000 hari pertama kehidupan? Karena di 1000 HPK otak sangat berkembang cepat, maka di masa masa itu harus diperhatikan asupan gizinya. Pada masa kehamilan yang harus dilakukan perbaikan gizi, pemeriksaan kehamilan minimal empat kali selama hamil. Jarak kehamilan juga harus diperhatikan, minimal dua tahun. Pada saat melahirkan di fasilitas kesehatan, bayi hanya diberi air susu ibu saja sampai usia enam bulan, setelah enam bulan bayi diberi makanan pendamping air susu Ibu ( MP ASI ) hingga usia dua tahun. Dalam pemberian MP ASI yang baik dan benar adalah yang pertama tepat waktu, yang kedua menu lengkap terdiri dari karbonhidrat, protein hewani, protein nabati, buah dan sayur, yang ketiga anak diajarkan makan seperti orang dewasa yaitu sambil duduk.
Demikian disampaikan oleh dr.Dinda Welltsazia Rindhi, dari Puskesmas Bantarbolang  pada acara penyuluhan kesehatan tentang pencegahan stunting yang dilaksanakan  di Pendopo Balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang  pada hari Rabu tanggal 30 Oktober 2019. Acara yang dibuka oleh Sekcam Bantarbolang, Slamet Waluyo ini diikuti oleh Ibu hamil, Ibu yang mempunyai anak usia dibawah dua tahun  dan kader posyandu yang semuanya berjumlah lima puluh orang.
Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang, dengan sumber dana dari APBDes Kuta tahun anggaran 2019. Harapannya agar masyarakat Desa Kuta dapat memahami serta mengetahui bagaimana cara mencegah stunting, demikian tandas Kepala Desa Kuta, Cahyono.