Tag: Desa Kuta

  • MAHASISWA KKN UIN SAIFUDDIN ZUHRI PURWOKERTO KELOMPOK 133 SULAP MINYAK JELANTAH JADI LILIN RAMAH LINGKUNGAN DI DESA KUTA

    Kuta, 3 Agustus 2025 — Balai Desa Kuta tampak lebih ramai dari biasanya siang itu. Warga dari berbagai usia berkumpul dengan penuh antusias untuk mengikuti sebuah pelatihan yang unik dan bermanfaat yaitu pembuatan lilin dari minyak jelantah. Kegiatan ini merupakan inisiatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto kelompok 133 yang tengah melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Kuta, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang.

    Melalui kegiatan ini, para mahasiswa ingin mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga, khususnya minyak goreng bekas pakai atau yang dikenal sebagai minyak jelantah. Alih-alih dibuang sembarangan yang dapat mencemari lingkungan, minyak jelantah ternyata dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi, salah satunya adalah lilin.

    Dalam sesi pelatihan, mahasiswa memandu warga secara langsung mulai dari tahap awal penyaringan minyak jelantah hingga pencampuran bahan-bahan tambahan seperti biang lilin, pewarna, dan aroma, kemudian dilanjutkan ke proses pencetakan dan pendinginan. Seluruh tahapan dilakukan dengan bahan dan alat yang mudah diperoleh serta teknik yang sederhana, sehingga warga dapat dengan mudah mempraktikkannya kembali di rumah.

    Peserta pelatihan terlihat sangat antusias, tidak sedikit yang mengajukan pertanyaan seputar proporsi bahan, daya tahan lilin, hingga potensi pemasaran produk ini. Beberapa warga bahkan menyatakan ketertarikannya untuk menjadikan keterampilan ini sebagai usaha rumahan yang bisa menambah penghasilan keluarga.

    Kepala Desa Kuta dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN yang telah memberikan edukasi serta solusi nyata kepada masyarakat.

    “Kami sangat berterima kasih atas inisiatif mahasiswa. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka peluang usaha yang bisa dimanfaatkan oleh warga. Semoga pelatihan seperti ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

    Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga membawa dampak positif terhadap lingkungan. Minyak jelantah yang biasanya dibuang ke saluran air atau tanah, dapat mencemari lingkungan dan membahayakan ekosistem. Dengan adanya alternatif pemanfaatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah semakin meningkat.

    Di akhir acara, peserta membawa pulang lilin hasil buatan mereka sendiri sebagai bentuk hasil nyata dari pelatihan tersebut. Mahasiswa KKN juga membagikan modul panduan pembuatan lilin yang telah mereka susun agar warga dapat mempraktikkannya kembali secara mandiri.

    Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto kelompok 133 berharap dapat meninggalkan jejak positif dan menginspirasi masyarakat Desa Kuta untuk terus berinovasi, menjaga lingkungan, dan membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

    Penulis, Mahasiswa UIN SAIZU Purwokerto

  • SEMANGAT KEMANUSIAAN!! DESA KUTA GELAR AKSI DONOR DARAH BERSAMA IBU-IBU PKK BERKOLABORASI DENGAN PMI KABUPATEN PEMALANG DAN DIBANTU OLEH MAHASISWA KKN UIN SAIZU PURWOKERTO

    Desa Kuta, Bantarbolang-Dalam semangat kepedulian sosial dan kemanusiaan, pemerintah Desa Kuta bersama PMI Kabupaten Pemalang serta mahasiswa KKN UIN SAIZU Purwokerto kelompok 133 sukses menyelenggarakan kegiatan donor darah pada hari Rabu, 16 Juli 2025 di Balai Desa Kuta. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat.

    Sejak pagi hari, beberapa warga mulai berdatangan ke Balai Desa untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini. Tim medis dari PMI memfasilitasi proses donor darah dengan sistematis, aman, dan nyaman. Para peserta donor terlebih dahulu menjalankan pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan kondisi kesehatan sebelum akhirnya dilakukan pengambilan darah.

    Salah satu peserta donor darah yaitu mahasiswa KKN menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap acara ini “Saya sangat mengapresiasi kolaborasi positif ini. Kegiatan donor darah seperti ini sangat bermanfaat, tidak hanya bagi penerima darah, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan”

    Kegiatan ini berhasil mengumpulkan puluhan kantong darah yang nantinya akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan melalui PMI. Tidak hanya mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momen penting dalam membangun semangat solidaritas dan rasa kemanusiaan di kalangan masyarakat Desa Kuta.

    َمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

    “Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (Qs. Al-Ma’idah : 32)

    Penulis, Mahasiswa UIN SAIZU Purwokerto

  • MAHASISWA KKN UIN SAIFUDDIN ZUHRI PURWOKERTO KELOMPOK 133 TURUT SUKSESKAN KEGIATAN POSYANDU DI DUSUN KALIJERO DAN PENUSUHAN

    Desa Kuta, Bantarbolang – Kegiatan rutin posyandu balita dan posyandu lansia di Dusun Kalijero dan Dusun Penusuhan, berjalan dengan lancar dan penuh antusias pada hari Selasa, 15 Juli 2025. Kegiatan ini semakin semarak berkat keikutsertaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto Kelompok 133 yang ikut membantu jalannya kegiatan sejak pagi hari. Bertempat di posyandu Kalijero dan posyandu Penusuhan, para mahasiswa turut membantu berbagai pelayanan kesehatan balita, dan lansia mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi dan lingkar kepala anak, pencatatan data tumbuh kembang, hingga pengecekan kesehatan ibu dan anak serta pengecekan kesehatan lansia.

    Kehadiran mahasiswa KKN ini mendapat sambutan hangat dari para kader dan warga.

    “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya mahasiswa KKN. Mereka cepat tanggap, ramah, dan bisa berbaur dengan masyarakat” Ujar salah satu kader posyandu Penusuhan.

    Melalui kolaborasi ini, diharapkan pelayanan posyandu di Desa Kuta, khususnya di Dusun Kalijero dan Penusuhan, dapat semakin berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Sementara itu, bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi sarana belajar langsung dalam pengabdian masyarakat, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama antara pemerintah desa, kader kesehatan, dan institusi pendidikan dalam mendukung program kesehatan nasional melalui pelayanan Posyandu yang berkesinambungan dan inklusif.

    Penulis, Mahasiswa UIN SAIZU Purwokerto

  • Sosialisasi Administrasi Kependudukan dan Perijinan di Desa Kuta

    Sosialisasi Administrasi Kependudukan dan Perijinan di Desa Kuta

    Kuta, (kuta.desa.id) – Sebagai wujud kepedulian TNI terhadap warga Desa Kuta khususnya tentang administrasi yang harus dimiliki warga agar hak dan legalitasnya diakui oleh negara, Satgas TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0711 Pemalang bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pemalang dan Dinas Penanaman Modal, Investasi dan Perjinan Satu Pintu melaksanakan sosialisasi administrasi kependudukan dan perijinan bertempat di  Balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, Kamis (26/10/2018).

    Kepala Bidang Pengolahan Informasi dan Data Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pemalang, Agus Syarif menjelaskan bahwa ada 3 jenis dokumen yang wajib dimiliki oleh penduduk yang berusia 17 tahun ke atas yakni KK (Kartu Keluarga), Akta Kelahiran dan KTP (kartu Tanda Penduduk), dan  untuk penduduk yang berusia kurang dari 17 tahun juga ada tiga dokumen yang wajib dimiliki adalah KK, Akta Kelahiran dan KIA (Kartu Identitas Anak), untuk KIA adalah program baru yang nantinya berfungsi sama dengan KTP.

    Setiap penduduk memiliki hak dan kewajiban terkait dengan data kependudukan,  setiap penduduk berhak memperoleh dokumen kependudukan yang diperlukan sesuai dengan peristiwa kependudukan yang dialami, hak yang kedua adalah memperoleh informasi tentang hasil pendaftaran penduduk yang didaftarkan. Hak penduduk yang ketiga adalah mendapatkan jaminan  kerahasiaan data pribadi beserta keluarga. Sementara kewajiban penduduk yang pertama adalah memberikan data yang benar dan terbaru , terkait dengan permohonan dokumen data  kependudukan,  meyampaikan laporan setiap peristiwa kependudukan  yang dialami diantaranya kelahiran, kematian dan pelaporan pindah datang.

    Kebijakan di bidang administrasi kependudukan,yang pertama penetapan masa berlakunya KTP, yang tadinya 5 tahun dirubah menjadi seumur hidup, kebijakan yang kedua adalah kebijakan domisili dalam pencatatan akta kelahiran, permohonan akta kelahiran disesuaikan dengan domisili yang bersangkutan. Demikian   penjelasan Agus Syarif di akhir sosialisasi kependudukan.

    Sementara Agus Sarwano, S.IP dari Dinas Penanaman Modal, Investasi dan Perjinan Satu Pintu Kabupaten Pemalang menjelaskan bahwa di era digital  saat ini maka Dinas Perijinan melakukan pelayanan perijinan secara digital, dan bisa diakses melalui android. Untuk mendapatkan ijin, syarat utama adalah memiliki KTP elektronik dan yang kedua memliki email.  Kemudian mengakses website oss.go.id dan mengikuti langkah langkah sesuai petunjuk yang ada.

  • Kepala Desa Dan Perangkat Desa Kuta Ziarah Ke Makam Leluhur

    Kepala Desa Dan Perangkat Desa Kuta Ziarah Ke Makam Leluhur

    Dalam rangka Memperingati Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-442 Tahun 2017, Kepala Desa dan Perangkat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang melaksanakan ziarah kubur ke Makam leluhur Syeh Kuna Ragasari, Senin (23/1).

    Ziarah kubur yang di lakukan Kepala Desa dan Perangkat Desa Kuta di dampingi sesepuh Desa Kuta (Juru kunci makam) mbah Samad, kegiatan ziarah di lakukan secara rutin setiap memperingati hari jadi Kabupatem Pemalang. Hal ini karena sebagai rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Pemalang dan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Dan dengan spirit Pemalang Pusere Jawa mari kita wujudkan Pemalang Hebat.

    Menurut juru kunci makam (mbah Samad),di samping ziarah ke makam Syeh Ghuna Ragasari di makam tersebut juga di yakini ada Patilasan makam Patih Sampun dan Sentot Prawiro Dirjo.Ziarah di awali Sowan dari Juru kunci makan di lanjut dengan Tahlil bersama dan di tutup dengan Do’a yang di pimpin oleh Kasi Pelayanan (Nufawaid).

  • Launching SIDEKEMCenterTOP oleh Bupati Pemalang

    Launching SIDEKEMCenterTOP oleh Bupati Pemalang

    Bupati Pemalang, H. Junaedi, SH. MM.  secara resmi  meluncurkan layanan SIDEKEM CENTER di Pendopo Kabupaten Pemalang, pada hari Sabtu, 21 Januari 2017. Acara tersebut di hadiri oleh Kepala  OPD ( Organisasi Pemerintah Daerah ), Camat, Kepala Desa, KPMD ( Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa ), Relawan TIK, serta pelajar dan mahasiswa.

    Dalam sambutannya Bupati Pemalang mewajibkan semua desa menggunakan Informasi Teknologi, ini adalah amanat pasal 86 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Pemerintah Kabupaten Pemalang di dukung oleh PUSPINDES dan Relawan TIK telah melangkah lebih awal terkait dengan sistem informasi desa yaitu penerapan aplikasi SIDEKEM ( Sistem Informasi Desa dan Kawasan Pemalang ) di seluruh desa yang ada di Kabupaten Pemalang. Data dari seluruh desa nantinya terintegrasi melalui Layanan SIDEKEMCenterTOP.

    Selanjutnnya Bupati Pemalang menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Website Desa yaitu Juara 1 Desa Ceklatakan Kecamatan Pulosari, juara 2 Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang, juara 3 Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang, juara harapan 1 Desa Pulosari Kecamatan Pulosari, Juara harapan 2 Desa Lenggerong Kecamatan Bantarbolang, juara harapan 3 Desa Rowosari Kecamatan Ulujami serta juara favorit diperoleh Desa Botekan Kecamatan Ulujami. Acara di lanjutkan diskusi publik dengan tema Desa dan Akses Internet, bertindak selaku narasumber Onno W. Purbo,pakar IT nasional dan di pandu oleh Andri Johandri.

  • Warga Desa Kuta Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

    Warga Desa Kuta Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

    Masyarakat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang yang terbagi dalam lima dusun secara serentak melakukan kerja bakti bersih-bersih , Jumat (20/1)di lingkungannya masing-masing.

    Gerakan Jumat bersih yang dilakukan secara serentak satu desa dilakukan setiap hari Jumat Kliwon, para ibu-ibu membersihkan di lingkungannya masing-masing dan bapak-bapak membersihkan jalan utama desa. Kepala Desa Kuta, Samsuri yang terjun langsung bersama masyarakat menjelaskan bahwa untuk menyambut Hari Jadi Kota Pemalang yang ke 442 kami ingin menciptakan wajah dan lingkungan Desa Kuta yang bersih.

    Dengan kebersihan lingkungan tersebut, diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang setiap harinya beraktivitas melewati jalan tersebut. “Sangat penting menjaga kebersihan lingkungan jalan. Karena, akses jalan ini sangat penting bagi masyarakat kami. Budaya begotong royong seperti ini sudah dilakukan sejak dulu dan akan terus berlangsung pada generasi-generasi mendatang,” Kita akan selalu menjaga tradisi “kerigan” di setiap Jumat Kliwon.

  • Pembangunan Infrastruktur di Dusun Sipanjang

    Pembangunan Infrastruktur di Dusun Sipanjang

    Kini masyarakat Dusun Sipanjang, Desa Kuta sudah menikmati hasil pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah, baik Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan. Karena sepanjang 2,6 km kini kondisinya sudah bagus. Tecatat ada delapan kegiatan pembangunan jalan yang terkait dengan akses masyarakat Dusun Sipanjang di tahun 2015 dan 2016.

    Dusun Sipanjang merupakan satu dari lima dusun yang ada di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Dusun ini merupakan dusun terjauh dari pusat pemerintahan Desa Kuta, jika dibandingkan dengan dusun lainnya dengan jarak 2,6 km. Untuk menuju dusun Sipanjang dari pusat Pemerintahan Desa kita harus melewati tiga ruas jalan, yakni jalan kabupaten 1,5 km, jalan Desa Glandang 0,3 km dan jalan Desa Kuta 0,8 km.

    1-rabat-beton-sipanjang

    Tahun 2015 Pemerintah Desa Kuta, dengan sumber dari DD (Dana Desa) membangun jalan dengan kontruksi rabat beton, panjang 175 meter, dan Pemerintah Desa Glandang dengan sumber dana yang sama melakukan pengaspalan jalan sepanjang 300 meter. Di Tahun 2016 Pemerintah Desa Kuta kembali melanjutkan pembangunan rabat beton sepanjang 284 meter dengan sumber dana DD dan Pengaspalan jalan lingkungan sepanjang 200 meter dari dana ADD (Alokasi dana Desa). Sementara Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pemalang di tahun 2016 telah melakukan pengaspalan jalan desa di dua ruas masing-masing 300 meter dan pembangunan jalan poros/kabupaten sepanjang 800 meter.

    Saat ini masalah infrastruktur menjadi agenda penting untuk dibenahi pemerintah desa, karena infrastruktur merupakan penentu utama keberlangsungan kegiatan pembangunan, diantaranya untuk mencapai target pembanguan ekonomi secara kualitatif maupun kuantitatif. Perbaikan dan peningkatan infrastruktur pada umumnya akan dapat meningkatkan mobilitas penduduk, terciptanya penurunan ongkos pengiriman barang-barang, terdapatnya pengangkutan barang-barang dengan kecepatan yang lebih tinggi, dan ini tentunya akan mendorong perekonomian masyarakat.

  • Kades Kuta Lantik Perangkat Desa Dengan SOTK Baru

    Kades Kuta Lantik Perangkat Desa Dengan SOTK Baru

    Sebanyak 12 Perangkata Desa Kuta  diambil sumpah/janjinya dan dilantik oleh kepala Desa Kuta, Jumat (30/12) bertempat di Pendopo Balai Desa Kuta  Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang.

    Acara yang di hadiri oleh Ketua dan seluruh anggota BPD, Pengurus PKK, tokoh agama, pemuda dan tokoh masyarakat serta tim dari Kecamatan Bantarbolang berlangsung dengan khidmat.

    Sesuai dengan Keputusan Bupati Pemalang Nomor 141/753/Tahun 2016 tentang Klasifikasi Tingkat Perkembangan Desa di Kabupaten Pemalang Tahun 2016, Kuta Kuta termasuk dalam desa swasembada. Dalam SOTK (Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa) baru, Desa Kuta menggunakan pola maksimal, yakni tiga Kaur (Kepala Urusan) dan tiga Kasi (Kepala Seksi).

    Kepala Desa Kuta dalam sambutannya mengatakan bahwa sesuai pasal 16 Peraturan Bupati Pemalang Nomor 38 Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Pemalang No 3 tahun 2015 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Pemalang Nomor 38 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Pemalang No 8 tahun 2016  kepala desa diberi kewenangan untuk melakukan penataan perangkat desa , kewenangan tersebut hanya satu kali melaui seleksi internal perangkat desa Atas dasar inilah kepala desa bersama dengan BPD, Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat untuk dapat saling memahami hal ini dengan segala pertimbangan berdasarkan penilaian secara obyektif melalui proses ujian baik, praktek maupun tertulis.

    Dalam akhir sambutannya Kepala Desa Kuta menegaskan, dengan terbentuknya formasi yang baru diharapkan tetap mengedepankan kerjasama yang solid saling mengisi satu sama lain dengan suasana yang harmonis. Sehingga tercipta pelayanan masyarakat yang prima,  tetap terjaga kebersamaan antara satu dengan lainnya, jabatan boleh beda tetapi sebagai abdi negara, abdi masyarakat hendaknya utamakan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga tetap terlayani dengan baik dan cepat. Apalagi sarana prasarana sudah memadai. Dengan makin banyaknya program program yang berbasis pemberdayaan, makin banyak pula tugas dan tanggung jawab kita. Maka dari itu kita harus makin bekerja keras jangan berpangku tangan, berjuang demi kemajuan desa kita, Desa Kuta yang kita cintai. Ditambah program unggulan Bupati Pemalang Bp. H. Junaedi SH MM sedang gencar gencarnya mempromosikan Kabupaten Pemalang melalui Sistem Informasi Desa dan Kawasan Pemalang ( SIDEKEM), dan melalui PUSPINDES desa sedang gencar-gencarnya untuk  berlomba lomba dalam memberikan informasi tentang desanya masing masing melalui wibesite. Masih banyak lagi program yang berbasis online. Maka jelas persaingan makin terbuka, makin mencuat, makin ketat terutama dibidang teknologi Informasi menuju desa online.

    Kedua belas Perangkat Desa  Kuta yang telah diambil sumpah/janjinya dan dilantik tersebut adalah :

    [table id=26 /]

  • Ciri Khas Opak Singkong Kuta

    Ciri Khas Opak Singkong Kuta

    Duriyah (56 th) warga Dusun Suwuk RT 05 RW 04 Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang sudah puluhan tahun menekuni usahanya membuat  opak singkong.

    Dari awal hingga sekarang Duriyah memproduksi opak dengan ukuran yang  besar, kira-kira diameter 30 cm, ini merupakan ciri khas opak singkong dari Desa Kuta.  Singkong sebagai bahan bakunya ia peroleh dengan mudah,  ia mendapatkannya  langsung dari petani di Desa Kuta.

    Untuk membuat opak, singkong yang sudah dikupas, dipotong kecil-kecil (dirajang) kemudian dikukus dan setelah matang ditumbuk menjadi getuk. Selanjutya getuk digiling sampai tipis dan di buat bulat dengan cetakan. Terakhir dijemur sampai setengah kering di bawah sinar matahari. Opak yang sudah setengah kering kemudian dikemas dengan sederhana, yakni diikat dengan tali dari bambu per 50 lembar opak. Dan dimasukan dalam waring.

    Usaha yang ia tekuni tersebut selain dibantu anggota keluarganya, ia juga mempekerjakan tetangganya yang semuanya ibu-ibu sebanyak  7 orang.  Setiap hari ia menggolah sebanyak 2 kwintal singkong. Duriah tidak mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil produksinya, ia membawanya ke Pasar Bantarbolang tiap hari Rabu dan Minggu. Bahkan sering juga tengkulak datang lansung ke rumahnya.

    Sebagai salah satu UKM, Duriah sudah dua kali mendapatkan bantuan peralatan  dari Pemerintah Kabupaten Pemalang, terakhir berupa mesin penggiling untuk membuat getuk, pada bulan Maret 2016. Sebelunya ia membuat getuknya  secara manual dengan ditumbuk.