Author: AdminDesa

  • Ciri Khas Opak Singkong Kuta

    Ciri Khas Opak Singkong Kuta

    Duriyah (56 th) warga Dusun Suwuk RT 05 RW 04 Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang sudah puluhan tahun menekuni usahanya membuat  opak singkong.

    Dari awal hingga sekarang Duriyah memproduksi opak dengan ukuran yang  besar, kira-kira diameter 30 cm, ini merupakan ciri khas opak singkong dari Desa Kuta.  Singkong sebagai bahan bakunya ia peroleh dengan mudah,  ia mendapatkannya  langsung dari petani di Desa Kuta.

    Untuk membuat opak, singkong yang sudah dikupas, dipotong kecil-kecil (dirajang) kemudian dikukus dan setelah matang ditumbuk menjadi getuk. Selanjutya getuk digiling sampai tipis dan di buat bulat dengan cetakan. Terakhir dijemur sampai setengah kering di bawah sinar matahari. Opak yang sudah setengah kering kemudian dikemas dengan sederhana, yakni diikat dengan tali dari bambu per 50 lembar opak. Dan dimasukan dalam waring.

    Usaha yang ia tekuni tersebut selain dibantu anggota keluarganya, ia juga mempekerjakan tetangganya yang semuanya ibu-ibu sebanyak  7 orang.  Setiap hari ia menggolah sebanyak 2 kwintal singkong. Duriah tidak mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil produksinya, ia membawanya ke Pasar Bantarbolang tiap hari Rabu dan Minggu. Bahkan sering juga tengkulak datang lansung ke rumahnya.

    Sebagai salah satu UKM, Duriah sudah dua kali mendapatkan bantuan peralatan  dari Pemerintah Kabupaten Pemalang, terakhir berupa mesin penggiling untuk membuat getuk, pada bulan Maret 2016. Sebelunya ia membuat getuknya  secara manual dengan ditumbuk.

     

  • Teknologi Informatika sudah menjadi Kebutuhan

    Teknologi Informatika sudah menjadi Kebutuhan

    Ditahun 1990han Hand Phone adalah barang yang sangat mahal dan belum bisa dimiliki kebanyakan orang dengan kata lain barang mewah dan barang langka dan untuk memperoleh informasi harus lewat jasawarnet saat itu lagi marak.  Di era tahun 2000an Hand Phone mulai kenal banyak orang dan sudah menjadi kebutuhan mengingat dengan HP lah untuk memperolah informasi lebih mudah, praktis dan secepat itulah informasi didapat yang akhirnya sejak itulah jasa warnet mulai tinggalkan. Dengan kemajuan Teknologi saat ini yang namanya alat kominikasi phonsel biasa  mulai ditinggalkan  beralih ke HP Android inipun  sudah tidak menjadi barang mewah lagi sudah dianggap hal yang biasa terbukti dari anak anak sampai orang dewasa bahkan orang tua barang itu bukan hal yang aneh lagi karena kebutuhan informasi tentang sosial, budaya, pendidikan dan lain lainya sudah ada di didalamnya melalui fasilitas jaringan internet . Segala fasilitas sarana prasarana tersebut terus menerus mengikuti perkembangan dengan alat komunikasi yang sudah merakyat dengan begitu cepatnya. Saat ini jaringan Internet adalah satu kesatuan yang melekat didalamnya untuk memperoleh iformasi yang dibutuhkan . Desa kuta khusunya di balai desa telah terpasang alat untuk menunjang fasilitas internet dalam rangka desa online walaupun belum dioperasikan ternyata kebanyakan warga masyarakat terutama anak muda sudah mulai berkerumun dengan harapan untuk memperoleh jaringan tersebut.

     

  • Pembagian Kartu Tani Di Desa Kuta

    Bertempat di Pendopo Balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang  dilaksanakan pembagian Kartu Tani dan buku rekening  oleh petugas dari BRI unit Bantarbolang kepada para petani di Desa Kuta, Pada hari sabtu ( 24/12/2016 ).

    Acara tersebut di hadiri oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa Kuta serta PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan ) wilayah Desa Kuta dan Lenggerong Kecamatan Bantarbolang.

    Sebanyak 572 Kartu Tani  tidak dapat terbagi semua, karena ada beberapa warga yang tidak hadir. Dan menurut  Wiharto Bagus, salah satu petugas dari BRI unit Bantarbolang, kartu yang tidak terbagikan dapat diambil di kantor BRI unit Bantarbolang. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa nantinya bantuan pemerintah kepada pemilik Kartu Tani berupa uang yang masuk ke rekening  yang baru saja di bagi, Kartu Tani berfungsi sebagai kartu ATM. Bantuan tersebut  diperuntukan untuk membeli pupuk.

    Dan apabila bantuan sudah masuk ke rekening, para pemilik Kartu Tani dapat membeli pupuk di penyalur resmi yang ditunjuk dengan membawa kartu ATM. Untuk wilayah Kecamatan Bantarbolang saat ini baru pada tahap pendistribusian Kartu tani, demikian tandas Wiharto Bagus.

    Sementara menurut PPL Desa Kuta, Sugiyanto, bantuan pemerintah kepada para pemilik kartu Tani besarannya tergantung dari luas lahan yang di garap masing-masing petani, data luas lahan sudah tercantum dalam data base di kartu ATM.

    Acara yang dimulai sejak pukul 07.00 tersebut berakhir pada pukul 12.30 WIB, tanpa jeda istirahat.

     

  • Peluang Usaha Kripik Pisang

    Peluang Usaha Kripik Pisang

    Kamis (22/12/2016) Kripik Pisang  buatan  salah satu UKM di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang ini sudah dikemas dan sudah siap dipasarkan ke Kecamatan Pemalang dan Petarukan dan juga ke Kabupten Kebumen.

    Juni Jarwati (38 th)  salah satu pelaku usaha kecil di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang  Kabupaten Pemalang menggeluti usahanya,  pembuatan kripik pisang bersama anggota keluarga lainnya. Perempuan yang juga menjadi  Pengurus TP PKK Desa Kuta ini sangat rajin dan ulet dalam berusaha. Usaha pembuatan kripik pisang yang ia lakukan sudah berjalan selama empat tahun.

    Bahan baku yang digunakan sangat melimpah di Desa Kuta, sehingga ia tidak mengalami kesulitan dalam memperolehnya, harganyapun terbilang masih murah. Pisang sebagai bahan baku diperoleh dari masyarakat sekitar dengan harga 15 ribu sampai 20 ribu per tandannya. Dalam sehari Juni bisa mengolah sebanyak 4 sampai 5 tandan pisang.

    Juni mengemas hasil produksinya dalam kemasan kecil yakni  ¼ kg dan juga kemasan 1 kg (satu bal). Kemasan kecil ia jual dengan harga 6 ribu rupiah, sementara kemasan 1 kg ia jual dengan harga 30 ribu rupiah.

    Saat ini Juni tidak mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil produksinya, karena banyaknya pesanan yang ia peroleh. Selain dipasarkan di wilayah Kecamatan Bantarbolang ia sering mendapatkan pesanan dari kecamatan lain.

    Usaha yang ia tekuni   tersebut hanya mempekerjakan anggota keluarganya, yakni suami, dan kedua orang tuanya. sementara apabila pesanan banyak ia baru mempekaerjakan tetangganya dalam proses produksi.

  • Sabqi, Alami Gangguan Penglihatan

    Sabqi, Alami Gangguan Penglihatan

    Pada awal tahun 2016  masyarakat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang dihebohkan dengan kejadian dua bocah kecil yang tersambar petir di dalam rumahnya. Kedua bocah kakak beradik tersebut adalah  Siti Aisyah (7 th) dan Sabqi Al Hafiz (3 th). Keduanya selamat setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit, yang semua biayanya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang.

    Keduanya  adalah anak dari pasangan Tiharyati dan Hasanudin , warga Desa Kuta RT 02 RW 03 Kecamatan Bantarbolang. Semenjak Sabqi lahir kedua orang tuanya berpisah, dan untuk mencukupi kebutuhannya Tiharyati bekerja di Jakarta sebagai pembantu rumah tangga. Dan keduanya diasuh oleh keluarga Taryono dan Kastiah yang merupakan bude dari kedua bocah tersebut.

     Ditemui dirumahnya, Kastiah mengatakan bahwa Sabqi sudah seminggu ini sering menabrak-nabrak saat berjalan, sering terbentur benda-benda yang ada di depannya, ternyata mata kananya hampir seluruh bolamatanya hitam. setelah dibawa ke dokter hari Jum at tanggal 16 Desember 2016, menurut dokter bolamatanya yang sebelah kanan mengalami luka dan harus dioperasi. Untuk tindakan  sementara diberi obat, dan keadaan saat ini dimuat sudah membaik walaupun penglihatannya masih terganggu, dan saat ini ibu  Kastiah harus selalu menjaga Sabqi saat bermain. Dengan adanya hal tersebut pihak Pemerintah Desa Kuta segera bertindak untuk memfasilitasi proses pengobatan anak tersebut dengan melalui fasilitas Jamkesda.

    Sementara kakak Sabqi , Siti Aisyah yang saat ini tercatat sebagai murid kelas 2 Sekolah Dasar Negeri 01 Kuta, kini sudah normal kembali, tidak ada gangguan baik fisik maupun mentalnya.

  • Pemanfaatan Pohon Aren di Desa Kuta  Belum Maksimal

    Pemanfaatan Pohon Aren di Desa Kuta Belum Maksimal

    Di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang banyak tumbuh pohon aren, terutama di lereng-lereng. Pohon aren ini tumbuh secara alami, karena pemilik tanah tidak menanam atau membudidayakannya.

    Pemilik pohon aren biasannya menjual dengan sistem tebasan kepada tengkulak. Itupun dilakukan apabila ada tengkulak dari daerah lain yang masuk ke Desa Kuta untuk menebas pohon arennya, rata-rata tiap pohonnya hanya di hargai antara 40 -50 ribu rupiah. Oleh tengkulak , pohon aren tersebut ditebang dan dipotong-potong dengan ukuran panjang satu meter. Dan selanjutnnya di kirim ke salah satu pabrik pembuatan mie bihun di kota Semarang. Terlalu murah, memang. karena lokasi pohon aren itu berada di lereng-lereng yang tentunya tingkat kesulitannya lebih tinggi, jika dibandingkan di tempat yang datar.

    Hanya itu yang didapatkan oleh pemilik pohon aren, padahal masih banyak manfaat dari pohon aren tersebut diantarannya buah yang diambil untuk di olah menjadi kolang-kaling, ijuknnya yang digunakan untuk membuat bahan sapu. Disamping itu Pada bagian bunga ini dihasilkan nira yang berasal dari penyadapan tongkol atau tandan bunga. Penyadapan nira ini dilakukan pada tandan bunga jantan karena bunga jantan dapat menghasilkan kualitas nira yang baik dan juga didapat hasil dalam jumlah yang banyak. Hasil dari air aren dapat diolah menjadi gula aren,  cuka dan minuman segar.

    Untuk bisa memanfaatkan pohon aren secara maksimal butuh ketrampilan, jiwa usaha serta kemauan yang sangat keras. dan ini tentunnya membutuhkan dukungan dan perhatian pemerintah.

  • Pemasangan Tower Wifi di Desa Kuta

    Pemasangan Tower Wifi di Desa Kuta

    Kantor Balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang sekarang sudah ada fasilitas tower wifi. Pemasangan tower  di lakukan oleh merdeka net, pada hari selasa, 20 Desember 2016.

    Menurut Kepala Desa Kuta, Samsuri , tujuan pemasangan tower wifi adalah untuk mempermudah masyarakat pada umumnya dan khususnya perangkat Desa Kuta  dalam mengakses internet. Desa Kuta harus bisa mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang  semakin pesat. ini selaras dengan amanat pasal  56  Undang –Undang Nomor  6 Tahun 2014 tentang Desa . Disamping itu untuk memperkenalkan potensi yang ada di  Desa Kuta ke masyarakat luas, baik potensi wisata, usaha kecil, kuliner maupun potensi lainnya melalui website resmi desa. Lebih lanjut dijelaskan bahwa area Kantor Balai Desa Kuta nantinnya  dijadikan area free wifi bagi masyarakat.

  • Goa Sibuyung, Potensi Wisata Desa Kuta Yang Terpendam

    Goa Sibuyung, Potensi Wisata Desa Kuta Yang Terpendam

    Minggu (11/12/2016), Kepala Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, Samsuri bersama rombongan yang berjumlah sebelas orang dengan dipandu oleh juru kunci, Slamet, melihat secara langsung potensi wisata yang ada di Desa Kuta, yakni Gugusan goa yang ada di Gunung Wangi.

    Gunung Wangi terletak di wilayah administrasi Desa Kuta dan berjarak sekitar 1,7 km ke arah barat dari Dusun Sipanjang Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang. Untuk menuju lokasi rombongan melakukannya dengan jalan kaki dari Dusun Sipanjang dan membutuhkan waktu sekitar satu jam. Akses untuk menuju lokasi masih sangat sulit, karena jalannya masih tanah dan berbatu (gamping).  Di Perbukitan yang orang setempat menyebutnya Gunung wangi terdapat gugusan goa, diantaranya Goa Sibuyung, Goa Penganten, Goa Siluman , Goa Bandung, Goa Laren dan Goa Angin. Goa-goa tersebut jaraknya saling berdekatan, kecuali Goa Sibuyung yang berjarak sekitar 500 meter ke arah utara dari gugusan goa lainnya.

    Dari sekian goa yang ada, rombongan hanya mengunjungi tiga goa yakni Goa Sibuyung yang terletak paling utara, Goa Penganten dan Goa Siluman. Karena ketiga goa tersebut yang sering dikunjungi oleh wisatawan, kunci Slamet menyebutnya sebagai “tamu”. Lebih lanjut Slamet menjelaskan bahwa hampir semua tamu yang kebanyakan dari luar Jawa  itu menginap atau tidur di ketiga goa tersebut, orang setempat menyebutnya dengan “nyepi”.

    20-a

    Sebagai juru kunci Slamet tidak sendiri, ada juru kunci lain yakni bernama bapak Tarno, yang juga berasal dari Dusun Sipanjang.

    Disamping gugusan goa di Gunung wangi juga terdapat pemandangan yang indah, yakni  tebing kapur yang tingginya hampir 20 meter yang sekelilingnya terdapat pohon yang besar dan tinggi. Untuk melihat lebih banyak keindahan di Gunung wangi  anda bisa melihatnya DI SINI.

  • Pelaksanaan PMT-AS di Desa Kuta

    Pelaksanaan PMT-AS di Desa Kuta

    Kepala Desa Kuta dan Wakil Ketua TP PKK Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang memberikan makanan tambahan anak sekolah di SD Negeri 01 Kuta, Kamis, 10 Desember 2016.

    Menurut Kepala Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kegiatan PMT-AS (Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah) yang ada di Desa Kuta di alokasikan di dua sekolah yakni SDN 01 dan 04 Kuta yang bersumber dana dari APBDes Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp. 16.200.000,-. Lebih lanjut Kepala Desa Kuta menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana yang sebagian besar di ambil dari Pengurus POKJA II TP PKK Desa Kuta.

    Sementara Wakil Ketua TP PKK Desa Kuta, Tuinah menjelaskan bahwa kegiatan  PMT-AS ini bagian dari kegiatan yang ada di sepuluh program pokok PKK dan berlangsung selama 50 hari. PMT-AS itu sendiri bertujuan untuk :
    1.    meningkatkan kecukupan asupan gizi peserta didik melalui makanan tambahan;
    2.    meningkatkan ketahanan fisik dan kehadiran peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar;
    3.    meningkatkan kesehatan anak khususnya dalam penanggulangan penyakit kecacingan;
    4.    meningkatkan pengetahuan dan perilaku peserta didik untuk menyukai makanan lokal bergizi, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS);
    5.    meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan dan pengadaan pangan lokal; dan
    6.    meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya perbaikan gizi peserta didik, produksi pertanian, pendapatan masyarakat dan kesejahteraan keluarga.

    2Lisa Ainun Adha, salah satu murid SDN 03 Kuta merasa senang, karena setiap hari Senin sampai Kamis dirinya dan temen-temannya mendapatkan jajanan tambahan secara gratis dari PKK Desa Kuta. Namun demikian uang saku yang ia terima dari orang tuanya masih tetap.

  • Transfer Data  Antar Laptop Dengan WIFI

    Transfer Data Antar Laptop Dengan WIFI

     

    Tidak dipungkiri bahwa untuk keperluan administrasi di desa, para perangkat desa lebih memilih laptop ketimbang  PC (Personal Computer).  Seperti halnya di kantor balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, di situ ada 6 laptop dan 1 PC yang semuanya digunakan untuk pekerjaan administrasi di kantor Desa Kuta.

    Sudah menjadi hal yang biasa, memindahkan atau menkopi file dari satu laptop ke laptop yang lain dengan flashdik. Tapi  lebih praktis lagi, ini yang dilakukan di Kantor Balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang, ke enam laptop yang ada tersebut terkoneksi dalam satu jaringan dengan menggunakan wifi.  Dengan membuat jaringan mereka tidak repot-repot lagi mencolokan flashdisk untuk mengkopi atau memindahkan data dari satu laptop ke laptop yang lain. Ini akan sangat memudahkan dalam pengerjaan suatu file yang harus dikerjakan oleh beberapa orang, misalnya untuk pendataan lahan pertanian, entri data  atau edit data untuk keperluan aplikasi, misalnya SIDEKEM (Sistem Informasi Desa dan Kawasan Pemalang) atau aplikasi yang lain. Sekedar berbagi, ini langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat jaringan data di lingkungan Kantor. Untuk membaca tutorial lengkapnya Klik DI SINI.

    Bisa dibayangkan alangkah lebih mudah lagi  pengerjaan administrasi desa, apabila setiap desa di Kecamatan Bantarbolang  atau di seluruh Kabupaten Pemalang terkoneksi dengan satu jaringan  termasuk di dalamnya BAPERMAS-KB Pemalang atau SKPD yang lain yang berkepentingan dan tentunya butuh dukungan sepenuhnya dari desa-desa di Kabupaten Pemalang. Kapan bisa dilakukan ? Jawabannya ada di PUSPINDES dan BAPERMAS – KB, kita tunggu inovasinya.