Author: AdminDesa

  • Masyarakat Desa Kuta Ikuti Penyuluhan Hukum Terpadu

    Masyarakat Desa Kuta Ikuti Penyuluhan Hukum Terpadu

    Kuta , (kuta.desa.id).- Masyarakat harus berhati-hati dalam penggunaan bahasa dan media sosial agar tak terkena jerat pasal-pasal ujaran kebencian. Konsekuensi terkena pasal tersebut bisa berakibat pidana penjara. Bila dikaitkan dengan hukum, ujaran kebencian berhubungan dengan pencemaran nama baik, hasutan untuk membenci, propaganda rasis. Demikian disampaikan Ida Slamet Wahyudi dari Polres Pemalang dalam acara Penyuluhan Hukum Terpadu dalam rangka TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) Sengkuyung tahap III , yang diselenggarakan di Pendopo Balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, Rabu 17 Oktober 2018.

    Kegiatan Penyuluhan Hukum Terpadu merupakan kegiatan non fisik yang diselenggarakan dalam rangka TMMD Sengkuyung Tahap III di Kabupaten Pemalang. Sementara kegiatan fisik berupa Pembangunan jalan penghubung antara Dusun Kaliwadas Desa Surajaya Kecamatan Pemalang dengan Dusun Penusuhan Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang. Acara ini dipandu oleh Nurwasis dari Bagian Hukum Setda Kabupaten Pemalang. Selain dari Polres Pemalang, yang bertindak sebagai narasumber atau penyuluh diantaranya : dari Kodim 0711 Pemalang (Nurman Firdaus), Pengadilan Negeri Pemalang (Wiwin Sulistya), Pengadilan Agama Pemalang (Dadang Karim) dan dari Kejaksaan Negeri Pemalang.

    Ada lima materi yang disampaikan dalam penyuluhan hukum di Desa Kuta, yakni Ujaran Kebencian (Hate Speech), Gugatan Sederhana, Pemahaman dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi, Kompentensi absolut Peradilan Agama dan Penelantaran/Kekerasan dalam Rumah Tangga serta Memperkuat Kesadaran Bela Negara.

    Menurut Ida Slamet Wahyudi yang menarik di Kodim 0711 Wijaya Kusuma Pemalang kasus yang mendominasi, 20-30 kasus perbulan adalah kasus penipuan melalui sms dengan modus iming-iming hadiah, untuk itu masyarakat harus berhati-hati jangan serta merta percaya dengan penawaran hadiah dari pihak manapun.
    Nurman Firdaus dari Kepolisian Resort Pemalang menghimbau kepada masyarakat agar selalu mengikuti kegiatan baik dari pemerintah, organisasi keagamaan seperti NU dan Muhamadiyah yang bersifat positif. Karena kegiatan yang bersifat positif merupakan kegiatan bela negara. Lebih lanjut Nurman Firdaus menjelaskan bahwa ada tiga komponen dalam kegiatan bela negara, yakni Komponen Utama : TNI dan Polri, Komponen cadangan : Semua warga Negara, dan Komponen Pendukung : Sarana dan Prasarana.

    Acara penyuluhan hukum yang dihadiri oleh Perangkat Desa, Tokoh Agama, Masyarakat dan Pemuda serta Pengurus PKK Desa Kuta diakhiri dengan acara tanya jawab. Masyarakatpun berantusias dalam mengajukan pertanyaan terkait dengan permasalahan-permasalahan hukum yang ada di desa.

  • Kementerian Pertanian  Canangkan Kegiatan Percepatan Tanam  di Desa Kuta

    Kementerian Pertanian Canangkan Kegiatan Percepatan Tanam di Desa Kuta

    Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah (BPTP Jateng), Dr. Ir. Harwanto, M.Si melakukan pencanangan program percepatan tanam di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, tepatnya di Sawah Blok Kalijero, Selasa 19 September 2018.

    Kegiatan teersebut selain dihadiri oleh para petani yang tergabung dalam kelompok tani Ngudi Berkah, Panca Tani juga dihadiri oleh Pejabat dari Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang, Tentara Nasional  Indonesia (TNI) yang dalam hal ini diwakili Danramil Bantarbolang.

    Dr. Ir. Harwanto, M.Si menjelaskan bahwa program percepatan tanam terdiri atas tiga komponen yaitu : pertama percepatan tanam padi biasa, kedua percepatan tanam padi gogo dan yang ketiga untuk sistem tumpangsari padi dan jagung. Program ini dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan air di sekitar areal sawah. Diharapapkan dengan program percepatan tanam di bulan September 2018 para petani bisa melkukan tiga kali tanam dalam satu tahun, sehingga produksi dan pendapatan petani dapat meningkat.

    Pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang akan melakukan pendampingan secara berkelanjutan agar program ini dapat berjalan dengan baik. Selain pendampingan pemerintah memberikan bantuan berupa bibit padi untuk lahan seluas 55 ha dan mesin pompa air beserta operasionalnya  untuk petani Desa Kuta. Demikian tandas , Dr. Ir. Harwanto, M.Si Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah.

  • Desa Kuta Gelar Pentas Seni

    Desa Kuta Gelar Pentas Seni

    Masyarakat Desa Kuta  menggelar kegiatan Pentas Seni  yang diberi tajuk Penguatan Kearifan Lokal bagi Masyarakat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang untuk mencegah konflik Sosial, Selasa (28/08/2018) bertempat di Pendopo Balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang.

    Acara Pentas Seni dihadiri oleh Pejabat dari Dinas Sosial Propinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Pemalang. Dalam Pentas Seni ditampilkan Grebeg Kuta (kirab) terdiri dari  Cucuk Lampah (penunjuk arah) Barisan Srikandi, Barisan Bendera Merah Putih, Kelompok Kesenian yang ada di Desa Kuta seperti : Calung, Drumband, Hadroh. Diringi Gamelan dan  Rebana. Tamu dari Kementerian Sosial Republik Indonesia disambut dengan Tari Gambyong, Tari Selendang Pemalang,  Karawitan      Ibu-Ibu PKK Desa Kuta dan  Pentas Wayang Kulit yang dipentaskan oleh Dalang H. Unang Kusnardi dari Desa Kuta dengan diiringi oleh nayogo yang semuanya berasal dari Desa Kuta.

    Kegiatan yang bersumber dana dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, dihadiri seluruh lapisan masysrakat yang ada di Desa Kuta. Ketua Panitia Ardi, mengatakan bahwa tujuan kegiatan Pentas seni kali ini adalah Memupuk generasi muda untuk menjaga budaya lokal dan untuk memotifasi rasa memiliki dan tanggung jawab keberlangsungan budaya lokal yang ada agar tetap lestari. Tujuan ini dapat terealisasi dengan mengadakan kegiatan pelatihan gending dan tari bagi para pemuda dan pelajar, Menumbuhkembangkan rasa cinta dan memiliki terhadap budaya tradisional  Jawa dengan melakukan pentas baik gending maupun tarian dari anggota paguyuban Larasati. Dan Meningkatkan dan melestarikan budaya gotong royong, kebersamaan dan saling toleransi.

    Ibu kartini, pejabat dari Dinas Sosial Propinsi Jawa Tengah merasa senang dan terharu atas sambutan masysrakat Desa Kuta yang sangat meriah. Beliau mengharapkan bantuan dari Kementreian Sosial yang diperuntukan untuk pengadaan seperangkat alat gamelan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dan tidak dikomersialkan. Demikian tandas Ibu Kartini dalam akhir sambutannya.

  • Inspektorat Pemalang Periksa AMJ Kades Kuta

    Inspektorat Pemalang Periksa AMJ Kades Kuta

    Kuta (kuta.desa.id) Tim Inspektorat Kabupaten Pemalang melakukan pemeriksaan Akhir Masa Jabatan (AMJ ) Kepala Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang, bertempat di Balai Desa Kuta, pada hari selasa tanggal 10 Juli 2018.

    Kepala Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang, Samsuri periode 2013-2018 akan berakhir masa jabatannya pada tanggal 1 Desember 2018. Pemberitahuan akhir masa jabatan  yang disampaikan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) telah diterima oleh kepala  pada tanggal 4 Juni 2018. Dalan surat tersebut Kepala Desa Kuta diingatkan untuk segera membuat Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban  Akhir Masa Jabatan, jelas Kepala Desa Kuta.

    Pemeriksa akhir masa jabatan dari Inpektorat Kabupaten Pemalang, Eko Prasetyo dan Unggul Budiningsih memeriksa selama 2,5 jam. Obyek pemeriksaan meliputi pelaksanaan fungsi Kepala Desa, yakni fungsi penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Ada empat ruang lingkup pemeriksaan Akhir Masa Jabatan Kepala Desa yakni, kebijakan desa, kelembagaan desa, keuangan desa dan kekayaan desa. Eko Prasetyo salah satu pemeriksa menyarankan kepada Kepala Desa Kuta untuk segera menyelesaikan kewajiban-kewajiban Kepala Desa yang belum dilaksanakan.

  • Empat Desa di Pemalang Dijadikan Pilot Projek SID di Jawa Tengah

    Empat Desa di Pemalang Dijadikan Pilot Projek SID di Jawa Tengah

    Semarang (kuta.desa.id) Empat admin desa dari Kabupaten Pemalang yakni Desa Pegiringan, Kuta, Jojogan dan Penggarit mengikuti Pelatihan Sistem Informasi Desa bagi Aparat Kabupten dan Desa Pilot Projek di Hotel Neo Candi, Jl. S. Parman Semarang, selama 3 hari, Senin-Rabu (2 s/d 4 Juli 2018)

    Pelatihan yang diikuti oleh 116 Aparat Desa dan 58 Aparat kabupaten dari 29 Kabupaten di Jawa tengah dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Propinsi Jawa Tengah, Drs. Sudaryanto, M.Si pada hari Selasa (2/7/2018), Pukul 15.30 WIB. Drs. Sudaryant0, M.Si menyatakan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi harus ada integrasi data yang tentunya harus selalu terupdate di level Propinsi Jawa Tengah, disamping itu layanan informasi data harus dapat terakses oleh warga masyarakat. Pemerintah Propinsi Jawa Tengah akan mendorong percepatan implementasi Sistem Informasi Desa di 1.809 desa yang ada di Jawa Tengah dalam mendukung kebijakan pembangunan. Berkaitan dengan hal tersebut maka Propinsi Jawa tengah akan memberikan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten,Kota untuk pelaksanaan pelatihan Sistem Informasi Desa. Demikian tandas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Propinsi Jawa Tengah, di akhir sambutannya.

    Pemateri pada pelatihan Sistem Informasi Desa tersebut diantaranya Drs. Rivono Kutoroso dari Staf Ahli Gubernur, Ir. Setyo Irawan dari Diskominfo Jawa Tengah dan 5 orang Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Jawa Tengah yang juga relalawan TIK Pemalang , dikomadani oleh Andri Johandri. Drs. Rivono Kutoroso menyatakan bahwa teknologi jangan sampe menjajah kita, starting projek Sistem Informasi Desa selain harus dilakukan updating setiap saat juga harus melibatkan partisipasi masyarakat. Sementara Ir. Setyo Irawan mengingatkan kepada pemerintah desa dan kabupaten untuk memperhatikan infrastruktur teknologi informasi diantaranya : data center, lalu lintas data dan kabel fiber optik (FO).

  • BPD Kuta Bentuk Panitia Pilkades 2018

    BPD Kuta Bentuk Panitia Pilkades 2018

    Kuta(kuta.desa.id)Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kuta  membentuk sekaligus  melantik  Panitia Pemilihan Kepala Desa Kuta Tahun 2018, sabtu (30 Juni 2018) bertempat di Pendopo Balai Desa KutaKecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang.

    Rapat yang digelar BPD Desa Kuta  dengan mengundang Kepala Desa, Perangkat Desa, Pengurus Kelembagaan di desa serta  tokoh masyarakat berhasil membentuk Panitia Pemilihan Kapala Desa yang berjumlah 10 orang. Panitia yang dibentuk berasal dari unsur  tokoh masyarakat, perangkat desa, KPMD , pengurus PKK dan  dari Karang Taruna.  Dalam kesempatan tersebut terpilih  secara mufakat, Ary Widiyanto sebagai ketua , Slamet Masfuri (Wakil Ketua), M. Sodik (Sekretaris), Tuinah (Bendahara), dan 6 orang seksi-seksi, masing-masing Torih, Dirjo, Budi Purnama, Suhadi, Marsetiyo dan Winarsih. Selain Panitia Pilkades, BPD juga membentuk Tim Pengawas Pilkades yang berjumlah tiga orang, masing-masing Ardi, Wadoyo dan Rokhmani.

    Setelah Panitia dan Tim Pengawas Pilkades terbentuk Ketua BPD Desa Kuta, Amin Sidik melakukan  pengambilan sumpah  yang dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah.  Amin Sidik dalam sambutannya setelah pengambilan sumpah menekankan bahwa Panitia dan Tim Pengawas Pilkades harus bertindak netral.  Pemilihan Kepala Desa Kuta  merupakan bagian dari Pemilihan Kepala Desa  serentak yang dilakukan di Kabupaten Pemalang, dan untuk Desa Kuta akan dilaksanakan pada tanggal 16 September 2018 dengan menggunakan E-Vooting. Demikian tandas Ketua BPD Kuta dalam akhir sambutannya.

  • Ganjar-Taj Yasin Unggul 68 % di Desa Kuta

    Ganjar-Taj Yasin Unggul 68 % di Desa Kuta

    Kuta (kuta.desa.id) – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, Sh., M.IP dan H. Taj Yasin menang atas Cagub dan Cawagub Jawa Tengah, Sudirman Said dan Dra. Ida Fauziah pada wilayah PPS Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, yang diselenggarakan Rabu (27/6/2018). Ganjar-Taj-Yasin ungguli Sudirman-Ida Fauziah di semua TPS yang ada di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang.

    Berdasarkan hasil hitung di Tempat Pemungutan Suara (TPS), menyebutkan pasangan Ganjar-Taj-Yasin memperoleh 1.427 suara (68,2 %) dan Sudirman-Ida Fauziah memperoleh 667 suara (31,8 persen).
    Untuk wilyah PPS Kuta jumlah pemilih sebanyak 3.336 pemilih yang tersebar di delapan TPS, dengan rincian jumlah pemilih laki-laki sebanyak 1.687 dan perempuan 1.649. dari jumlah itu pemilih yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 1.129 pemilih. Sementara jumlah suara yang sah 2.094 dan yang tidak sah 35 surat suara.

    Mohammad Sodik, Ketua PPS Desa Kuta menjelaskan bahwa tingkat parstisipasi masyarakat Desa Kuta pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2018 sebesar 63 %. Yang tidak memilih 37 %. Pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya sebagian besar sudah berangkat merantau Ke Jakarta atau kota besar lainnya.
    Inilah hasil perolehan suara pada masing-masing TPS :

    [table id=37 /]

  • PPS Desa Kuta Lantik Ketua KPPS

    PPS Desa Kuta Lantik Ketua KPPS

    Sebanyak 8 orang Ketua (KPPS) Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Desa Kuta pada Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Tengah tahun 2018 dilantik oleh Ketua PPS (Panitia Pemungutan Suara) Desa Kuta, Sabtu (2/6/2018) bertempat di Pendopo balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang.

    Sebelumnya PPS Desa Kuta telah melakukan penjaringan anggota KPPS terhitung mulai tanggal 11 Mei 2018 dan berkahir 29 Mei 2018. Acara diawali dengan menyayikan lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan pengambilan sumpah Janji seluruh ketua KPPS dan di lantik oleh Mohammad Sodik selaku ketua PPS Desa Kuta.

    Selanjutnya Ketua PPS Desa Kuta memberikan sambutan dalam acara ini. Dalam kesempatan ini , Mohammad Sodik menyampaikan ucapan terima kasih kepada anggota KPPS yang merupakan bentuk partisipasi warga masyarakat untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2018. Mohammad Sodik, Ketua PPS Desa Kuta mengharapkan kepada Ketua KPPS agar nantinya dapat bekerja dengan baik dan maksimal sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku karena KPPS merupakan ujung tombak dari pelaksanaan pesta demokrasi.

     

  • Masyarakat Desa Kuta Sambut Ramadhan 1439 H

    Masyarakat Desa Kuta Sambut Ramadhan 1439 H

    Umat Islam Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan 1439 H dengan melakukan pawai taaruf pada hari Selasa, 15 Mei 2018 pukul 16.00 – 17.30 WIB.

    Pawai yang yang sebagian besar diikuti oleh anak-anak dan ibu-ibu ini dilepas oleh Kepala Desa Kuta, dengan start di halaman masjid Nurul Janah Dusun Suwuk. Para peserta pawai dengan suka cita menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan dengan berjalan sepanjang jalan utama Dusun Suwuk dan finish kembali di halaman masjid Nurul Janah, menjelang magrib. Pawai ini dimeriahkan oleh grup Drum Band dari SMP Negeri 04 Bantarbolang.

    “Ini adalah bentuk rasa kegembiraan kita, masyarakat Desa Kuta menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan” demikian kata seorang tokoh agama Desa Kuta, Ustad Kusnardi. Dan pada petang harinya umat Islam di Desa Kuta menjalankan ibadah sholat Magrib di masjid dan musholanya masing-masing. Kita masih menunggu penetapan awal ramadhan yang ditetapkan oleh Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia, demikian tandas Ustad Kusnardi.

  • RISKESDAS 2018 Di Desa Kuta Berjalan Lancar

    RISKESDAS 2018 Di Desa Kuta Berjalan Lancar

    Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabuapten Pemalang  yang dilakukan oleh empat enumarator/petugas dari Kementerian Kesehatan  berlangsung selama empat hari, 23 s/d 26 April 2018 berjalan dengan aman dan lancar.

    Riskesdas ini merupakan penelitian berbasis masyarakat dengan metode sampling yang diintegrasikan dengan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dari BPS (Badan Pusat Statistik). Riset Kesehatan Dasar yang didilakukan oleh  Kementerian Kesehatan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) untuk  Desa Kuta ada 10 keluarga yang dijadikan responden.  Pada hari pertama sampai hari ketiga enumerator melakukan wawancara lansung kepada para responden. Enumerator menanyakan tentang tindakan yang pernah dilakukan terhadap pencegahan penyakit kaki gajah, paru-paru, hepatitis dan kondisi kesehatan 1 tahun terakhir serta pengukuran tinggi dan berat badan responde.

    Pada hari keempat  dilakukan biomedis yakni pemeriksaan hemaglobin, guladarah, malaria dan kesehatan gigi para responden. Tindakan biomedis  melibatkan  oleh empat orang dokter gigi, satu orang dokter umum, sar orang analis dan satu orang perawat yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang.

    Imam Subkhi, salah seorang enumerator menjelaskan bahwa tujuan Riset Kesehatan   Dasar bertujuan untuk mengetahui kesehatan dasar, pedoman teori kesehatan dasar dan mengetahui seberapa jauh kesehatan dasar masyarakat. Lebih lanjut Imam Subkhi menjelaskan bahwa Riset Kesehatan   Dasar  di Kabupaten Pemalang berlansung sejak tanggal 1 April  sampai dengan 11 Mei 2018 dan hasil riset akan dijadikan bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Enumerator yang lain, Nailul Khiroh merasa senang sudah menyelesaikan tugasnya di Desa Kuta, semua responden bersikap kooperatis, demikian tandas Nailul Khiroh.