Category: Berita

  • Pemasangan Tower Wifi di Desa Kuta

    Pemasangan Tower Wifi di Desa Kuta

    Kantor Balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang sekarang sudah ada fasilitas tower wifi. Pemasangan tower  di lakukan oleh merdeka net, pada hari selasa, 20 Desember 2016.

    Menurut Kepala Desa Kuta, Samsuri , tujuan pemasangan tower wifi adalah untuk mempermudah masyarakat pada umumnya dan khususnya perangkat Desa Kuta  dalam mengakses internet. Desa Kuta harus bisa mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang  semakin pesat. ini selaras dengan amanat pasal  56  Undang –Undang Nomor  6 Tahun 2014 tentang Desa . Disamping itu untuk memperkenalkan potensi yang ada di  Desa Kuta ke masyarakat luas, baik potensi wisata, usaha kecil, kuliner maupun potensi lainnya melalui website resmi desa. Lebih lanjut dijelaskan bahwa area Kantor Balai Desa Kuta nantinnya  dijadikan area free wifi bagi masyarakat.

  • Goa Sibuyung, Potensi Wisata Desa Kuta Yang Terpendam

    Goa Sibuyung, Potensi Wisata Desa Kuta Yang Terpendam

    Minggu (11/12/2016), Kepala Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, Samsuri bersama rombongan yang berjumlah sebelas orang dengan dipandu oleh juru kunci, Slamet, melihat secara langsung potensi wisata yang ada di Desa Kuta, yakni Gugusan goa yang ada di Gunung Wangi.

    Gunung Wangi terletak di wilayah administrasi Desa Kuta dan berjarak sekitar 1,7 km ke arah barat dari Dusun Sipanjang Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang. Untuk menuju lokasi rombongan melakukannya dengan jalan kaki dari Dusun Sipanjang dan membutuhkan waktu sekitar satu jam. Akses untuk menuju lokasi masih sangat sulit, karena jalannya masih tanah dan berbatu (gamping).  Di Perbukitan yang orang setempat menyebutnya Gunung wangi terdapat gugusan goa, diantaranya Goa Sibuyung, Goa Penganten, Goa Siluman , Goa Bandung, Goa Laren dan Goa Angin. Goa-goa tersebut jaraknya saling berdekatan, kecuali Goa Sibuyung yang berjarak sekitar 500 meter ke arah utara dari gugusan goa lainnya.

    Dari sekian goa yang ada, rombongan hanya mengunjungi tiga goa yakni Goa Sibuyung yang terletak paling utara, Goa Penganten dan Goa Siluman. Karena ketiga goa tersebut yang sering dikunjungi oleh wisatawan, kunci Slamet menyebutnya sebagai “tamu”. Lebih lanjut Slamet menjelaskan bahwa hampir semua tamu yang kebanyakan dari luar Jawa  itu menginap atau tidur di ketiga goa tersebut, orang setempat menyebutnya dengan “nyepi”.

    20-a

    Sebagai juru kunci Slamet tidak sendiri, ada juru kunci lain yakni bernama bapak Tarno, yang juga berasal dari Dusun Sipanjang.

    Disamping gugusan goa di Gunung wangi juga terdapat pemandangan yang indah, yakni  tebing kapur yang tingginya hampir 20 meter yang sekelilingnya terdapat pohon yang besar dan tinggi. Untuk melihat lebih banyak keindahan di Gunung wangi  anda bisa melihatnya DI SINI.

  • Pelaksanaan PMT-AS di Desa Kuta

    Pelaksanaan PMT-AS di Desa Kuta

    Kepala Desa Kuta dan Wakil Ketua TP PKK Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang memberikan makanan tambahan anak sekolah di SD Negeri 01 Kuta, Kamis, 10 Desember 2016.

    Menurut Kepala Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kegiatan PMT-AS (Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah) yang ada di Desa Kuta di alokasikan di dua sekolah yakni SDN 01 dan 04 Kuta yang bersumber dana dari APBDes Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp. 16.200.000,-. Lebih lanjut Kepala Desa Kuta menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana yang sebagian besar di ambil dari Pengurus POKJA II TP PKK Desa Kuta.

    Sementara Wakil Ketua TP PKK Desa Kuta, Tuinah menjelaskan bahwa kegiatan  PMT-AS ini bagian dari kegiatan yang ada di sepuluh program pokok PKK dan berlangsung selama 50 hari. PMT-AS itu sendiri bertujuan untuk :
    1.    meningkatkan kecukupan asupan gizi peserta didik melalui makanan tambahan;
    2.    meningkatkan ketahanan fisik dan kehadiran peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar;
    3.    meningkatkan kesehatan anak khususnya dalam penanggulangan penyakit kecacingan;
    4.    meningkatkan pengetahuan dan perilaku peserta didik untuk menyukai makanan lokal bergizi, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS);
    5.    meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan dan pengadaan pangan lokal; dan
    6.    meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya perbaikan gizi peserta didik, produksi pertanian, pendapatan masyarakat dan kesejahteraan keluarga.

    2Lisa Ainun Adha, salah satu murid SDN 03 Kuta merasa senang, karena setiap hari Senin sampai Kamis dirinya dan temen-temannya mendapatkan jajanan tambahan secara gratis dari PKK Desa Kuta. Namun demikian uang saku yang ia terima dari orang tuanya masih tetap.

  • Pemerintah Kabupaten Pemalang lakukan Diskusi Publik,

    Pemerintah Kabupaten Pemalang lakukan Diskusi Publik,

    Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam hal ini Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah melakukan diskusi publik dengan Kepala Desa, Plt Sekdes , Ketua BPD dan tokoh masyarakat se Kecamatan Bantarbolang, bertempat di pendopo kecamatan pada hari  Kamis, 1 Desember 2016.

    Diskusi publik membahas  tentang Pra Raperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa dan Pra Raperda tentang Perubahan Kedua Atas Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. Dalam diskusi tersebut bertindak selaku moderator  Camat Bantarbolang, Purjanto, SH dan bertindak selaku narasumber Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Drs.Wahyu Sukarno Adi Prayitno, M.AP.

    Sebelum diskusi tentang pembahasan kedua Pra Raperda tersebut di atas, Camat Bantarbolang melaporkan terkait masalah SOTK (Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa). Bahwasannya sebagian besar desa-desa di Kecamatan Bantarbolang sudah mengajukan rekomendasi camat agar  Peraturan Desa tentang SOTK dapat dievaluasi oleh kabupaten, dalam hal ini Bapermas –KB dan Bagian Hukum Setda Kabupaten Pemalang. Lebih lanjut Camat Bantarbolang menegaskan bahwa kekosongan jabatan sekretaris desa akan diisi melalui seleksi internal, yaitu seleksi yang diikuti oleh perangkat desa yang ada. Seleksi internal selain untuk mengisi kekosongan sekdes juga pengisian jabatan kepala urusan dan kepala seksi.

    Dalam awal pemaparannya Drs.Wahyu Sukarno Adi Prayitno, M.AP  selaku narasumber menyatakan bahwa berkaitan dengan Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa, Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang hendak memperbaiki aturan tentang pemilihan Kepala Desa. Hal ini berdasarkan pada dinamika yang berkembang di masyarakat dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128/PUU-X111/2015 mengenai ketentuan syarat domisili calon Kepala Desa. Atas dasar kedua alasan tersebut maka Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa, perlu disesuaikan.

    “Pada tahun 2016 ini ada 11 desa di Kabupaten Pemalang yang melaksanakan pemlihan kepala desa secara E-Vooting berbasis KTP Elektronik. Dari 11 desa tersebut ada 1 desa yang harus dilakukan pemilihan ulang, karena pemilih yang hadir tidak memenuhi quorum. Keberhasilan Kabupaten Pemalang dalam pilkades secara E-Vooting mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat. Dan rencananya pada tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Pemalang akan menyelenggarakan pilkades serentak di 171 desa secara E-Vooting berbasis KTP Elektronik”, demikian tambah Drs.Wahyu Sukarno Adi Prayitno, M.AP

    Perubahan atas Perda tentang pilkades bertujuan untuk menyiapkan dan menyempurnakan pelaksanaan pilkades tahun 2018 yang akan dijadikan sebagai landasan hukumnya. Perubahan tersebut diantaranya pasal 31 ayat (1) huruf m,  syarat lain nomor 6 yaitu terdaftar sebagai penduduk dan bertempat tinggal di desa setempat paling kurang 1 (satu) tahun terakhir dengan tidak terputus-putus kecuali sebagai putra desa,dihapus.

  • Pengrajin Palu Kayu, Sekali Kirim Raup Keuntungan 8 Juta Rupiah

    Pengrajin Palu Kayu, Sekali Kirim Raup Keuntungan 8 Juta Rupiah

    Kistolani (34) seorang pekerja dari Dusun Suwuk RT 05 RW 04 Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang ini sedang merakit palu kayu di tempat usaha ayahnya, yang terletak di bagian belakang rumahnya, Sabtu, 26 Nopember 2016. Ia bekerja bersama ayahnya,Tasir  yang seorang tukang kayu.

    Selain membuat kusen dan mebel pesanan, kedua orang tersebut memproduksi palu kayu yang juga pesanan dari Perusahaan karoseri mobil merk ternama di Jakarta. Palu yang ia produksi menggunakan kayu Kalimantan dengan ukuran, kepala palu panjangnya 15 cm dan diameter 6 cm sementara gagangnya, panjang 30 cm dan diameter 2,7 cm. “Ukuran tersebut harus tepat, karena itu pesanan dari pabrik” kata Tolani. Untuk memproduksi palu kami  hanya menggunakan mesin bubut sederhana dan mesin serut, tambahnya.

    Pesanan dari Jakarta biasanya berjumlah 2.000 buah, dan untuk memproduksinya mereka membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan. Satu buahnya dijual dengan harga Rp 12.000,- (dua belas ribu).  Setelah dipotong biaya bahan baku dan biaya pengiriman ke Jakarta pengrajin palu ini memperoleh keuntungan sebesar Rp.8.000.000,-, tapi keuntungan  sebesar itu belum termasuk biaya tenaga kerja selama satu bulan. Mereka tidak merinci biaya tenaga kerjanya, karena ia  bekerja secara sendiri, dibantu oleh anaknya, Tolani.
    .

  • Pemantapan SIDEKEM dan Website Desa oleh PUSPINDES

    Pemantapan SIDEKEM dan Website Desa oleh PUSPINDES

    Sebanyak 14 orang Perangkat Desa dari Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang mengikuti kegiatan pemantapan SIDEKEM (Sistem Informasi Desa dan Kawasan Pemalang) dan website  desa yang berlansung selama dua hari, Senin dan Rabu, 21 dan 23 Nopember 2016 bertempat di Puspindes ,Jl. GaTot Subroto Pemalang .

    Materi pada hari pertama  para peserta  diajarkan cara input    data penduduk,  data  awal yang digunakan menggunakan data dari DISDUK CAPIL (Dinas Kependudun dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pemalang).  Data dari  tersebut masih harus diedit agar siap diinput ke SIDEKEM. Pada hari kedua peserta diajarkan tentang mengisi dan mengedit website, mulai edit halaman  sampai memposting berita.

  • Membangun Saluran Drainase, Warga Desa Kuta Jaga Tradisi Gotong Royong

    Membangun Saluran Drainase, Warga Desa Kuta Jaga Tradisi Gotong Royong

    Warga Dusun Suwuk RT 03 RW 03 Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang mengawali kegiatan pembangunan saluran drainase dengan melakukan kerja bakti, Jumat, 18 Nopember 2016.
    Pembangunan saluran drainase yang berlokasi di Dusun Suwuk tersebut dibiayai dari APBDes Tahun Anggaran 2016 yang bersumber dari Dana Desa (DD) sebesar Rp 49.716.000,- Salah seorang warga Rozikin (40 ) merasa senang karena usulan warga RT 03 RW 03 yang diajukan pada musyawarah perencanaan pembangunan tahun 2015 dapat terealisasi pada tahun ini. “Pada musim hujan air mengalir lewat badan jalan sehingga jalan semakin rusak, dengan pembangunan saluran drainase penyebab kerusakan jalan dapat diminimalisir” tambah Rozikin.
    Nampak dengan senang hati dan guyub warga melakukan kerja bakti dan rencananya seluruh pekerjaan galian dilakukan dengan swadaya. Selain sawadaya tenaga, warga juga sudah menyiapkan swadaya dalam bentuk material yaitu batu kali.

  • Sebanyak 58 Rumah Tidak Layak Huni, direhab

    Sebanyak 58 Rumah Tidak Layak Huni, direhab

    Daskuni, warga Dusun Kalijero RT 04 RW 05 Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang sedang merehab rumahnya. Daskuni merupakan salah satu dari  RTM (Rumah Tangga Miskin) yang ada di Desa Kuta. Dinding yang semula terbuat dari bilik bambu kini diganti dengan pasangan batu bata, lantai yang masih tanah nantinya akan diganti dengan plester.

    Daskuni   dapat merehab rumahnya karena mendapat bantuan dana dari Pemerintah  (baca : APBN) melalui program BSPS (Bantuan Stimulan Pemugaran Rumah Swadaya) sebesar Rp 10.000.000,- Melalui program ini Desa Kuta mendapatkan bantuan sebanyak 48 rumah dari 60 rumah yang diajukan. Karena setelah proses verifikasi hanya 48 rumah yang layak untuk mendapat bantuan melalui program BSPS.
    Program BSPS merupakan salah satu program Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat  dalam menyelesaikan masalah rumah tidak layak huni (RTLH) atau sering dikenal sebagai program bedah rumah. Bentuk program ini adalah peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru, dilihat dari kualitas atap, lantai dan dinding rumah, untuk dapat memenuhi syarat kesehatan, keselamatan dan kenyamanan.

    Sementara 10 rumah tidak layak huni mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten masing masing sebesar Rp 5.000.000,-  Jadi  pada tahun 2016 ada sebanyak 58 rumah tidak layak huni yang direhab.

  • Meriahnya Festival Mangga Pemalang 2016

    Meriahnya Festival Mangga Pemalang 2016

    Ribuan warga Kabupaten Pemalang mengahadiri dan meramaikan acara Festival Mangga Pemalang 2016 yang dilaksanakan di Lapangan Desa Penggarit Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Sabtu, 5 Nopember 2016.

    Festival yang rencananya akan berlangsung sampai hari Minggu, 6 Nopember 2016 diawali dengan Arak-arakan “Pengantin Mangga” yakni Pangeran Wirasangka dengan Dewi Arum Manis yang diarak dari Makam Pahlawan Pangeran Benowo menuju Lapangan Desa Penggarit. Itu hanya simbol dari perkawinan mangga arum manis dengan wirasangka yang menghasilkan “Mangga Istana” yang akan menjadi ikon dan produk unggulan buah dari Pemalang. Setelah sepasang pengantin mangga tiba di lapangan selanjutnya diserahkan kepada Bupati Pemalang, H. Juanedi, S.H. M.M.

    Acara yang di dukung oleh Bank Jateng tersebut rencananya akan dibuka oleh Bapak Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H, MIP, namun beliau berhalangan hadir dan diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jawa Tengah Ir. Suryo Banendro, MP merasa bangga terhadap Kabupaten Pemalang yang berani menjadi buah mangga Istana sebagai ikon dan produk andalan Kabupaten Pemalang. “Itu membutuhkan proses dan pemikiran yang serius, Pemerintah Kabupaten harus menempuh proses sertifikasi dan memberikan suport kepada para petani mangga, mulai dari proses pemilihan bibit sampai pengolahannya” Demikian penekanan Gubernur Jawa Tengah dalam akhir sambutannya.

    10Sementara Direktur Utama Buah dan Flory, Dr. Sarwo Edi, SP, MM. mengharapkan budidaya mangga di Pemalang semakin maju dan bersaing di pasaran nasional maupun internasional. Terkait dengan kebijakan pemerintah dalam budidaya buah dan flory pemerintah secara bertahap ingin mengembangkan kawasan buah-buahan di Indonesia. Ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pemerintah selama ini masih mengimpor beberapa buah-buahan dari luar negeri. Dan secara bertahap pula impor buah akan dikurangi. Pemerintah telah meregistrasi kebun-kebun buah yang ada di Indonesia karena ini sebagai syarat untuk bisa diekspor. Dalam akhir sambutannya beliau mengharapkan Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam hal ini Dinas Pertanian bisa menginventarisir kebun-kebun buah yang ada di Pemalang untuk dilakukakan registrasi.

    Dalam acara Festival Mangga tersebut juga dilakukan penandatanganan MOU (Memorandum of Understanding) atau nota kesepahaman antara Bank Jateng dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) seluruh desa di Kabupaten Pemalang. Hari pertama kegiatan Festival Mangga dimeriahkan dengan acara makan mangga bersama yang dibuka oleh Bupati Pemalang, H. Junaedi, S.H. M.M. Ada yang unik dari acara ini, yakni cara makannya, yaitu dengan cara “Puntir Tengah”. Mangga dipotong tengahnya sampai mengenai biji, lalu dipuntir dan dimakan dengan sendok. Dan acara ini langsung dicatat dalam Rekor Muri, Makan mangga dengan peserta terbanyak yakni sebanyak 1.386 peserta.

  • Rehab Balai Desa Kuta Capai 65 %

    Rehab Balai Desa Kuta Capai 65 %

    Para pekerja masih melakukan pekerjaan finishing untuk kegiatan Rehab  Bangunan Balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, Selasa, 25 Oktober 2016. Kegiatan yang dimulai bulan Juni 2016 tersebut  dan diperkirakan akan berakhir (65 %) pada  bulan Desember 2016.

    Menurut Kepala Desa Kuta, Samsuri, Karena keterbatasan lahan, Pemerintah Desa Kuta mengambil keputusan untuk mengembangkan ruang Balai Desa Kuta menjadi dua lantai, yakni  Lantai 2 dengan luas 81 m2. Keputusan tersebut sudah  tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengangah Desa Kuta Tahun 2016-2021.  Pengembangan Balai Desa Kuta secara keseluruhan membutuhkan dan sebesar Rp. 535.000.000,- Pada tahun ini dialokasikan dana sebesar Rp. 210.000.000,- yang bersumber dari dana ADD (Alokasi Dana Desa) sebesar Rp. 110.000.000,- dan Bantuan Kabupaten sebesar Rp. 100.000.000,-.

    Kepala Desa Kuta lebih jauh menjelaskan, “Karena keterbatasan dana yang ada kegiatan ini dilakukan secara bertahap, dimulai tahun 2014 dan diperkirakan selesai 100 % pada tahun 2017.  Lantai atas nantinya akan digunakan untuk ruang PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), BPD dan para Kadus (Kepala Dusun), sementara untuk pelayanan, ruang Kades tetap menempati lantai satu.”