Berita

KPMD Pemalang Ikuti ITCAMP 2016

Sebanyak 211 KPMD (Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa) sekabupaten Pemalang mengikuti kegiatan ITCAMP 2016 di Bumi Perkemahan Sikucing Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang selama tiga hari (29-31 Juli 2016). Acara yang diselenggarakan oleh Relawan TIK Kabupaten Pemalang bekerja sama dengan Pusat Pemberdayaan Informatika dan Desa (PUSPINDES) Kabupaten Pemalang selain diikuti oleh KPMD Pemalang kegiatan ini juga diikuti oleh masyarakat umum dari luar daerah.
Tujuan kegiatan ITCAMP 2016 adalah untuk memberikan pelatihan kepada KPMD dalam bidang IT. Kegiatan yang dikemas dengan cara camping ini diselenggakan selama tiga hari terdiri atas kegiatan Workshop dan Seminar.

Untuk memandu Workshop Panitia menghadirkan Ono W.Purbo, seorang tokoh dan pakar dibidang Teknologi Informasi dan Andri Johandri seorang Aktifis IT yang memperjuangkan desa dalam melek IT. Kedua narasumber tersebut memberikan materi tentang Radio Mobile Wireless dan Membuat Layanan Print Server dan Samba Share Di Jaringan Komputer Kantor Desa Dengan Linux. Sementara pada acara Seminar panitia menghadirkan pembicara:
1. Bupati Pemalang, H. Junaed, SH. MM,
2. Plt.Dirjen APTIKA Kemeninfo RI, Mariam Barata
3. Direktur Esekutif ICTWatch, Dony BU
4. Ketua Relawan TIK Indonesia, Indriyatno Banyumurti

“Pemerintah Kabupaten Pemalang telah memberikan dukungan sepenuhnya terhadap peningkatan pemberdayaan IT di wilayah kabupaten Pemalang terutama perdesaan dengan membentuk Pusat Pemberdayaan Informatika dan Desa (PUSPINDES) dan menyediakan gedungnya yang terletak di Jalan Gatot Subroto Pemalang” demikian penekanan Bupati Pemalang, H. Junaedi, SH, MM dalam pembukaaan Seminar.

Selama tiga hari peserta secara maraton mengikuti kegiatan workshop dan seminar. Sebelum mengikuti workshop dan seminar, pada pagi hari peserta diajak untuk melakukan senam pagi bersama. Lukman, seorang peserta ITCAMP2016 dari Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang mengeluhkan kesulitan dalam mencerna materi karena dalam workshop pemateri menggunakan OS Linux, sementara Lukman dan bahkan peserta lainnya lebih familiar dengan OS Windows.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *