Author: AdminDesa

  • Hari ini, 200 Warga Kuta Tervaksin Dosis Pertama

    Hari ini, 200 Warga Kuta Tervaksin Dosis Pertama

    Kuta.desa.id, Hari ini, Senin(13/9) bertempat di Pendopo Balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, warga  Desa Kuta sebanyak 200 orang mengikuti kegiatan vaksinasi yang dilakukan oleh Puskesmas Bantarbolang.

    Beberapa hari sebelum kegiatan vaksin sudah diumumkan ke warga, tercatat sebanyak 287 orang yang berminat dan mendaftar vaksin. Sementara kuota dari Puskesmas hanya 200 orang, untuk menghindari rebutan nomor antri  maka Pemerintah Desa Kuta menggunakan sistem undangan. Untuk yang belum mendapatkan undangan maka akan diikutkan dalam program vaksinasi berikutnya dari Puskesmas, pada hari ini vaksin yang digunakan adalah vaksin Sinovac, demikian disampaikan Bidan Desa Kuta, Endang Sri Supriyati di awal acara vaksinasi.

    Kepala Desa Kuta, Cahyono menyebutkan bahwa sampai hari ini warga Kuta yang sudah tervaksin lengkap (dosis pertama dan kedua) sebanyak 220 orang, dan 240 orang tervaksin dosis pertama. Jadi total ada 460 orang dari 4.800 penduduk yang ada di Desa Kuta. Sekarang ada kecenderungan peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengikuti program vaksin. Terbukti dengan terpenuhi kuota sebanyak 200 orang dengan cepat.

  • Pemdes Kuta Salurkan BLT DD Alokasi Bulan September

    Pemdes Kuta Salurkan BLT DD Alokasi Bulan September

    Kuta.desa.id, Pemerintah  Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang pada hari Jumat, (10/9) menyalurkan Bantuan Lansung Tunai (BLT) Dana Desa untuk alokasi bulan ke-9 atau bulan September, bertempat di pendopo Balai Desa Kuta.

    Pada bulan September ini , jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masih tetap dengan bulan bulan sebelumnya, yaitu sebanyak 215 KPM, yang masing masing KPM menerima sebesar 300 ribu per bulannya. Nama dan jumlah KPM ini merupakan keputusan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang sudah dilaksanakan sebanyak dua kali di tahun 2021.

    Kepala Desa Kuta, Cahyono sebelum acara pembagian BLT menghimbau kepada  warga untuk selalu menaati protokol kesehatan dengan mentaati 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas atau perjalanan). Kepala Desa Kuta juga memastikan bahwa nantinya setiap KPM akan menerima BLT sebanyak 12 kali.

  • Pembangunan Talud Jalan di Dusun Sipanjang

    Pembangunan Talud Jalan di Dusun Sipanjang

    Jalan Penghubung antara Dusun Sipanjang, Desa Kuta dengan  Desa Glandang dengan panjang 1. 2 km, 800 meter diantaranya masuk dalam wilayah administrasi  Desa Kuta, sementara sisanya 400 meter  masuk wilayah administrasi Desa Glandang.

    Jalan ini merupakan akses warga Dusun Sipanjang  untuk menuju Kantor Desa Kuta, Desa Glandang dan Kantor Kecamatan Bantarbolang. Di samping kanan dan kiri jalan ini terdapat lahan pertanian (Sawah Glandang) yang penggarapnya adalah warga Desa Kuta dan Glandang. Jalan ini merupakan slip Perhutani yang lebar awalnya adalah 9 meter, namun dalam perkembangan dari tahun ke tahun  di beberapa titik   lebarnya menjadi 7 meter.

    Di lokasi ini, Pemerintah Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang pada tahun 2021 membangun  talud jalan sepanjang 200 meter.  Pembangunan talud jalan ini merupakan usulan hasil Musrengbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Kabupaten Pemalang Tahun 2020, Dengan usulan awal sepanjang 400 meter. Namun karena  pandemi Covid-19, pembangunan baru dapat dikerjakan pada tahun ini. Itupun hanya 200 meter dari 400 meter yang diusulkan. Pembangunan ini mengahbiskan dana sebesar Rp 88.040.000,- yang berasal dari Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa yang bersifat khusus dari APBD Kabupaten Pemalang Tahun 2021.

  • Tanjakan Suwuk Yang Rusak Mulai Diperbaiki

    Tanjakan Suwuk Yang Rusak Mulai Diperbaiki

    Di  wilayah Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang terdapat sekita 4,5 km jalan kabupaten yang pembangunan maupun pemeliharannya merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pemalang. Jalan ini menghubungkan Desa Lenggerong, Kuta, Glandang dan Desa Bantarbolang.  Kondisi jalan ini banyak dikeluhkan oleh para pemakai jalan, karena lebih dari separuhnya kondisinya rusak.  Bahkan pada titik tertentu kerusakannya lumayan parah, seperti yang terdapat di sebelah selatan Dusun Kalijero, Tanjakan Dusun Suwuk dan beberapa titik di pemukiman Dusun Suwuk serta perbatasan Kuta-Glandang.

    Pada hari ini, Rabu, 8 September 2021 DPU Pemalang mulai mengerjakan kegiatan pemeliharaan jalan di tanjakan Dusun Suwuk. Asguntoro, pegawai DPU Pemalang mengatakan bahwa kegiatan pemeliharaan di ruas Lenggerong Kuta hanya mampu mengerjakan 300 meter saja, yang di bagi menjadi dua yakni di tanjakan Suwuk sekitar 150 meter dan di pemukiman Dusun Suwuk sepanjang 150 meter.  Angaran untuk kegiatan pemeliharaan jalan ini  sebesar 200 juta rupiah, demikian tambah Asguntoro.

    Kepala Desa Kuta, Cahyono mengakui bahwa kerusakan  jalan di ruas ini terparah terdapat di tanjakan Dusun Suwuk, bahkan masyarakatpun pernah berswadaya untuk memperbaikinya hanya untuk  menutup lubang lubang dengan adukan cor. Meski hanya 300 meter kami merasa bersyukur, sudah diperbaiki, sehingga tanjakan Dusun Suwuk akan mudah dilalui oleh kendaraan.

  • Kegiatan Posyandu Balita Berbarengan Dengan BKB

    Kegiatan Posyandu Balita Berbarengan Dengan BKB

    Kuta.desa.id, Di Desa Kuta terdapat  lima Posyandu yang tersebar di lima Dusun. Bertempat di Bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang diselenggarakan kegiatan Posyandu  Tunas Muda 1, yang di laksanakan secara rutin tiap bulan, Selasa 7 September 2021.

    Kehadiran Ibu Balita pada Posyandu Tunas Muda 1 Desa Kuta sebanyak 65 , dari 80 balita yang ada di wilayah Tunas Muda 1.  Selain kegiatan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, pemberian imunisasi juga dilaksanakan kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh Bidan Desa kepada para ibu- ibu orang tua balita. Mereka tergabung dalam wadah Bina Keluarga Balita (BKB). Kegiatan Posyandu ini berbarengan dengan kegiatan BKB.

    Menurut Bidan Desa Kuta, Endang Sri Supriyati, Ibu ibu yang mempunyai balita di Desa Kuta cukup aktif dan kehadirannya di Posyandu rata rata 80 %. Ini berkat keaktifan kader baik Posyandu maupun BKB yang merupakan relawan desa. Mereka sebagai pelaksana kegiatan dapat menjalankan fungsinya sebagai  penghubung antara kegiatan Posyandu dengan masyarakat. Sebagai besar ibu ibu yang yang mempunyai balita sudah memahami arti dan pentingnya kegiatan posyandu.

  • Sekolah Tatap Muka  PAUD Akan Segera  Dilaksanakan

    Sekolah Tatap Muka PAUD Akan Segera Dilaksanakan

    KWK (Koordinator Wilayah Kecamatan) Bantarbolang Kabupaten Pemalang mengecek sekaligus memverifikasi  terkait persiapan sekolah tatap muka  di tiga PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang ada di Desa Kuta, Senin, 6 September 2021.

    Dua dari tiga PAUD yang hari ini diverifikasi  adalah PAUD Redi Arum yang berlokasi di Dusun Sipanjang dan PAUD Pertiwi yang berlokasi di Dusun Kalijero. Saliyo, dari KWK Bantarbolang mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan agar sekolah tatap muka dilaksanakan sesuai dengan Panduan Sekolah Tatap Muka yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan.  Hal yang diverikasi adalah administrasi serta sarana dan prasara yang digunakan untuk menjamin terlaksananya protokol kesehatan. Tersedinya masker, tempat cuci tangan beserta sabunnya, alat pengukur suhu, spanduk tentang protokol kesehatan dan APD  lainnya.

    Sekolah tatap muka merupakan hal yang dinanti-nantikan oleh para siswa dan alhamdulillah untuk PAUD Redi Arum sudah diperbolehkan tatap muka setelah melalui proses verifikasi oleh KWK  Bantarbolang. Kami akan memulai belajar tatap muka pada hari Rabu, 8 September 2021.  Demikian disampaikan Sri Aryanti, salah satu Pendidik PAUD Redi Arum Dusun Sipanjang.

  • Musyawarah Desa Penyusunan RKPDes Kuta Tahun 2022

    Musyawarah Desa Penyusunan RKPDes Kuta Tahun 2022

    kuta.desa.id Badan Permusyawarat Desa (BPD) bersama Pemerintah Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang menyelenggaraka n Musyawarah  Desa Penyusunan RKP (Rencana Kerja Pemerintah Desa) Tahun 2022 bertempat di Pendopo Balai Desa Kuta, Senin, 6 September 2021.

    Acara in dihadiri oleh Kepala Desa Kuta, para tokoh masyarakat, tokoh perempuan, ketua RT dan RW,  dan perangkat Desa. Hadir juga Camat Bantarbolang, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pendamping Desa.

    Kepala Desa Kuta, Cahyono mengatakan bahwa Desa Kuta ingin memastikan bahwa dalam penyususan perencanaan pembangunan dilakukan secara partisipatip dan melibatkan unsur perempuan. RKP merupakan dokumen tahunan yang harus mengacu pada dokumen RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa), yang merupakan dokumen 6 tahunan. Terkait dengan kegiatan yang bersumber dana dari DD (Dana Desa) agar mempedomani aturan yang ada dalam hal ini Permendes PDTT  No. 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022.

    Sementara Camat Bantarbolang, Abdul Rachman dalam sambutanyanya kembali mengingatkan kepada Pemerintah Desa Kuta untuk mereview dokumen RPJMDes, yang merupakan implementasi dari visi dan misi Kepala Desa Kuta. Monggo berembug untuk membahas kegiatan tahun 2022, tentunya dengan memperhatikan atau meneliti ulang kegiatan kegiatan yang tercantum dalam RPJMDes, demikian tegas Camat Bantarbolang.

  • Kendala  Usaha Ternak Puyuh Petelor

    Kendala Usaha Ternak Puyuh Petelor

    Dalam situasi pandemi Covid 19 ini semua tidak ada yang mungkin bisa berbuat dalam usaha sebagai tambahan penghasilan satu diantaranya ternak puyuh petelor. Samsuri warga Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten yang juga mantan Kepala Desa Kuta menekuni usaha ini sejak September 2020, ia memilih ternak puyuh dengan pertimbangan ,mudah dalam pemeliharaan,tidak memerlukan lahan luas, bisa di kelola sendiri dan mudah dalam pemasaran/penjualan serta  pemberian air minum dengan system automatis.

    Kini ia memelihara 2.000 ekor puyuh  jenis puyuh blaster yang ditempatkan dalam 80 kandang box, dengan modal awal untuk pembuatan kandang, pembelian bibit sebesar 50 juta rupiah yang diperoleh dari pinjaman bank. Untuk pemasaran telor tidak mengalami kendala ,karena sudah ada pedagang yang siap menampung di Pasar Bantarbolang.

    Banyak kendala yang ia rasakan dalam  mengelola usahanya, begitu memasuki masa pandemi covid-19, hal yang paling dirasakan adalah mahalnya harga pakan ternak, turun atau lesunya harga jual di samping kesulitan dalam permodalan untuk mengembangkan usaha ternak puyuhnya.

  • Dalang Cilik, Latihan Wayang di Sanggar Sanila Desa Kuta

    Dalang Cilik, Latihan Wayang di Sanggar Sanila Desa Kuta

    kuta.desa.id – Sanggar Seni Larasati (Sanila) lakukan kegiatan rutin latihan wayang yang bertempat di Dusun Suwuk Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang, Jum’at (03/09/2021).

    Kesenian dan budaya di Sanggar Seni Larasati (Sanila) diketuai oleh Moh. Yasin Aman. Latihan wayang dilakukan kurang lebih sekitar 20 orang dengan bagian masing-masing, seperti memainkan alat tradisional, Sinden, Dalang dan lain sebagainya. Dimana bisanya Dalang yang memainkan Wayang adalah orang yang berbeda-beda diseitap latihan, yang pada kesempatan kali ini ketua sanggar mendatangkan Dalang cilik dari Moga bernama Kresna yang masih duduk dibangku sekolah dasar (kelas 4). Dimana Wayang yang dimainkan oleh Kresna, diiringi dengan lantunan alat tradisional gamelan menggunakan LDR. Ketawang lara nangis dan juga nyanyian dari 3 orang Sinden yang salah satunya berasal dari Moga.

    Latihan wayang di Sanggar Sanila dilakukan secara rutin seminggu sekali di malam Sabtu yang dilakukan mulai dari pukul 8. Latihan ini selain bertujuan untuk memaksimalkan penampilan pada saat pagelaran wayang kulit , juga untuk menjaga kelestarian seni dan budaya tradisional dimasyarakat khususnya Desa Kuta, dengan mengenalkan kepada Pemuda Pemudi Desa mengenai Seni Wayang.

  • Lomba Memancing Ikan di Kali

    Lomba Memancing Ikan di Kali

    Di sekitar jembatan Kujang (Jembatan penghubung Dusun Kuta dengan Dusun Sipanjang)  Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang  dijadikan lapak untuk memancing yang dikelola oleh Rohadi, salah seorang warga Kuta. Pengelola pada hari Jumat, 3 September 2021 mengadakan lomba memancing dengan peserta sebanyak 50 orang yang dimulai pukul 14.00 WIB.

    Lomba ini tidak hanya diikuti oleh warga Kuta yang hobi memancing, juga ada bebarapa peserta dari desa lain, seperti Glandang dan Bantarbolang.  Pengelola memasukan ikan lele sebanyak 30 kg ke lokasi pemancingan sebelum lomba dimulai.  Setelah 3 jam, pemancing dari Desa Bantarbolang meraih juara 1 dengan bobot ikan 1,8 kg.

    Ini hanya untuk hiburan, dan melatih kesabaran, demikian kata Surinto Purnomo, salah satu peserta yang sampai dengan lomba berakhir  ia tidak mendapatkan satupun ikan. Dan untuk hari- hari biasa  para pemancing  dikenakan tarif 10 ribu rupiah oleh pengelola, demikian jelas Surinto Purnomo.