Category: Berita

  • Pemdes Kuta Salurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT)

    Pemdes Kuta Salurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT)

    Sebanyak 292 Keluarga penerima manfaat  Desa Kuta  menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa  bertempat di Pendopo Balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang,  Rabu, 20 April 2020.

    Cahyono, Kepala Desa mengatakan bahwa Penyaluran BLT DD merupakan bantuan langsung tunai  yang bersumber dari  Dana Desa, untuk Desa Kuta penyalurannya dengan sistem tunai, masing- masing KPM menerima  uang sebesar Rp. 600.000,- ini adalah alokasi bulan April 2020.

    Sampai saat ini bantuan sosial yang sudah diterima masyarakat Desa Kuta terdampak covid-19 non PKH dan BPNT ada 574 KPM , yang terdiri atas : 21 KPM penerima BST (Bantuan Sosial Tunai) Kemensos, yang nominalnya  sebesar Rp. 600.000,- 261 KPM penerima BLT Kabupaten dengan nominal Rp. 200.000,-

  • Musyawarah Desa Khusus Penetapan Calon Penerima BLT DD

    Musyawarah Desa Khusus Penetapan Calon Penerima BLT DD

    Musdessus (Musyawarah Desa Khusus) penetapan calon penerima BLT DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa) oleh pemerintah Desa Kuta beserta beberapa kelembagaan masyarakat Desa Kuta, serta ketua RT/RW Desa Kuta yang dilaksanakan di pendopo Balai Desa Kuta, Jum’at 8 Mei 2020. Musyawarah tersebut dilakukan untuk mengesahkan bakal calon penerima BLT DD. Adapun Musdessus tersebut dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan dipandu oleh M. Sodik selaku Sekdes.
    Acara yang pertama adalah sambutan oleh Kepala Desa Kuta, Cahyono. Acara ini adalah acara validasi, finalisasi, dan penetapan data keluarga penerima BLT DD. Cahyono menyampakan bahwa semua kepala desa mempunyai masalah yang sama terkait bansos. Mengingat penerima bansos harus tepat sasaran dan sesuai dengan persyaratan penerima, orang yang sama sekali belum tersentuh bantuan jangan sampai terlewatkan. Hal tersebut juga tentunya akan menimbulkan kecemburuan social karena sumber dana yang disalurkan berbeda-beda. Adapun bantuan yang akan disalurkan oleh desa berasal dari 5 sumber, antara lain Bansos Provinsi, Sembako Kemensos, BLT Covid, BLT Kabupaten, dan BLT DD. Dari 5 sumber bantuan tersebut, data peserta penerima yang belum final dan yang dibahas pada musyawarah tersebut adalah BLT DD.
    Musyawarah berlangsung lancar dan apapun hasil itu sudah keputusan bersama yang ditetapkan pada saat itu oleh semua pihak yang telah hadir. Pemandu acara membacakan data perdusun, kemudian dari perwakilan dusun tersebut bisa menghapus data atau menambah data penerima sesuai dengan kesepakatan bersama dan melihat keadaan peserta apakah memenuhi syarat atau tidak. Setelah dilakukan validasi jumlah total yang awalnya 156 berkurang 3 dan bertambah 20, jadi total penerima BLT DD adalah 173 peserta/kk yang tersebar di seluruh dusun di Desa Kuta. Pemerintah Desa memberikan kesempatan untuk menambah kuota penerima BLT DD menjadi 180 peserta, data yang akan diajukan akan ditunggu hingga Senin, 11 Mei 2020.
    Berikut data penerima bansos dari lima sumber.
    1. Bansos Provinsi, data peserta yang menerima ada 163 peserta. Bentuk bantuanya berupa sembako yang akan diberikan selama 3 bulan.
    2. Sembako Kemensos, data peserta yang menerima 181 peserta. Bentuk bantuanya berupa sembako selama 9 bulan.
    3. BLT Covid, data peserta yang menerima ada 40 peserta. Bentuk bantuanya berupa uang Rp. 600.000,- selama 3 bulan.
    4. BLT Kabypaten, data peserta yang menerima ada 161 peserta. Bentuk bantuanya berupa uang Rp. 200.000,- selama 3 bulan.
    5. BLT DD, data peserta yang menerima total 190 peserta. Bentuk bantuanya berupa uang Rp. 600.000,- selama 3 bulan.
    Pada akhir acara perwakilan dari Polsek Bantarbolang menyampaikan bahwa bantuan bervariasi jumlah nominal dan jangka waktunya. Polsek Bantarbolang tidak ingin mendengar konflik social di Desa Kuta. Penerima bantuan juga jangan sampai salah sasaran.
  • Cegah Covid-19, Warga Desa Kuta yang Mudik Wajib Lapor

    Cegah Covid-19, Warga Desa Kuta yang Mudik Wajib Lapor

    Warga Desa Kuta yang baru pulang dari perantauan wajib lapor kepada pemerintah desa atau relawan yang berjaga pada posko-posko pencegahan yang ada di Desa Kuta untuk diperiksa. Adapun posko-poskonya terletak di Dusun Penusuhan, di balai Desa Kuta, dan di Dusun Sipanjang. Masing-masing relawan di posko sudah dijadwalkan per shift siang dan malam. Otomatis posko akan buka 24 jam untuk mendata warga yang baru datang dari perantauan. Warga yang melapor akan dimintai data pribadi dan keterangan tentang kondisi kesehatan yang dirasakan pada saat itu.

    Langkah pertama yang dilakukan oleh warga yang baru datang dari perantauan adalah lapor ke relawan covid-19 yang ada di posko pencegahan, laporan yang disampaikan antara lain identitas diri, asal perantauan, tanggal dan jam tiba di desa kuta, kemudian keluhan-keluhan kesehatan. Apabila warga yang baru pulang dari perantauan mengalami keluhan seperti demam, batuk, tenggorokan sakit, sesak nafas, dan lemas maka harus langsung datang ke puskesmas Bantarbolang untuk diperiksa lebih lanjut. Warga yang baru datang tanpa keluhan apapun tidak perlu datang ke puskesmas, cukup isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, setelah sampai rumah tidak boleh langsung berinteraksi dengan anggota keluarga, yang harus dilakukan adalah membersihkan diri terlebih dahulu, semua pakaian yang dipakai harus langsung dicuci menggunakan ditergen, kemudian mandi hingga bersih. Setelah itu juga harus menjaga jarak dengan anggota keluarga, boleh berinteraksi tetapi harus menjaga jarak sekitar 1 meter atau mengisolasi mandiri selama 14 hari, dan yang paling penting harus menjaga kesehatan dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun ketika selesai beraktifitas atau akan memulai aktifitas, serta menggunakan masker jika akan ke luar rumah. Sementara itu warga yang baru datang yang mengalami keluhan apabila terpaksa harus pulang ke rumah dulu maka yang harus dilakukan adalah seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, harus membersihkan diri terlebih dahulu dan menggunakan masker.

    Adapun data per 18 April 2020 sudah tercatat 225 warga Desa Kuta yang sudah pulang dari perantuan. Semuanya tanpa gejala apapun dan sudah diarahkan untuk isolasi mandiri di rumah. Selain lapor di posko pencegahan, warga Desa Kuta juga dapat lapor secara onine dengan mengakses Website resmi Desa Kuta pada laman lapor, di sana terdapat formulir yang dapat disi oleh warga dan secara otomatis langsung masuk ke data pemerintah Desa Kuta. Sementara itu Pemkab. Pemalang melalui Puspindes juga sudah menyediakan layanan lapor online, bagi warga Desa Kuta yang belum atau sudah pulang tapi belum sempat lapor mulai sekarang bisa lapor diri melalui laman platform http://kawalmudik.anakdesa.id pada menu lapor mudik. Pendataan warga yang baru pulang dari perantauan diperkirakan akan berlangsung sampai Hari Raya Idul Fitri atau sampai pandemi ini berakhir. Masyarakat dihimbau untuk tetap di rumah saja, kecuali jika dalam keadaan yang mengharuskan untuk beraktifitas di luar rumah, jangan lupa untuk selalu menggunakan masker jika berada di luar rumah.

  • Pembentukan Tim Relawan Desa Siaga Lawan Covid-19 di Desa Kuta

    Pembentukan Tim Relawan Desa Siaga Lawan Covid-19 di Desa Kuta

    Pemerintah Desa Kuta melakukan upaya lagi dalam pencegahan Virus Corona (Covid-19) menyebar ke Desa Kuta dengan membentuk tim relawan desa siaga lawan Covid-19 sesuai dengan Surat keputusan Kepala Desa Nomor. 440/13/III/Tahun 2020 tentang pembentukan tim relawan desa siaga lawan Covid-19 Desa Kuta Kecmatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Pembentukan tim relawan dilakukan langsung oleh Kepala Desa beserta perangkat desa, BPD, Tokoh Masyaratak dan tokoh agama, karang taruna, dan beberapa masyarakat setempat serta perwakilan dari tenaga kesehatan Puskesmas Bantarbolang, pada tanggal 30 Maret 2020 di balai Desa Kuta. Tim relawan yang sudah dibentuk nantinya akan ditempatkan pada posko yang tersebar di Desa Kuta.

    Pada acara tersebut, Nanda selaku perwakilan dari puskesmas bantarbolang menyampaikan beberapa hal yaitu tentang Covid-19, penyebaran, dan pencegahanya. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Vitus Corona (Covid-19) menyebar dengan sangat cepat. Indonesia sendiri sudah termasuk negara yang setiap hari pasien positif Covid-19 terus bertambah, pemerintah pusat sudah memerintahkan kita untuk #dirumah aja, bekerja di rumah, beribadah di rumah, dan belajar di rumah. Sekolah dan universitas sudah mulai diliburkan tetapi tetap pembelajaran berlangsung dari rumah masing-masing, sebagaian pekerja sudah melakukan Work From Home atau berkerja dari rumah. Sebagai upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19, maka sebagai masyarakat kita wajib melakukan berbagai hal yang sudah dihimbau oleh pemerintah yaitu selalu mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker bila batuk dan flu, untuk sementara #dirumahaja, jangan berpergian jika tidak dalam keadaan darurat, semprotkan disinfektan ke beberapa titik di rumah yang sering di pegang, dan yang paling utama tidak usah panik terhadap info-info yang muncul di berbagai media sosial.

    Sementara itu Nanda juga menghimbau untuk masyarakat Desa Kuta yang baru pulang dari daerah yang terdampak Covid-19 harus melapor kepada Kepala Desa atau ke posko-posko yang sudah dibentuk dan sudah ada tim relawanya. Jika terjadi gelaja seperti demam, batuk, dan flu harap segera memeriksakan diri ke puskesmas dan jika tidak terjadi gejala apapun harap untuk mengisolasi diri di rumah selama 14 hari. Masyarakat yang pulang dari perantauan atau daerah yang terpapat Covid-19 otomatis sudah menjadi ODP (Orang Dalam Pengawasan). Wabah Covid-19 sudah menjadi masalah yang serius yang harus dihadapi bersama.

  • Cegah Covid-19, Perangkat Desa Kuta dibantu Warga Lakukan Penyemprotan Disinfektan

    Cegah Covid-19, Perangkat Desa Kuta dibantu Warga Lakukan Penyemprotan Disinfektan

    Perangkat desa kuta dibantu warga setempat melakukan penyemprotan disinfektan sebagai upaya pencegahan Covid-19 (Virus Corona) menyebar ke Desa Kuta. Penyemprotan disinfektan yang sementara ini sudah dilakukan yaitu di Dusun Suwuk dan Dusun Kalijero, dilakukan selama dua hari yaitu tanggal 27 maret 2020 di Dusun Suwuk, sementara di Dusun Kalijero tanggal 28 Maret 2020. Adapun lokasi yang disemprotkan disinfektan antara lain, jalan suwandi, masjid dan mushola, sekolah, pos ronda, dan tempat umum lainya.

    Bahan yang digunakan dalam membuat disinfektan adalah berupa air yang dicampur dengan pembersih lantai dan bayclean. Oembuatan disinfektan tersebut diadopsi warga dari berbagai sumber yang sudah banyak di media sosial tentang cara pembuatan cairan disinfektan. Setelah cairan disinfektan sudah ada, kemudain perangkat desa dan warga berkeliling dengan menggunakan mobil pick up dan melakukan penyemprotan di sejumlah lokasi dengan mesin diesel.

    Kegiatan ini sebagai bentuk usaha pemerintah dan warga dalam upaya pencegahan Covid-19 yang sedang merajalela. Sementara itu di dalam kondisi sekarang, diharapkan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat, dan masyarakat Desa Kuta untuk menerapkan kesadaran untuk membantu mengurangi penyebaran Virus Corona terutama di lingkungan Desa Kuta.

  • Reses Anggota DPRD Kabupaten Pemalang Dapil 6 Tahun 2020 di Desa Kuta

    Reses Anggota DPRD Kabupaten Pemalang Dapil 6 Tahun 2020 di Desa Kuta

    Dyah Widiharti, selaku anggota DPRD Kabupaten Pemalang Dapil 6 melakukan reses di Desa Kuta (Minggu, 15 Maret 2020). Kegiatan reses tersebut dihadiri oleh sejumlah lapisan masyarakat Desa Kuta, antar lain Kepala Desa Kuta beserta perangkat desa, pengurus PKK, anggota BPD, LPMD, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta anggota paguyuban kuta budaya. Reses berlangung dari pukul 13.30 – 16.00 WIB. Kagiatan tersebut adalah kewajiban anggota dewan dalam menampung asipirasi masyarakat terkait permasalahan-permasalahan yang ada di desa tersebut untuk kemudian akan disampaikan ke pemerintah pusat.
    Sebelum reses dilakukan, Cahyono selaku Kepala Desa Kuta menyampaikan beberapa hal antara lain masyarakat Desa Kuta diharapkan untuk bersama-sama menyampaikan aspirasi terkait permasalahan yang ada di Desa Kuta, dan kegiatan seperti ini tidak hanya untuk menggugurkan kewajiban anggota dewan tetapi dapat membawa manfaat yang nyata untuk Desa Kuta dan Kecamatan Bantarbolang, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu Dyah Widhiarti selaku anggota DPRD Kabupaten Pemalang Dapil 6 menyampaikan bahwa aspirasi masayarakat Desa Kuta yang disampaikan dalam kegiatan tersebut akan dicover untuk diajukan dalam Muslenbang 2020, akan tetapi setiap anggota dewan hanya dapat mengangkat dua kegiatan atau permasalahan dari masing-masing desa.
    Penyerapan aspirasi dimulai, masyarakat Desa Kuta mulai menyampaikan beberapa permasalahan yang ingin segera terselesaikan. Antara lain adalah perbaikan jalan kabupaten, yang kondisinya memang sudah sangat rusak itu berharap dapat segera diatasi karena sudah banyak warga yang jatuh, kemudian aspirasi masyarakat dibidang kebudayaan yaitu mengingat Desa Kuta merupakan salah satu desa yang aktif di bidang kesenian daerah diharapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat secra rutin menengok kegiatan sanggar kebudayaan yang ada di Desa Kuta, selain itu juga permasalahan PKH yang tidak tepat sasaran.
  • Admin IT Desa Kuta ikuti Pelatihan  Pengelolaan Website Desa di Hotel The Winner Pemalang

    Admin IT Desa Kuta ikuti Pelatihan Pengelolaan Website Desa di Hotel The Winner Pemalang

    Admin IT Desa Kuta, Isya Dina Kamalia mengikuti Pelatihan Pengelolaan Website Desa yang diselenggarakan oleh Puspindes di Hotel The Winner Kabupaten Pemalang, Rabu 4 Maret 2020. Pelatihan Website Desa dengan Tema Peningkatan Kapasitas Admin Desa dalam Pengelolaan Website Desa tersebut terbagi menjadi empat angkatan yang diselenggarakan selama empat hari, yaitu dimulai dari tanggal 2 Maret 2020 sampai 5 Maret 2020. Wilayah kecamatan Bantarbolang mendapat jadwal untuk megikuti pelatihan pada hari ke-3 tanggal  4 Maret 2020, bersama dengan dua kecamatan lainya yaitu Kecamatan Pemalang dan Kecamatan Taman. Acara tersebut dihadiri oleh Sri Agustiningsih, SH, MH selaku Kabid Pembangunan Informasi Desa dan Kawasan Pedesaan Dinpermasdes Kabupaten Pemalang  dan Ahmad Sutoto, S. Sos, MM selaku Kasi Pengembangan Infromasi Desa Dinpermades Kabupaten Pemalang.
    Acara dimulai sekitar pukul 10.00, dibuka langsung oleh Ibu Sri Agustiningsih, SH, MH, beliau menyampaikan bahwa kegiatan sistem informasi desa menjadi kegiatan prioritas pemerintah, karena dari kegiatan tersebut akan mudah diketahui oleh masyarakat luas tentang perkembangan desa, aktivitas desa, dan transparasi kegiatan yang ada di desa. Sementara itu Bapak Ahmad Sutoto, S. Sos, MM menambahkan bahwa website desa dan IT desa itu harus dianggarkan, karena biasanya untuk anggaran IT desa itu sering terlewatkan.
    Acara selanjutnya yaitu pemberian materi oleh Juan dari Puspindes. Materi yang diberikan berfokus pada perbaikan halaman website, karena semakin menarik halaman website maka akan semakin menarik pengguna internet untuk membukanya, materinya slah satunya adalah cara membuat elementor pada halaman depan website. Para admin desa yang mengikuti pelatihan tersebut diharapakan dapat menerapkan di desa masing-masing. Setelah semua materi sudah diberikan kemudian acara ditutup oleh Ahmad Sutoto, S. Sos, MM. Admin Desa yang mengikuti pelatihan tersebut diharapkan dapat terus aktif memgembangkan website desa masing-masing, mengingat website desa merupakan media informasi publik supaya masyarakat dapat melihat transparansi pemerintah dalam melakukan kegiatan apapun.

     

     

     

  • Harlah Paguyuban Kuta Budaya ke-2 dan Pengukuhan Nama Lapangan Sepak Bola Desa Kuta

    Harlah Paguyuban Kuta Budaya ke-2 dan Pengukuhan Nama Lapangan Sepak Bola Desa Kuta

    Kiprah Paguyuban Kuta Budaya (PAKUDAYA) kini sudah genap 2 tahun. Acara peringatan ulang tahun PAKUDAYA tersebut dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 2020,  bertempat di Balai Desa Kuta. Kepala Desa Kuta, Pamong Desa Kuta, sesepuh, serta masyarakat Desa Kuta turut hadir untuk menyaksikan acara tersebut. PAKUDAYA merupakan paguyuban grup karawitan dari berbagai golongan. Mulai dari grup karawitan anak SD, Karang Taruna, Ibu-ibu PKK, dan beberapa grup dari masyarakat  Desa Kuta. Oleh karena itu dalam acara tersebut masing-masing grup menampilkan hasil latihan selama ini yang terdiri dari berbagai langgem-langgem Jawa.

    Grup karawitan SD menjadi pembuka pra acara dalam acara tersebut, kemudian disusul grup karawitan ibu-ibu PKK dan Karang Taruna putri. Walaupun ada yang baru laihan 5 kali namun sudah terlihat sangat pandai memainkan gamelan. Memasuki acara inti yaitu pemotongan tumpeng oleh Kepala Desa Kuta sebagai wujud syukur atas kesuksesan PAKUDAYA sebagai wadah bagi warga desa kuta dalam melestarikan kesenian Jawa khususnya Karawitan. Sementara itu, selain perayaan ulang tahun PAKUDAYA, acara tersebut juga mempunyai agenda lain yaitu pemberian nama untuk lapangan Desa Kuta. Atas keputusan bersama lapangan Desa Kuta diberi nama “Kridaku” yang artine Krida (gerak), Ku (Kuta), diharapkan seluruh elemen Desa Kuta, baik pemerintah ataupun amsyarakatnya dapat terus bergerak, bekerja bersama membangun Desa Kuta menjadi lebih baik lagi.

    Setelah pemotongan tumpeng kemudian dilanjutkan penampilan grup karawitan dari ibu-ibu RT, dan grup pemuda Desa Kuta hingga acara berakhir sekitar pukul 24.00. Desa Kuta mempunyai banyak sekali potensi budaya, salah satunya PAKUDAYA. Walaupun baru berjalan 2 tahun, tapi sudah memberikan hasil yang nyata untuk Desa Kuta. Harapanya PAKUDAYA ke depanya dapat terus menajadi wadah masyarakat Desa Kuta dalam melestarikan kesenian Jawa.

  • Kades Kuta Lantik Sekdes Baru

    Kades Kuta Lantik Sekdes Baru

    Dalam mengisi kekosongan Perangkat Desa Kuta kecamatan Bantarbolang kabupaten Pemalang,telah berlangsung Pelantikan dan Pengambilan sumpah jabatan Perangkat Desa dengan jabatan Sekretaris Desa atas nama Muhammad Sodiq. Selasa ( 31/12/2019)

    Acara di mulai Pukul 13.00 WIB dan dihadiri Muspika Kecamatan Bantarbolang , BPD, LPMD, PKK, Ketua RT/RW , Tokoh masyarakat dan tamu undangan.Acara di awali dengan menyanyikan lagu  “ INDONESIA RAYA “ di lanjutkan Pembacaan surat keputusan oleh Kepala Desa Kuta tentang Pengangkatan jabatan Perangkat Desa.

    Setelah dua acara di lewati , kemudian acara selanjutnya pengambilan sumpah dan pemberian SK oleh kepala Desa Kuta.Dalam acara sumpah janji jabatan Perangkat Desa baru Muhammad Sodiq selaku calon sekdes menirukan kata kata Kepala Desa hingga suasana terasa menjadi hikmat dan sakral.

    Kepala Desa Kuta,Cahyono dalam sambutanya mengucapkan terima kasih kepada segenap Panitia dan selamat kepada sekdes baru yang secara sah sudah di lantik , tidak lupa pula ucapan terimakasih kepada tamu undangan yang telah hadir dalam acara ini .” Semoga sekdes baru bisa mengemban amanah, menjalankan tugasnya dengan baik mengabdi kepada desa dan masyarakat dan bisa melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai sekdes ” tegasnya.

    Camat Bantarbolang Drs.Abdul Rachman,M.Si juga tidak luput memberikan ucapan selamat kepada sekdes baru,Dalam sambutanya Camat Bantarbolang berharap dengan adanya sekdes baru bisa bekerja sama dengan baik, disiplin dalam menjalankan tugas nya, bisa menyesuaikan dengan lingkungan agar Desa Kuta lebih maju kedepanya ”terangnya.

    Acara terakhir ditutup denga ramah tamah dan pemberian ucapan selamat dari hadirin untuk sekdes baru.( Mas D’jo )

  • Pelatihan Pemberdayaan Perempuan di Bidang IT

    Pelatihan Pemberdayaan Perempuan di Bidang IT

    Kuta, Bantarbolang – Pemerintah Desa Kuta mengadakan Pelatihan Pemberdayaan Perempuan di Bidang IT bagi sejumlah perempuan di Desa Kuta. Kegiatan ini bertempat di Balai Desa Kuta dan berlangsung  selama dua hari, yaitu Jumat-Sabtu (20-21/12) pukul 13.00-15.30 WIB untuk hari pertama dan pukul 08.00-14.00 WIB untuk hari kedua.

    “Dengan adanya pelatihan di bidang IT bagi  perempuan, diharapkan dapat meningkatkan jumlah jurnalis di Desa Kuta. Dengan bertambahnya jumlah jurnalis diharapkan dapat menambah konten di website desa yang sudah terbentuk. Selain itu, para Ibu PKK juga dapat membuat administrasi PKK menggunakan komputer” ujar Cahyono, Kades Kuta. Tujuan itu memang tidak terlepas dari peran IT yang sangat penting saat ini.

    Pelatihan di bidang IT ini memang dikhususkan untuk perempuan di Desa Kuta. Sebanyak 25 peserta ikut dalam pelatihan ini, mulai dari kalangan remaja sampai ibu rumah tangga. Setiap peserta juga diwajibkan untuk membawa laptop agar mudah dalam penyampaian materi di bidang IT. Narasumber yang dihadirkan dalam pelatihan ini dari PUSPINDES Kabupaten Pemalang, yaitu Faur, Erwanto, dan Gatot. Dalam penyampain materi terbagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok atas untuk Ibu PKK yang berfokus pada pembuatan laporan PKK dan kelompok bawah yang berfokus pada pembuatan berita dan artikel di website desa.