Tag: UMKM

  • Tempat Pemancingan Ikan, UMKM Baru di Desa Kuta

    Tempat Pemancingan Ikan, UMKM Baru di Desa Kuta

    Hobi memancing saat ini sedang menjadi tren, yang dilakukan semua kalangan baik anak- anak ,remaja maupun orang tua, hobi ini juga melanda sebagian  masyarakat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Bagi yang hobi memancing biasanya mereka melakukannya di sungai atau kali dan juga laut.

    Membaca peluang tersebut, Wahyu Nur Dwi Wijayanto, pemuda Dusun Suwuk Desa Kuta kini membuka usaha tempat pemacingan ikan yang berlokasi di Dusun Suwuk RT 01 RW 04, tepatnya di sisi timur  RT 01 RW 04 Dusun Suwuk sekita 300 meter dari jalan utama desa.  Tempatnya nyaman, dengan kolam berukuran 14 m X 28 m yang diisi dengan ikan lele. Meski tempat usaha pemancingannya belum selesai 100 %, namun tempat ini sudah mulai ramai  dikunjungi oleh para pemancing.

    Tempat ini selain dikunjungi oleh mereka yang tulen hobi memancing, juga dikunjungi mereka yang tidak tidak mempunyai keahlian memancing, karena memancing di kolam pemancingan tidak membutuhkan keahlian khusus, karena pemilik menyediakan ikannya dalam kaeadaan lapar, sehingga mudah untuk dipancing. Tidak harus bersusah payah kepanasan untuk mendapatkan ikan.

    Sebelumnya hal yang sama juga di lakukan oleh warga Dusun Kuta, Roahadi yang mengelola tempat pemancingan ikan , dengan memanfatkan sungai yang berada di Jembatan Kujang, jembatan penghubung antara dusun Kuta dan Dusun Sipanjang. Tempat ini pun sudah menjadi tujuan dari msyarakat Desa Kuta  yang hobi memancing.

  • Pengrajin Palu Kayu, Sekali Kirim Raup Keuntungan 8 Juta Rupiah

    Pengrajin Palu Kayu, Sekali Kirim Raup Keuntungan 8 Juta Rupiah

    Kistolani (34) seorang pekerja dari Dusun Suwuk RT 05 RW 04 Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang ini sedang merakit palu kayu di tempat usaha ayahnya, yang terletak di bagian belakang rumahnya, Sabtu, 26 Nopember 2016. Ia bekerja bersama ayahnya,Tasir  yang seorang tukang kayu.

    Selain membuat kusen dan mebel pesanan, kedua orang tersebut memproduksi palu kayu yang juga pesanan dari Perusahaan karoseri mobil merk ternama di Jakarta. Palu yang ia produksi menggunakan kayu Kalimantan dengan ukuran, kepala palu panjangnya 15 cm dan diameter 6 cm sementara gagangnya, panjang 30 cm dan diameter 2,7 cm. “Ukuran tersebut harus tepat, karena itu pesanan dari pabrik” kata Tolani. Untuk memproduksi palu kami  hanya menggunakan mesin bubut sederhana dan mesin serut, tambahnya.

    Pesanan dari Jakarta biasanya berjumlah 2.000 buah, dan untuk memproduksinya mereka membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan. Satu buahnya dijual dengan harga Rp 12.000,- (dua belas ribu).  Setelah dipotong biaya bahan baku dan biaya pengiriman ke Jakarta pengrajin palu ini memperoleh keuntungan sebesar Rp.8.000.000,-, tapi keuntungan  sebesar itu belum termasuk biaya tenaga kerja selama satu bulan. Mereka tidak merinci biaya tenaga kerjanya, karena ia  bekerja secara sendiri, dibantu oleh anaknya, Tolani.
    .