Author: AdminDesa

  • Pelajaran Dari Penilaian Akhir   Lomba Website Desa

    Pelajaran Dari Penilaian Akhir Lomba Website Desa

    Banyak pelajaran yang dapat diambil dari tahapan Penilaian Akhir Lomba Website Desa yang di adakan oleh PUSPINDES Pemalang.  Dengan berbekal pelatihan  seperti ITCAMP 2016  silam, serta pemantapan website oleh PUSPINDES, admin desa memperesentasikan bagaimana mengelola website desanya di hadapan juri yang terdiri dari unsur pemerintah dan masyarakat TIK Pemalang. Pada saat pelatihan ITCAMP 2016, terkait dengan website desa para peserta diajari tentang bagaiamana menulis dan memposting berita.

    Pada penilaian akhir, admin website desa setidaknya telah mendapatkan pelajaran bagaimana mengelola website yang baik.  Kriteria pertama dalam penilaian adalah jumlah postingan, karena sebuah website dengan konten yang statis pastinya membosankan. Kriteria kedua yaitu jumlah halaman, karena website desa berfungsi untuk menginformasikan seluas-luasnya tentang desa.

    Kriteria selanjutnya adalah desain, responsive dan kesesuaian isi dari website. Desain yang menarik, enak dibaca, tampilan gambar yang ringan, baik tampilan di laptop maupun handphone akan membuat pengunjung tidak cepat lari. Kriteria terakhir adalah fitur tambahan, admin desa dituntut untuk selalu inovatif dalam mengelola website seperti pembuatan surat menyurat secara online dan sistem informasi desa.

  • Komonitas Motor Cros (Cempe Alas)

    Komonitas Motor Cros (Cempe Alas)

     

    Komunitas Croser, adalah salah satu bentuk perkumpulan motor Cros, kegiatan ini sangat baik untuk menjalin perasudaraan antar anggota,      Pada hari Rabu (11/1 ) Komonitas Croser Cempe Alas Dusun Sipanjang Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, melakukan kegiatan jelajah hutan Setar dan Finis didusun Sipanjang, rute yang di lalui , Gunung Mundu, Wilayah Wisata Alam Gunung Wangi, Dusun Beber – Kejene kembali ke Dusun Sipanjang Ketua Komonitas Croser Cempe Alas, Rohim mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan oleh komonitas Croser Cempe Alaskali ini diikuti oleh 30 Kroser , pada kegiatan hari Rabu kemarin, kebetulan Komonitas Croser mendapat undangan Khajatan salah satu anggota Croser (Cahyubi) yang kebetulan mengawinkan putrinya, jadi sekaligus Komonitas ini jelajah alas dengan rute diatas, dan finis di rumah Cahyubi Dusun Sipanjang Desa Kuta.

  • Tanam Padi Sistem TABELA (Tabur Benih Langsung)

    Tanam Padi Sistem TABELA (Tabur Benih Langsung)

    Pada umumnya para petani dalam menanam padi masih menggunakan sistem pindah tanam,Yang memerlukan waktu yang agak lama dan memerlukan biaya yang cukup besar.

    Semua petani saat ini sangat mengeluhkan karena begitu tingginya biaya  yang harus dikeluarkan, untuk benih saja petani harus membeli dari toko dengan harga yang mahal, belum lagi biaya pengolahan lahan (Traktor) yang tahun ini mengalami kenaikan harga, dari Rp.400.000,- per seperempat bau (1/4) menjadi Rp.500.000,- kenaikan biaya Pembelian bibit, pengolahan lahan (Traktor) diikuti pula biaya borongan tanam dari RP.150.000,- menjadi Rp. 200.000,-.

    Tanam sistem Tabela (Tabur Benih Langsung) sebenarnya sistim tanam yang sudah lama diperkenalkan kepada petani, namun petani masih enggan menggunakan sistim Tabela, karena menganggap tanam sistim ini sangat repot.

    Keuntungan tanam system Tabela dari benih lahan seperempat bau (1/4) hanya memerlukan benih  3 sampai 3,5 Kg. dibandingkan dengan tanam system pindah tanam seperempat bau (1/4) para petani  memerlukan benih 10 Kg. dari segi tanam, dalam seperempat bau (1/4) Petani mengeluarkan biaya borongan tanam Rp. 400.000,-, dibandingkan dengan tanam system Tabela Seperempat bau (1/4) petani hanya mengeluarkan biaya harian tiga orang dengan bayaran Rp.30.000,-(Rp.90.000) jadi jumlah untuk biaya tanam berbeda sangat jauh.

    Di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, khususnya semua kelompok tani yang ada di Desa Kuta,  sudah di kenalkan system tanan Tabel atau SRI baik dari Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang maupun dari pihak lain.

    Salah satu petani yang masih menggunakan tanam sistem Tabela adalah Tuminah , anggota kelompok Tani Ngudi Berkah  Dusun Penusuhan Desa Kuta. Yang pada hari minggu (8/2017) kemarin tanam menggunakan system Tabela, Lebih lanjut Tuminah mengatakan, tanam system Tabela lebih ngirit biaya.

     

  • Jumlah Penerima  PKH di Desa Kuta  Bertambah

    Jumlah Penerima PKH di Desa Kuta Bertambah

    PKH (Program Keluarga Harapan) adalah program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan,di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang pada tanggal 10 Januari 2017 bertempat di Balai Desa Kuta, telah dilaksanakan pembentukan kelompok keluarga PKH, Yang dihadiri oleh Maulidiyah selaku Pendamping PKH Kecamatan Bantarbolang.

    Pada tahun ini Desa Kuta mendapat tambahan kuota PKH sebanyak 25 keluarga,  sebelumnya sudah ada 31 keluarga yang mendapatkan Program PKH. Sebagai sasaran dari Program PKH adalah, Darai 25 Keluarag yang mendapatkan bantuan melalui PKH ini, sebelumnya telah melaui proses validasi.

    Dalam pertemuan tersebut Pendamping PKH menerangkan bahwa, pencairan dana PKH akan dilaksanakan pada hari rabu (11/1) bertempat di Kecamatan Bantarbolang.dan pencairan dana PKH akan dilaksanakan 3 bulan sekali.

    Pendamping PKH Maulidiyah, menerangkan disamping hak yang ditrima oleh keluarga PKH, ada kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap keluarga PKH. Diantaranya, Keluarga yang mempunyai Balita harus rutin datang ke Posyandu, keluarga yang mempunyai anak sekolah, diharapkan anak-anaknya lebih giat dalam belajar, tidak boleh membolos sekolah, Maulidiyah, menjelaskan kalau ada keluarga yang anaknya mbolos sekolah ada sangsi pemotongan dana yang diterima.untuk anak – anak yang masih SLTP diharapkan keluarga menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan sekolah seperti, peralatan sekolah, dan yang masih SLTA untuk kebutuhan membayar SPP.

     Sekretaris Desa Kuta Cahyono, mengharapkan kepada semua keluarga PKH, hendaknya ikut serta dalam mensukseskan program program yang ada di Desa Kuta, terutama Ibu-ibu agar pro aktip dalam kegiatan RT,RW dan di dusun masing-masing.

  • Melestarikan Seni Budaya Jawa

    Melestarikan Seni Budaya Jawa

    Berenaka ragam seni budaya jawa salah satunya seni budaya Jawa. Desa kuta kecamatan Bantarbolang untuk bidang kesenian jawa masih melekat dihati masyarakat.  Diantaranya , Dalang, Warannggono, Penabuh Galamen, Jenis tari tarian. Ini semua adalah sebuah aset Desa, Bangsa dan Negara yang perlu dilestarikan. Saat ini jenis tarian lagi di gemari oleh anak dari tingkat Tk sampai dengan tingkat SLTA  dikelompokan menurut umur. Bertempat di Sanggar budaya Larasati yang ada di dusun Suwuk, desa Kuta yang dikelola Bapak Yasin Aman dan juga dilatih oleh putrinya. Kegiatan kesenian tari tarian ini sering ditampilkan pada momen tertentu seperti acara peringatan atau kegiatan lain dengan maksud untuk lebih memberikan semangat dan percayadiri tampil ditempat umum.

  • Sosialisasi PP No.60 Tahun 2016  oleh Bhabinkamtibmas Desa Kuta

    Sosialisasi PP No.60 Tahun 2016 oleh Bhabinkamtibmas Desa Kuta

    Dalam rangka melaksanakan kegiatan pengamanan guna menjaga ketertiban dan ketentraman di wilayah Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupten Pemalang  pada hari Minggu (8/Desember) anggota  Polsek (Polisi Sektor) Bantarbolang Bripka Bayu Maulana selaku Bhabinkamtibmas (Bhayangkara ketertiban keamanan masyarakat) di Desa Kuta melakukan kegiatan rutin dengan mendatangi tempat-tempat keramaian maupun bertamu kerumah warga.

     Seperti yang dilakukan pada hari minggu kemarin dengan di dampingi Surinto Purnomo selaku Kadus II Desa Kuta  anggota Polsek Bantarbolang tersebut mendatangi Bengkel Motor “ Kembar Motor “ milik Kisdono yang berada di Dusun Suwuk Desa Kuta,  di bengkel tersebut menjadi tempat berkumpul anak-anak muda baik yang sedang service motor maupun sekedar tongkrongang. Dalam arahannya Bripka Bayu Maulana memberikan himbauan juga penjelasan tentang tertib berlalu lintas juga sekaligus mensosialisasikan  Rujukan Surat Kapolres Pemalang Nomor : ST/03/I/2017 tanggal 2 Januari 2017 tentang telah ditetapkannya Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) di lingkungan Polri terhitung pada tanggal 06 Januari 2017 Biaya Penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang semula Rp 10.000,- (Sepuluh ribu rupiah) menjadi Rp 30.000,-, dalam kesempatan yang sama Bripka Bayu Maulana mengharapkan agar masyarakat Desa Kuta untuk menjaga situasi agar selalu kondusif.

  • Warga Desa Kuta Panen Raya Tanaman Jagung

    Warga Desa Kuta Panen Raya Tanaman Jagung

         Pada awal tahun 2017 ini masyarakat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang sedang panen raya tanaman jagung (9/1).

         Menurut Suntoro (40th) salah seorang Petani dari Dusun Penusuhan Desa Kuta menyatakan bahwa sebagian besar warga pada saat ini sedang melaksanakan panen jagung, dan alhamdulilah tanaman jagung pada saat ini cukup bagus walaupun cuaca tidak menentu, karena dari 5kg bibit yang di tanam bisa menghasilkan 300-350 kg jagung.

           Namun pada saat ini petani memilih di jual kepada tengkulak dalam keadaan masih basah karena mengingat saat ini sedang musim hujan dan di jual dengan harga Rp 2500/kg. Jika di jual dengan keadaan kering bisa mencapai Rp 3500/kg tetapi masyarakat lebih memilih di jual dalam keadaan basah karena lebih efisien, kalau di jual sampai jagung kering bisa membutuhkan waktu yang cukup lama di karenakan lagi musim hujan dan bisa saja jagung menjadi busuk karena tidak terkena sinar matahari.

     

  • Pembangunan Infrastruktur di Dusun Sipanjang

    Pembangunan Infrastruktur di Dusun Sipanjang

    Kini masyarakat Dusun Sipanjang, Desa Kuta sudah menikmati hasil pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah, baik Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan. Karena sepanjang 2,6 km kini kondisinya sudah bagus. Tecatat ada delapan kegiatan pembangunan jalan yang terkait dengan akses masyarakat Dusun Sipanjang di tahun 2015 dan 2016.

    Dusun Sipanjang merupakan satu dari lima dusun yang ada di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Dusun ini merupakan dusun terjauh dari pusat pemerintahan Desa Kuta, jika dibandingkan dengan dusun lainnya dengan jarak 2,6 km. Untuk menuju dusun Sipanjang dari pusat Pemerintahan Desa kita harus melewati tiga ruas jalan, yakni jalan kabupaten 1,5 km, jalan Desa Glandang 0,3 km dan jalan Desa Kuta 0,8 km.

    1-rabat-beton-sipanjang

    Tahun 2015 Pemerintah Desa Kuta, dengan sumber dari DD (Dana Desa) membangun jalan dengan kontruksi rabat beton, panjang 175 meter, dan Pemerintah Desa Glandang dengan sumber dana yang sama melakukan pengaspalan jalan sepanjang 300 meter. Di Tahun 2016 Pemerintah Desa Kuta kembali melanjutkan pembangunan rabat beton sepanjang 284 meter dengan sumber dana DD dan Pengaspalan jalan lingkungan sepanjang 200 meter dari dana ADD (Alokasi dana Desa). Sementara Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pemalang di tahun 2016 telah melakukan pengaspalan jalan desa di dua ruas masing-masing 300 meter dan pembangunan jalan poros/kabupaten sepanjang 800 meter.

    Saat ini masalah infrastruktur menjadi agenda penting untuk dibenahi pemerintah desa, karena infrastruktur merupakan penentu utama keberlangsungan kegiatan pembangunan, diantaranya untuk mencapai target pembanguan ekonomi secara kualitatif maupun kuantitatif. Perbaikan dan peningkatan infrastruktur pada umumnya akan dapat meningkatkan mobilitas penduduk, terciptanya penurunan ongkos pengiriman barang-barang, terdapatnya pengangkutan barang-barang dengan kecepatan yang lebih tinggi, dan ini tentunya akan mendorong perekonomian masyarakat.

  • Serka Suparno Selalu Akrab Dengan Masyarakat

    Serka Suparno Selalu Akrab Dengan Masyarakat

    Babinsa (Bintara Pembina Desa) Serka Suparno selalu menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, diantaranya dengan melatih Tim Bola Voli Putri Desa Kuta di lapangan voli Desa Kuta, Sabtu (07/01).

    Anggota TNI yang lulus SECATA tahun 1991 dan SECABA tahun 2006 ini membawahi dua desa binaan, yakni Desa Kuta dan Desa Lenggerong Kecamatan Bantarbolang. Selain sering melatih bola voli, keakrabannya dengan masyarakat ditunjukan dengan sering hadir dan terjun langsung pada kegiatan lain, seperti kerja bakti yang dilakukan masyarakat Desa Kuta.

    Serka Suparno mulai menjadi Babinsa Desa Kuta sejak tahun 1999, kini keakrabannya tidak hanya dengan kelompok masyarakat tertentu, termasuk dengan para petani yang tergabung dalam kelompok tani, karena Babinsa dari Koramil 09 Bantarbolang sering terlibat dalam kegiatan pertanian.

    Oleh masyarakat penggermar bola voli di Kabupaten Pemalang, Pria kelahiran Grobogan, 27 Nopember 1971 dan sekarang tinggal di Jebed Utara Kecamatan Taman ini dikenal sebagai toser (pengumpan).

  • Rakor Pemerintah Desa

    Rakor Pemerintah Desa

    Diawal tahun dan diawal memulainya Struktur Orgnisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa Kuta(SOTK) yang baru, Pada hari Rabu 4 Januari 2017, Kepala Desa berserta seluruh jajarannya mengadakan Rapat Koordinasi yang pertama kali . Rapat koordinasi rutin tidak memerlukan waktu banyak karena ini hanya sebatas koordinasi antar perangkat yang sifatnya sebatas pembinaan untuk lebih menjaga kesatuan dan persatuan saling memberikan informasi dan membahas permasalahan yang dihadapai dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Dalam rakor kali ini mengingat dalam masa transisi untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab masing masing sesuai dengan tupoksinya. Dalam pesan pesannya kepala desa ; 1. Mengajak seluruh perangkat yang ada untuk saling memberikan masukan baik dari sisi administrasi, ilmu yang dimiliki dan pengetahuan lain untuk berbagi kepada sesama perangkat, 2. Perangkat desa tidak ada klasifikasi baik penghasilan dan scope pekerjaan tidak ada keterkaitan dengan  latar belakang pendidikan, semuanya sama. Maka mari belajar dan belajar dan bagi perangkat yang punya berlebih terutama yang kaitannya dengan komputer diharapkan untuk bisa tranfer ilmu kepada rekan rekan perangkat laninya. 3. Kita harus saling menyadari kekurangan dan kelebihan,  dengan saling berbagi ilmu, maka kita dapat merasakan hasilnya, betapa indahnya kebersamaan, dengan kata lain duduk sama rendah berdiri sama tinggi. 3. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga pemerintahan desa. Hendaknya Balai Desa adalah rumah singgah yang kedua setelah rumah pribadi masing masing. 4.Dengan disiplin dan etoskerja yang tinggi maka seluruh jenis pelayanan kepada masyarkat meningkat dan cepat. 5. Hindari menunggu terlalu lama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, apalagi surat pengantar misalnya sudah melalui komputer .