Tag: Virus Corona

  • Cegah Covid-19, Warga Desa Kuta yang Mudik Wajib Lapor

    Cegah Covid-19, Warga Desa Kuta yang Mudik Wajib Lapor

    Warga Desa Kuta yang baru pulang dari perantauan wajib lapor kepada pemerintah desa atau relawan yang berjaga pada posko-posko pencegahan yang ada di Desa Kuta untuk diperiksa. Adapun posko-poskonya terletak di Dusun Penusuhan, di balai Desa Kuta, dan di Dusun Sipanjang. Masing-masing relawan di posko sudah dijadwalkan per shift siang dan malam. Otomatis posko akan buka 24 jam untuk mendata warga yang baru datang dari perantauan. Warga yang melapor akan dimintai data pribadi dan keterangan tentang kondisi kesehatan yang dirasakan pada saat itu.

    Langkah pertama yang dilakukan oleh warga yang baru datang dari perantauan adalah lapor ke relawan covid-19 yang ada di posko pencegahan, laporan yang disampaikan antara lain identitas diri, asal perantauan, tanggal dan jam tiba di desa kuta, kemudian keluhan-keluhan kesehatan. Apabila warga yang baru pulang dari perantauan mengalami keluhan seperti demam, batuk, tenggorokan sakit, sesak nafas, dan lemas maka harus langsung datang ke puskesmas Bantarbolang untuk diperiksa lebih lanjut. Warga yang baru datang tanpa keluhan apapun tidak perlu datang ke puskesmas, cukup isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, setelah sampai rumah tidak boleh langsung berinteraksi dengan anggota keluarga, yang harus dilakukan adalah membersihkan diri terlebih dahulu, semua pakaian yang dipakai harus langsung dicuci menggunakan ditergen, kemudian mandi hingga bersih. Setelah itu juga harus menjaga jarak dengan anggota keluarga, boleh berinteraksi tetapi harus menjaga jarak sekitar 1 meter atau mengisolasi mandiri selama 14 hari, dan yang paling penting harus menjaga kesehatan dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun ketika selesai beraktifitas atau akan memulai aktifitas, serta menggunakan masker jika akan ke luar rumah. Sementara itu warga yang baru datang yang mengalami keluhan apabila terpaksa harus pulang ke rumah dulu maka yang harus dilakukan adalah seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, harus membersihkan diri terlebih dahulu dan menggunakan masker.

    Adapun data per 18 April 2020 sudah tercatat 225 warga Desa Kuta yang sudah pulang dari perantuan. Semuanya tanpa gejala apapun dan sudah diarahkan untuk isolasi mandiri di rumah. Selain lapor di posko pencegahan, warga Desa Kuta juga dapat lapor secara onine dengan mengakses Website resmi Desa Kuta pada laman lapor, di sana terdapat formulir yang dapat disi oleh warga dan secara otomatis langsung masuk ke data pemerintah Desa Kuta. Sementara itu Pemkab. Pemalang melalui Puspindes juga sudah menyediakan layanan lapor online, bagi warga Desa Kuta yang belum atau sudah pulang tapi belum sempat lapor mulai sekarang bisa lapor diri melalui laman platform http://kawalmudik.anakdesa.id pada menu lapor mudik. Pendataan warga yang baru pulang dari perantauan diperkirakan akan berlangsung sampai Hari Raya Idul Fitri atau sampai pandemi ini berakhir. Masyarakat dihimbau untuk tetap di rumah saja, kecuali jika dalam keadaan yang mengharuskan untuk beraktifitas di luar rumah, jangan lupa untuk selalu menggunakan masker jika berada di luar rumah.

  • Pembentukan Tim Relawan Desa Siaga Lawan Covid-19 di Desa Kuta

    Pembentukan Tim Relawan Desa Siaga Lawan Covid-19 di Desa Kuta

    Pemerintah Desa Kuta melakukan upaya lagi dalam pencegahan Virus Corona (Covid-19) menyebar ke Desa Kuta dengan membentuk tim relawan desa siaga lawan Covid-19 sesuai dengan Surat keputusan Kepala Desa Nomor. 440/13/III/Tahun 2020 tentang pembentukan tim relawan desa siaga lawan Covid-19 Desa Kuta Kecmatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Pembentukan tim relawan dilakukan langsung oleh Kepala Desa beserta perangkat desa, BPD, Tokoh Masyaratak dan tokoh agama, karang taruna, dan beberapa masyarakat setempat serta perwakilan dari tenaga kesehatan Puskesmas Bantarbolang, pada tanggal 30 Maret 2020 di balai Desa Kuta. Tim relawan yang sudah dibentuk nantinya akan ditempatkan pada posko yang tersebar di Desa Kuta.

    Pada acara tersebut, Nanda selaku perwakilan dari puskesmas bantarbolang menyampaikan beberapa hal yaitu tentang Covid-19, penyebaran, dan pencegahanya. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Vitus Corona (Covid-19) menyebar dengan sangat cepat. Indonesia sendiri sudah termasuk negara yang setiap hari pasien positif Covid-19 terus bertambah, pemerintah pusat sudah memerintahkan kita untuk #dirumah aja, bekerja di rumah, beribadah di rumah, dan belajar di rumah. Sekolah dan universitas sudah mulai diliburkan tetapi tetap pembelajaran berlangsung dari rumah masing-masing, sebagaian pekerja sudah melakukan Work From Home atau berkerja dari rumah. Sebagai upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19, maka sebagai masyarakat kita wajib melakukan berbagai hal yang sudah dihimbau oleh pemerintah yaitu selalu mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker bila batuk dan flu, untuk sementara #dirumahaja, jangan berpergian jika tidak dalam keadaan darurat, semprotkan disinfektan ke beberapa titik di rumah yang sering di pegang, dan yang paling utama tidak usah panik terhadap info-info yang muncul di berbagai media sosial.

    Sementara itu Nanda juga menghimbau untuk masyarakat Desa Kuta yang baru pulang dari daerah yang terdampak Covid-19 harus melapor kepada Kepala Desa atau ke posko-posko yang sudah dibentuk dan sudah ada tim relawanya. Jika terjadi gelaja seperti demam, batuk, dan flu harap segera memeriksakan diri ke puskesmas dan jika tidak terjadi gejala apapun harap untuk mengisolasi diri di rumah selama 14 hari. Masyarakat yang pulang dari perantauan atau daerah yang terpapat Covid-19 otomatis sudah menjadi ODP (Orang Dalam Pengawasan). Wabah Covid-19 sudah menjadi masalah yang serius yang harus dihadapi bersama.

  • Cegah Covid-19, Perangkat Desa Kuta dibantu Warga Lakukan Penyemprotan Disinfektan

    Cegah Covid-19, Perangkat Desa Kuta dibantu Warga Lakukan Penyemprotan Disinfektan

    Perangkat desa kuta dibantu warga setempat melakukan penyemprotan disinfektan sebagai upaya pencegahan Covid-19 (Virus Corona) menyebar ke Desa Kuta. Penyemprotan disinfektan yang sementara ini sudah dilakukan yaitu di Dusun Suwuk dan Dusun Kalijero, dilakukan selama dua hari yaitu tanggal 27 maret 2020 di Dusun Suwuk, sementara di Dusun Kalijero tanggal 28 Maret 2020. Adapun lokasi yang disemprotkan disinfektan antara lain, jalan suwandi, masjid dan mushola, sekolah, pos ronda, dan tempat umum lainya.

    Bahan yang digunakan dalam membuat disinfektan adalah berupa air yang dicampur dengan pembersih lantai dan bayclean. Oembuatan disinfektan tersebut diadopsi warga dari berbagai sumber yang sudah banyak di media sosial tentang cara pembuatan cairan disinfektan. Setelah cairan disinfektan sudah ada, kemudain perangkat desa dan warga berkeliling dengan menggunakan mobil pick up dan melakukan penyemprotan di sejumlah lokasi dengan mesin diesel.

    Kegiatan ini sebagai bentuk usaha pemerintah dan warga dalam upaya pencegahan Covid-19 yang sedang merajalela. Sementara itu di dalam kondisi sekarang, diharapkan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat, dan masyarakat Desa Kuta untuk menerapkan kesadaran untuk membantu mengurangi penyebaran Virus Corona terutama di lingkungan Desa Kuta.