Tag Archives: Musrenbangdes

Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang pada hari ini melaksanakan kegiatan MUSRENBANGDES  yang bertempat di Pendopo Desa Kuta,Senin ( 17/12 ).

Rapat di hadiri oleh tim dari Kecamatan Bantarbolang dan berbagai unsur yang berada di Desa Kuta seperti BPD,Perangkat Desa,PKK,Ketua RT/RW,tokoh masyarakat,tokoh Pemuda dan tokoh Perempuan.

Kepala Desa Kuta CAHYONO  mengatakan,bahwa Desa Kuta yang terdiri dari lima Dusun sebelum melaksanakan kegiatan MUSRENBANGDES pada hari ini, terlebih dahulu di adakan kegiatan MUSDUS di setiap Dusun untuk mengetahui hasil usulan kegiatan baik Fisik ataupun Non Fisik untuk Tahu 2020.

Seperti Dusun Sipanjang mengusulkan Rabat beton jalan penghubung antara Dusun Sipanjang dan Desa Glandang,Dusun Kuta mengusulkan Jembatan penghubung DusunKuta dan Dusun Suwuk,Dusun Suwuk Mengusulkan Pembangunan Bronjong sodetan kali glandang,Dusun Kalijero mengusulkan Bronjong di SDN 02 Kuta,Dusun Penusuhan mengusulkan Pembangunan Jalan kawasan antara Desa Kuta dan Desa Surajaya.Dan tiga usulan Non Fisik yaitu Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak,Pelatihan Ternak Lele dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos.

Dari hasil usulan kegiatan MUSRENBANGDES yang masuk dalam prioritas kawasan adalah Pembangunan jalan kawasan antara Dusun Penusuhan Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang dan Dusun Kaliwadas Desa Surajaya Kecamatan Pemalang , dan Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak yang selanjutnya akan di ajukan ke tingkat Kecamatan.

Masyarakat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang melaksanakan  Musrenbang ( Musyawarah Perencanaan Pembangunan ) Desa, Selasa, (03/1) bertempat di Pendopo Balai Desa Kuta.

Acara di ikuti oleh berbagai unsur masyarakat yang ada di Desa Kuta meliputi Perangkat Desa, BPD ( Badan Permusyawaratan Desa ), LPMD ( Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa ) Pengurus PKK, ketua RT/RW, kelompok tani, tokoh masyarakat, kelompok profesi dan  karang taruna dan dihadiri oleh Tim dari Kecamatan Bantarbolang. Ketua panitia, Cahyono dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Musrenbang Desa, sebelumnya telah diumumkan kepada masyarakat melalui musyawarah dusun di lima dusun yang ada di Desa Kuta. 

Kepala Desa Kuta, Samsuri  dalam pemaparannya  mengenai hasil evaluasi pelaksanaan RKP (Rencana Kerja Pemerintah Desa) Tahun 2016 menjelaskan bahwa ada kegiatan yang belum dilaksanakan karena keterbatasan dana, seperti peningkatan jalan yang berlokasi di Jalan Praja, Dusun Suwuk. Kegiatan tersebut akan dimasukan dalam RKP Desa tahun 2017.  Selanjutnya peserta musyawarah membahas rancangan RKP tahun 2017 yang telah disiapkan oleh Tim Penyusun. Setelah melakukan pencermatan peserta menyepaki rancangan tersebut, namun ada beberapa perubahan, baik volume, jumlah dananya dan juga penambahan kegiatan atas usulan peserta.

Yang menjadi perhatian utama   para peserta musyawarah adalah  pembahasan mengenai usulan Desa Kuta yang akan diajukan ke Musrenbang tingkat kecamatan. Melalui diskusi yang cukup panjang akhirnya peserta menyepakati tiga usulan fisik yaitu : pertama, pembangunan bendung  untuk pengairan sawah blok kalijero, sawah di Desa Lenggerong dan Peguyangan, kedua, Pembangunan Saluran Irigasi, lokasi sawah blok Penusuan dan ketiga pembangunan talud jalan, lokasi jalan penghubung Dusun Sipanjang-Desa Glandang. Disamping usulan fisik, ada usulan non fisik yang akan diajukan ke Musrenbang tingkat Kecamatan yakni pelatihan ketrampilan untuk mengolah klaras/kulit jagung dan pelatihan ketrampilan memasang payet.

Pembahasan yang terakhir adalah pemilihan delegasi Desa Kuta yang akan mengawal lima usulan yang telah disepakati tersebut.  Delegasi terpilih adalah  Samsuri  selaku Kepala Desa Kuta,  Kurningsih dari unsur BPD,  Ardi dari tokoh masyarakat,  Winarsih, Nurul Umami dari toloh perempuan dan Slamet Masfuri dari unsur KPMD. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 diakhiri  pada pukul 12.00 WIB dengan penandatanganan Berita Acara oleh  wakil peserta musyawarah. dan Kepala Desa Kuta.

Dalam pasal 80 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa menyebutkan bahwa Perencanaan Pembangunan Desa diselenggarakan dengan mengikutsertakan masyarakat Desa. Dan dalam menyusun perencanaan Pembangunan Desa Pemerintah Desa wajib menyelenggarakan musyawarah perencanaan Pembangunan Desa.

Keterlibatan masyarakat dalam proses penyusunan dokumen perencanan pembangunan di desa di mulai pada saat musyawarah tingkat dusun atau yang lebih di kenal dengan musdus.  Di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang terdapat lima dusun. Proses penyusunan dokumen perencanaan desa membutuhkan proses yang panjang. Diawali dari musdus dalam rangka penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDES). Dengan difasilitasi oleh KPMD (Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa) dan Kepala Dusun masyarakat diajak untuk memetakan permasalahan-permasalahan yang ada di dusunnya masing-masing.

Ada tiga alat kaji yang digunakan, yakni sketsa desa, kalender musim dan bagan kelembagaan. Dari  sketsa desa   mucul  permasalahan-permasalan yang berkaitan dengan prasarana dasar, seperti infrastruktur  jalan dan jembatan. Dari kalender musim masyarakat memetakan permasalahan yang muncul yang merupakan dampak dari siklus musim yang ada, musim hujan, pancaroba dan musim kemarau.  Dari bagan kelembagaan muncul permasalahan yang berkaitan dengan kinerja kelembagaan yang ada di desa, seperti Pemerintah Desa, BPD, LPMD, PKK dan Kelompok Tani, Puskesmas Pembantu, Rukun Tetangga dan Rukun Warga.

Tidak hanya memetakan permasalahan, masyarakat juga diajak untuk menganalisa permasalahannya sendiri. Apa yang menjadi penyebab masalah, dan tindakan atau kegiatan apa yang bisa mengatasi permasalahan tersebut ? (tentunya dengan potensi yang di milikinya).

Dengan proses yang panjang, yang melibatkan semua unsur masyarakat yang ada, tentunya  RPJMDes sebagai satu-satunya dokumen perencanaan di desa, sudah memuat semua kegiatan yang akan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang bersifat mendesak. Sehingga kegiatan atau pembangunan yang dilaksanakan itu benar-benar merupakan kebutuhan masyarakat dan bukan “keinginan” masyarakat.

Tingkat kehadiran masyarakat yang tinggi dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdesa) di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang menunjukan tingginya partisipatif masyarakat dalam proses penyusunan dokumen perencanaan di desa. Ini menunjukan keberhasilan Pemerintah dalam mensosialisasikan perencanan pembangunan partisipatif yang dimulai pada era PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat).