Category: Potensi Desa

  • WARGA DUSUN KALIJERO DESA KUTA LATIHAN GENDINGAN

    WARGA DUSUN KALIJERO DESA KUTA LATIHAN GENDINGAN

    Warga Dusun Kalijero Desa Kuta latihan kesenian tradisional (gendingan) yang di lakukan dua kali dalam seminggu yang di laksanakan pada malam hari.

    Menurut Sudarno selaku penggiat kesenian tradisional (gendingan) yang ada di Dusun Kalijero Desa Kuta, kegiatan semacam ini di samping latihan bersama kegiatan ini juga untuk hiburan para pecinta kesenian tradisional untuk menghilangkan rasa lelah karena seharian bekerja di ladang. Di samping itu harapanya agar  warga banyak yang ikut latihan bersama walaupun dengan peralatan dan penerangan yang seadanya. Di samping masyarakat sekitar yang ikut latihan ada juga warga dari Desa tetangga yaitu warga dari Dusun Kemamang Desa Surajaya yang ikut latihan bersama.

  • Melestarikan Seni Budaya Jawa

    Melestarikan Seni Budaya Jawa

    Berenaka ragam seni budaya jawa salah satunya seni budaya Jawa. Desa kuta kecamatan Bantarbolang untuk bidang kesenian jawa masih melekat dihati masyarakat.  Diantaranya , Dalang, Warannggono, Penabuh Galamen, Jenis tari tarian. Ini semua adalah sebuah aset Desa, Bangsa dan Negara yang perlu dilestarikan. Saat ini jenis tarian lagi di gemari oleh anak dari tingkat Tk sampai dengan tingkat SLTA  dikelompokan menurut umur. Bertempat di Sanggar budaya Larasati yang ada di dusun Suwuk, desa Kuta yang dikelola Bapak Yasin Aman dan juga dilatih oleh putrinya. Kegiatan kesenian tari tarian ini sering ditampilkan pada momen tertentu seperti acara peringatan atau kegiatan lain dengan maksud untuk lebih memberikan semangat dan percayadiri tampil ditempat umum.

  • Pentas Wayang Golek Pada Peringatan Maulid Nabi

    Pentas Wayang Golek Pada Peringatan Maulid Nabi

    Pengurus Masjid Nurul Jannah Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang mengemas peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menampilkan pementasan wayang golek, Selasa (2/1), bertempat di depan Masjid Nurul Jannah Desa Kuta.

    Ketua panitia penyelenggara, Untung Sugiarso pada awal sambutannya mengatakan, Ini tidak seperti biasanya, Pengajian kali ini kami menampilkan potensi budaya yang ada di Desa Kuta. Dalang, sinden dan hampir semua wiyogo dari sanggar Pawiyatan Seni Desa Kuta. Panitia meminta maaf, karena keterlambatan dalam mengadakan peringatan maulid Nabi kali ini yang sudah tidak di bulan Rabbiul Awal, demikian tandas Untung Sugiarso.

    Sementara Kepala Desa Kuta, Samsuri mengingatkan kepada masyarakat Desa Kuta untuk tetap menjaga kerukunan dan dan budaya gotong yang selama ini sudah terpelihara dengan baik.

    Panitia menghadirkan penceramah Ustadz Muhammad Arifin dari Pemalang, sebelum ceramah pengajian dumulai diisi dengan pementasan wayang golek selama satu jam oleh dalang Unang Kusnardi, dari sanggar Pawiyatan Seni Desa Kuta. Unang Kusnardi yang juga merupakan Imam Masjid Nurul Jannah ini membawakan lakon “Sunan Kalijaga”. Setelah pentas selama kurang lebih satu jam dilanjutkan dengan ceramah oleh Ustazd Muhammad Arifin sampi dengan pukul 12 malam. Cerita tentang Sunan Kalijaga kembali dilanjutkan oleh dalang sampai pukul 2 pagi.

  • Keindahan Goa Laren dan Goa Masinggih

    Keindahan Goa Laren dan Goa Masinggih

    Minggu (25/12) kami serombongan yang berjumlah 13 orang mengunjungi Goa Laren dan Goa Masinggih. Kedua goa tersebut merupakan gugusan goa yang ada di Gunung Wangi, yang terletak di sebelah barat kurang lebih 1,7 km dari Dusun Sipanjang, Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang.

    Untuk menuju lokasi kami menggunakan kendaraan roda dua, tapi tidak sampai ke lokasi goa, perjalanan di lanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 50 meter, yang masih dalam keadaan semak belukar. Sembari berjalan kami membuat jalan setapak agar bisa di lewati. Karena kedua goa tersebut memang jarang dikunjungi para “tamu Gunung Wangi”.

    Kedua goa tersebut dan goa-goa yang lain belum dikelola layaknya tempat wisata, hanya para kunci yang mengelola, terutama kebersihannya, itupun di lingkungan goa tertentu, seperti Goa Sibuyung dan Penganten.

    Goa Laren

    Untuk masuk kedalam goa ini masih sulit, karena mulut goanya sempit, dan harus hati-hati. Setelah turun ke goa terdapat dinding kapur yang tinggi, sekitar 15 meter, dan apabila masuk lebih ke bawah lagi terdapat semacam ruangan yang yang cukup lebar. Di kedua dindingnya banyak stalaktit yang cukup indah, Di goa ini masih terdapat kelelawar, namun sudah tidak begitu  banyak.

    Goa Masinggih

    Mulut goa ini sangat lebar sehingga sangat mudah untuk memasukinya. Begitu masuk terdapat ruangan yang cukup luas. Di ruangan ini terdapat dinding goa yang cukup indah yang di hiasi oleh banyak stalaktit. Di goa ini juga masih banyak terdapat kelelawar. Di ujung ruangan ini terdapat lobang yang tembus keluar sehingga sinar matahari bisa masuk dan membuat ruangan goa tidak terlalu gelap.

    goa-masinggih-2

  • Ciri Khas Opak Singkong Kuta

    Ciri Khas Opak Singkong Kuta

    Duriyah (56 th) warga Dusun Suwuk RT 05 RW 04 Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang sudah puluhan tahun menekuni usahanya membuat  opak singkong.

    Dari awal hingga sekarang Duriyah memproduksi opak dengan ukuran yang  besar, kira-kira diameter 30 cm, ini merupakan ciri khas opak singkong dari Desa Kuta.  Singkong sebagai bahan bakunya ia peroleh dengan mudah,  ia mendapatkannya  langsung dari petani di Desa Kuta.

    Untuk membuat opak, singkong yang sudah dikupas, dipotong kecil-kecil (dirajang) kemudian dikukus dan setelah matang ditumbuk menjadi getuk. Selanjutya getuk digiling sampai tipis dan di buat bulat dengan cetakan. Terakhir dijemur sampai setengah kering di bawah sinar matahari. Opak yang sudah setengah kering kemudian dikemas dengan sederhana, yakni diikat dengan tali dari bambu per 50 lembar opak. Dan dimasukan dalam waring.

    Usaha yang ia tekuni tersebut selain dibantu anggota keluarganya, ia juga mempekerjakan tetangganya yang semuanya ibu-ibu sebanyak  7 orang.  Setiap hari ia menggolah sebanyak 2 kwintal singkong. Duriah tidak mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil produksinya, ia membawanya ke Pasar Bantarbolang tiap hari Rabu dan Minggu. Bahkan sering juga tengkulak datang lansung ke rumahnya.

    Sebagai salah satu UKM, Duriah sudah dua kali mendapatkan bantuan peralatan  dari Pemerintah Kabupaten Pemalang, terakhir berupa mesin penggiling untuk membuat getuk, pada bulan Maret 2016. Sebelunya ia membuat getuknya  secara manual dengan ditumbuk.

     

  • Peluang Usaha Kripik Pisang

    Peluang Usaha Kripik Pisang

    Kamis (22/12/2016) Kripik Pisang  buatan  salah satu UKM di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang ini sudah dikemas dan sudah siap dipasarkan ke Kecamatan Pemalang dan Petarukan dan juga ke Kabupten Kebumen.

    Juni Jarwati (38 th)  salah satu pelaku usaha kecil di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang  Kabupaten Pemalang menggeluti usahanya,  pembuatan kripik pisang bersama anggota keluarga lainnya. Perempuan yang juga menjadi  Pengurus TP PKK Desa Kuta ini sangat rajin dan ulet dalam berusaha. Usaha pembuatan kripik pisang yang ia lakukan sudah berjalan selama empat tahun.

    Bahan baku yang digunakan sangat melimpah di Desa Kuta, sehingga ia tidak mengalami kesulitan dalam memperolehnya, harganyapun terbilang masih murah. Pisang sebagai bahan baku diperoleh dari masyarakat sekitar dengan harga 15 ribu sampai 20 ribu per tandannya. Dalam sehari Juni bisa mengolah sebanyak 4 sampai 5 tandan pisang.

    Juni mengemas hasil produksinya dalam kemasan kecil yakni  ¼ kg dan juga kemasan 1 kg (satu bal). Kemasan kecil ia jual dengan harga 6 ribu rupiah, sementara kemasan 1 kg ia jual dengan harga 30 ribu rupiah.

    Saat ini Juni tidak mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil produksinya, karena banyaknya pesanan yang ia peroleh. Selain dipasarkan di wilayah Kecamatan Bantarbolang ia sering mendapatkan pesanan dari kecamatan lain.

    Usaha yang ia tekuni   tersebut hanya mempekerjakan anggota keluarganya, yakni suami, dan kedua orang tuanya. sementara apabila pesanan banyak ia baru mempekaerjakan tetangganya dalam proses produksi.

  • Goa Sibuyung, Potensi Wisata Desa Kuta Yang Terpendam

    Goa Sibuyung, Potensi Wisata Desa Kuta Yang Terpendam

    Minggu (11/12/2016), Kepala Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, Samsuri bersama rombongan yang berjumlah sebelas orang dengan dipandu oleh juru kunci, Slamet, melihat secara langsung potensi wisata yang ada di Desa Kuta, yakni Gugusan goa yang ada di Gunung Wangi.

    Gunung Wangi terletak di wilayah administrasi Desa Kuta dan berjarak sekitar 1,7 km ke arah barat dari Dusun Sipanjang Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang. Untuk menuju lokasi rombongan melakukannya dengan jalan kaki dari Dusun Sipanjang dan membutuhkan waktu sekitar satu jam. Akses untuk menuju lokasi masih sangat sulit, karena jalannya masih tanah dan berbatu (gamping).  Di Perbukitan yang orang setempat menyebutnya Gunung wangi terdapat gugusan goa, diantaranya Goa Sibuyung, Goa Penganten, Goa Siluman , Goa Bandung, Goa Laren dan Goa Angin. Goa-goa tersebut jaraknya saling berdekatan, kecuali Goa Sibuyung yang berjarak sekitar 500 meter ke arah utara dari gugusan goa lainnya.

    Dari sekian goa yang ada, rombongan hanya mengunjungi tiga goa yakni Goa Sibuyung yang terletak paling utara, Goa Penganten dan Goa Siluman. Karena ketiga goa tersebut yang sering dikunjungi oleh wisatawan, kunci Slamet menyebutnya sebagai “tamu”. Lebih lanjut Slamet menjelaskan bahwa hampir semua tamu yang kebanyakan dari luar Jawa  itu menginap atau tidur di ketiga goa tersebut, orang setempat menyebutnya dengan “nyepi”.

    20-a

    Sebagai juru kunci Slamet tidak sendiri, ada juru kunci lain yakni bernama bapak Tarno, yang juga berasal dari Dusun Sipanjang.

    Disamping gugusan goa di Gunung wangi juga terdapat pemandangan yang indah, yakni  tebing kapur yang tingginya hampir 20 meter yang sekelilingnya terdapat pohon yang besar dan tinggi. Untuk melihat lebih banyak keindahan di Gunung wangi  anda bisa melihatnya DI SINI.