Category: Usaha

  • Kendala  Usaha Ternak Puyuh Petelor

    Kendala Usaha Ternak Puyuh Petelor

    Dalam situasi pandemi Covid 19 ini semua tidak ada yang mungkin bisa berbuat dalam usaha sebagai tambahan penghasilan satu diantaranya ternak puyuh petelor. Samsuri warga Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten yang juga mantan Kepala Desa Kuta menekuni usaha ini sejak September 2020, ia memilih ternak puyuh dengan pertimbangan ,mudah dalam pemeliharaan,tidak memerlukan lahan luas, bisa di kelola sendiri dan mudah dalam pemasaran/penjualan serta  pemberian air minum dengan system automatis.

    Kini ia memelihara 2.000 ekor puyuh  jenis puyuh blaster yang ditempatkan dalam 80 kandang box, dengan modal awal untuk pembuatan kandang, pembelian bibit sebesar 50 juta rupiah yang diperoleh dari pinjaman bank. Untuk pemasaran telor tidak mengalami kendala ,karena sudah ada pedagang yang siap menampung di Pasar Bantarbolang.

    Banyak kendala yang ia rasakan dalam  mengelola usahanya, begitu memasuki masa pandemi covid-19, hal yang paling dirasakan adalah mahalnya harga pakan ternak, turun atau lesunya harga jual di samping kesulitan dalam permodalan untuk mengembangkan usaha ternak puyuhnya.

  • Tempat Pemancingan Ikan, UMKM Baru di Desa Kuta

    Tempat Pemancingan Ikan, UMKM Baru di Desa Kuta

    Hobi memancing saat ini sedang menjadi tren, yang dilakukan semua kalangan baik anak- anak ,remaja maupun orang tua, hobi ini juga melanda sebagian  masyarakat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Bagi yang hobi memancing biasanya mereka melakukannya di sungai atau kali dan juga laut.

    Membaca peluang tersebut, Wahyu Nur Dwi Wijayanto, pemuda Dusun Suwuk Desa Kuta kini membuka usaha tempat pemacingan ikan yang berlokasi di Dusun Suwuk RT 01 RW 04, tepatnya di sisi timur  RT 01 RW 04 Dusun Suwuk sekita 300 meter dari jalan utama desa.  Tempatnya nyaman, dengan kolam berukuran 14 m X 28 m yang diisi dengan ikan lele. Meski tempat usaha pemancingannya belum selesai 100 %, namun tempat ini sudah mulai ramai  dikunjungi oleh para pemancing.

    Tempat ini selain dikunjungi oleh mereka yang tulen hobi memancing, juga dikunjungi mereka yang tidak tidak mempunyai keahlian memancing, karena memancing di kolam pemancingan tidak membutuhkan keahlian khusus, karena pemilik menyediakan ikannya dalam kaeadaan lapar, sehingga mudah untuk dipancing. Tidak harus bersusah payah kepanasan untuk mendapatkan ikan.

    Sebelumnya hal yang sama juga di lakukan oleh warga Dusun Kuta, Roahadi yang mengelola tempat pemancingan ikan , dengan memanfatkan sungai yang berada di Jembatan Kujang, jembatan penghubung antara dusun Kuta dan Dusun Sipanjang. Tempat ini pun sudah menjadi tujuan dari msyarakat Desa Kuta  yang hobi memancing.