Author: AdminDesa

  • Admin IT Desa Kuta ikuti Pelatihan  Pengelolaan Website Desa di Hotel The Winner Pemalang

    Admin IT Desa Kuta ikuti Pelatihan Pengelolaan Website Desa di Hotel The Winner Pemalang

    Admin IT Desa Kuta, Isya Dina Kamalia mengikuti Pelatihan Pengelolaan Website Desa yang diselenggarakan oleh Puspindes di Hotel The Winner Kabupaten Pemalang, Rabu 4 Maret 2020. Pelatihan Website Desa dengan Tema Peningkatan Kapasitas Admin Desa dalam Pengelolaan Website Desa tersebut terbagi menjadi empat angkatan yang diselenggarakan selama empat hari, yaitu dimulai dari tanggal 2 Maret 2020 sampai 5 Maret 2020. Wilayah kecamatan Bantarbolang mendapat jadwal untuk megikuti pelatihan pada hari ke-3 tanggal  4 Maret 2020, bersama dengan dua kecamatan lainya yaitu Kecamatan Pemalang dan Kecamatan Taman. Acara tersebut dihadiri oleh Sri Agustiningsih, SH, MH selaku Kabid Pembangunan Informasi Desa dan Kawasan Pedesaan Dinpermasdes Kabupaten Pemalang  dan Ahmad Sutoto, S. Sos, MM selaku Kasi Pengembangan Infromasi Desa Dinpermades Kabupaten Pemalang.
    Acara dimulai sekitar pukul 10.00, dibuka langsung oleh Ibu Sri Agustiningsih, SH, MH, beliau menyampaikan bahwa kegiatan sistem informasi desa menjadi kegiatan prioritas pemerintah, karena dari kegiatan tersebut akan mudah diketahui oleh masyarakat luas tentang perkembangan desa, aktivitas desa, dan transparasi kegiatan yang ada di desa. Sementara itu Bapak Ahmad Sutoto, S. Sos, MM menambahkan bahwa website desa dan IT desa itu harus dianggarkan, karena biasanya untuk anggaran IT desa itu sering terlewatkan.
    Acara selanjutnya yaitu pemberian materi oleh Juan dari Puspindes. Materi yang diberikan berfokus pada perbaikan halaman website, karena semakin menarik halaman website maka akan semakin menarik pengguna internet untuk membukanya, materinya slah satunya adalah cara membuat elementor pada halaman depan website. Para admin desa yang mengikuti pelatihan tersebut diharapakan dapat menerapkan di desa masing-masing. Setelah semua materi sudah diberikan kemudian acara ditutup oleh Ahmad Sutoto, S. Sos, MM. Admin Desa yang mengikuti pelatihan tersebut diharapkan dapat terus aktif memgembangkan website desa masing-masing, mengingat website desa merupakan media informasi publik supaya masyarakat dapat melihat transparansi pemerintah dalam melakukan kegiatan apapun.

     

     

     

  • Harlah Paguyuban Kuta Budaya ke-2 dan Pengukuhan Nama Lapangan Sepak Bola Desa Kuta

    Harlah Paguyuban Kuta Budaya ke-2 dan Pengukuhan Nama Lapangan Sepak Bola Desa Kuta

    Kiprah Paguyuban Kuta Budaya (PAKUDAYA) kini sudah genap 2 tahun. Acara peringatan ulang tahun PAKUDAYA tersebut dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 2020,  bertempat di Balai Desa Kuta. Kepala Desa Kuta, Pamong Desa Kuta, sesepuh, serta masyarakat Desa Kuta turut hadir untuk menyaksikan acara tersebut. PAKUDAYA merupakan paguyuban grup karawitan dari berbagai golongan. Mulai dari grup karawitan anak SD, Karang Taruna, Ibu-ibu PKK, dan beberapa grup dari masyarakat  Desa Kuta. Oleh karena itu dalam acara tersebut masing-masing grup menampilkan hasil latihan selama ini yang terdiri dari berbagai langgem-langgem Jawa.

    Grup karawitan SD menjadi pembuka pra acara dalam acara tersebut, kemudian disusul grup karawitan ibu-ibu PKK dan Karang Taruna putri. Walaupun ada yang baru laihan 5 kali namun sudah terlihat sangat pandai memainkan gamelan. Memasuki acara inti yaitu pemotongan tumpeng oleh Kepala Desa Kuta sebagai wujud syukur atas kesuksesan PAKUDAYA sebagai wadah bagi warga desa kuta dalam melestarikan kesenian Jawa khususnya Karawitan. Sementara itu, selain perayaan ulang tahun PAKUDAYA, acara tersebut juga mempunyai agenda lain yaitu pemberian nama untuk lapangan Desa Kuta. Atas keputusan bersama lapangan Desa Kuta diberi nama “Kridaku” yang artine Krida (gerak), Ku (Kuta), diharapkan seluruh elemen Desa Kuta, baik pemerintah ataupun amsyarakatnya dapat terus bergerak, bekerja bersama membangun Desa Kuta menjadi lebih baik lagi.

    Setelah pemotongan tumpeng kemudian dilanjutkan penampilan grup karawitan dari ibu-ibu RT, dan grup pemuda Desa Kuta hingga acara berakhir sekitar pukul 24.00. Desa Kuta mempunyai banyak sekali potensi budaya, salah satunya PAKUDAYA. Walaupun baru berjalan 2 tahun, tapi sudah memberikan hasil yang nyata untuk Desa Kuta. Harapanya PAKUDAYA ke depanya dapat terus menajadi wadah masyarakat Desa Kuta dalam melestarikan kesenian Jawa.

  • Kades Kuta Lantik Sekdes Baru

    Kades Kuta Lantik Sekdes Baru

    Dalam mengisi kekosongan Perangkat Desa Kuta kecamatan Bantarbolang kabupaten Pemalang,telah berlangsung Pelantikan dan Pengambilan sumpah jabatan Perangkat Desa dengan jabatan Sekretaris Desa atas nama Muhammad Sodiq. Selasa ( 31/12/2019)

    Acara di mulai Pukul 13.00 WIB dan dihadiri Muspika Kecamatan Bantarbolang , BPD, LPMD, PKK, Ketua RT/RW , Tokoh masyarakat dan tamu undangan.Acara di awali dengan menyanyikan lagu  “ INDONESIA RAYA “ di lanjutkan Pembacaan surat keputusan oleh Kepala Desa Kuta tentang Pengangkatan jabatan Perangkat Desa.

    Setelah dua acara di lewati , kemudian acara selanjutnya pengambilan sumpah dan pemberian SK oleh kepala Desa Kuta.Dalam acara sumpah janji jabatan Perangkat Desa baru Muhammad Sodiq selaku calon sekdes menirukan kata kata Kepala Desa hingga suasana terasa menjadi hikmat dan sakral.

    Kepala Desa Kuta,Cahyono dalam sambutanya mengucapkan terima kasih kepada segenap Panitia dan selamat kepada sekdes baru yang secara sah sudah di lantik , tidak lupa pula ucapan terimakasih kepada tamu undangan yang telah hadir dalam acara ini .” Semoga sekdes baru bisa mengemban amanah, menjalankan tugasnya dengan baik mengabdi kepada desa dan masyarakat dan bisa melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai sekdes ” tegasnya.

    Camat Bantarbolang Drs.Abdul Rachman,M.Si juga tidak luput memberikan ucapan selamat kepada sekdes baru,Dalam sambutanya Camat Bantarbolang berharap dengan adanya sekdes baru bisa bekerja sama dengan baik, disiplin dalam menjalankan tugas nya, bisa menyesuaikan dengan lingkungan agar Desa Kuta lebih maju kedepanya ”terangnya.

    Acara terakhir ditutup denga ramah tamah dan pemberian ucapan selamat dari hadirin untuk sekdes baru.( Mas D’jo )

  • Pelatihan Pemberdayaan Perempuan di Bidang IT

    Pelatihan Pemberdayaan Perempuan di Bidang IT

    Kuta, Bantarbolang – Pemerintah Desa Kuta mengadakan Pelatihan Pemberdayaan Perempuan di Bidang IT bagi sejumlah perempuan di Desa Kuta. Kegiatan ini bertempat di Balai Desa Kuta dan berlangsung  selama dua hari, yaitu Jumat-Sabtu (20-21/12) pukul 13.00-15.30 WIB untuk hari pertama dan pukul 08.00-14.00 WIB untuk hari kedua.

    “Dengan adanya pelatihan di bidang IT bagi  perempuan, diharapkan dapat meningkatkan jumlah jurnalis di Desa Kuta. Dengan bertambahnya jumlah jurnalis diharapkan dapat menambah konten di website desa yang sudah terbentuk. Selain itu, para Ibu PKK juga dapat membuat administrasi PKK menggunakan komputer” ujar Cahyono, Kades Kuta. Tujuan itu memang tidak terlepas dari peran IT yang sangat penting saat ini.

    Pelatihan di bidang IT ini memang dikhususkan untuk perempuan di Desa Kuta. Sebanyak 25 peserta ikut dalam pelatihan ini, mulai dari kalangan remaja sampai ibu rumah tangga. Setiap peserta juga diwajibkan untuk membawa laptop agar mudah dalam penyampaian materi di bidang IT. Narasumber yang dihadirkan dalam pelatihan ini dari PUSPINDES Kabupaten Pemalang, yaitu Faur, Erwanto, dan Gatot. Dalam penyampain materi terbagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok atas untuk Ibu PKK yang berfokus pada pembuatan laporan PKK dan kelompok bawah yang berfokus pada pembuatan berita dan artikel di website desa.

     

  • Guru Perempuan Harus Melek IT

    Guru Perempuan Harus Melek IT

    Pada awalnya IT dianggap sebagai hal yang tidak penting bagi perempuan. Tapi seiring dengan kemajuan zaman dan kecanggihan teknologi, IT justru menjadi kebutuhan bagi perempuan. Para perempuan masa kini dianggap hebat kalau sudah melek IT. Mungkin ada beberapa orang yang beranggapan kalau teknologi mempunyai dampak buruk , akan tetapi tidak selamanya teknologi mempunyai dampak negativ selama kita menggunakan teknologi tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat.

    Teknologi mempunyai pengaruh yang sangat besar untuk setiap aktivitas yang sedang berlangsung. Dalam dunia pendidikan, guru tidak hanya bertugas untuk mengajar , mengadakan penilaian dan mengolah nilai secara manual , akan tetapi guru diharapkan bisa menggunakan berbagai macam aplikasi yang ada terkait dengan tugas utama guru . Salah satunya adalah pengisian E-Rapot yang sudah diberlakukan sejak tahun pelajaran 2019/2020. Banyak dari guru khususnya kalangan ibu-ibu yang mengeluh tentang pemberlakuan sistem E-Rapot. Karena secara otomatis pengisian rapot tidak secara manual dengan tulis tangan akan tetapi melalui sistem on line dengan admin sekolah sebagai admin induk.

    Dalam hal ini ilmu teknologi sangat berperan penting dan menjadi kebutuhan pokok. Sebagai perempuan yang berprofesi sebagai guru kepandaian dalam bidang IT sangat dibutuhkan tidak memandang apakah guru junior ataukah guru senior.

  • Lestarikan Kesenian Jawa, Karang Taruna Desa Kuta Rutin Berlatih Karawitan

    Lestarikan Kesenian Jawa, Karang Taruna Desa Kuta Rutin Berlatih Karawitan

    Karang taruna desa kuta rutin berlatih karawitan di Sanggar Seni Larasati (SANILA) Desa Kuta. Kegiatan tersebut dijadwalkan setiap seminggu sekali, yaitu pada setiap hari jum’at malam untuk karang taruna putra, dan setiap hari sabtu malam untuk karang taruna putri. Latihan tersebut sebagai bentuk untuk melestarikan kesenian Jawa yang sudah berkembang di Desa Kuta sejak dahulu, selain itu sebagai wadah bagi para anggota karang taruna untuk belajar memainkan lat music gamelan. Latihan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB.

    Para anggota karang taruna dilatih langsung oleh Bapak Sabar Sucipto, dan dibimbing oleh Bapak Waluyo, Bapak M. Yasin, dan Ibu Ning Suwarti. Karang taruna yang awalnya tidak mengenal karawitan, secara bertahap mulai bisa memainkan alat musik gamelan. Bagi mereka latihan karawitan merupakan hal baru dan sangat menyenangkan walaupun pada awalnya masih banyak yang merasa bingung.

    Kegiatan yang sudah berlangsung kurang lebih sebulan tersebut tentunya tridak lepas dari dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa yang sudah memfasilitasi kegiatan tersebut, juga dari para seniman-seniman Desa Kuta yang turut membimbing para anggota karang taruna dalam berlatih karawitan. Harapanya dengan adanya latihan karawitan rutin tersebut dapat membuat generasi muda Desa Kuta untuk lebih mencintai kesenian daerah serta turut melestarikanya.

  • Karang Taruna Desa Kuta ikuti Kampanye Germas di Kantor Kecamatan Pemalang

    Karang Taruna Desa Kuta ikuti Kampanye Germas di Kantor Kecamatan Pemalang

    Karang taruna Desa Kuta menjadi perwakilan Puskesmas Kecamatan Bantarbolang dalam acara kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kantor Kecamatan Pemalang, Selasa 26 November 2019. Dinas Kesehatan Pemalang mengadakan kegiatan tersebut dalam rangka penyebarluasan informasi tentang  GERMAS kepada masyarakat khususnya pemuda di Kabupaten Pemalang untuk berperilaku hidup sehat. Acara tersebut diikuti oleh berbagai perwakilan dari puskesmas masing-masing wilayah, adapun wilayahnya terbagi menjadi tiga, yang pertama adalah wilayah Comal, Wilayah Pemalang, dan Wilayah Belik. Masing-masing perwakilan wilayah mengirimkan anggota karang taruna 10 orang dan 2 orang dari Promkes

    Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, dimulai dengan senam bersama, cek kesehatan gratis, dan berfoto. Acara inti dibuka langsung oleh Drs. Suhirman, M. Hum selaku Camat Pemalang, kemudian dilanjutkan dengan makan buah bersama. Suhirman menyampaikan bahwa generasi muda pelopor GERMAS, harapanya para pemuda dapat mengkampayekan pola hidup bersih dans sehat, di mulai dari diri sendiri, keluarga, kemudian lingkungan sekitar.

    Acara dilanjutkan dengan pemberian materi tentang GERMAS oleh Agus Triyanto selaku Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang. Menurut Agus, GERMAS adalah tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan bersama-sama untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. GERMAS muncul karena ada perubahan pola penyakit dari PM (Penyakit Menular) ke PTM (Penyakit Tidak menular), di mana PM dulu menjadi penyebab kesakitan dan kematian terbesar di Indonesia namun seiring berjalanya waktu ada perubahan pada pola hidup dan perilaku yang menyebabkan PTM berganti menjadi sebab kematian terbesar di Indonesia. Dampak Germas bagi kita adalah kesehatan terjaga, lingkungan bersih, biaya berobat berkurang.

    Kegiatan berlangsung sangat menarik, Selain pemberian materi, acara tersebut juga diselingi dengan pembagian doorprize untuk peserta kegiatan. Peserta diberikat beberapa pertanyaan tentang GERMAS untuk menguji pengetahuan peserta tentang GERMAS, kemudian yang dapat menjawab dipersilahkan memilih hadiah yang telah disediakan. Kegiatan tersebut juga dalam rangka pembentukan pemuda peduli kesehatan, diharapkan para peserta yang hadir nantinya dapat mengkampanyekan GERMAS di desanya masing-masing.

  • Admin  Desa Se Kabupaten Pemalang Ikuti Jambore IT 2019

    Admin Desa Se Kabupaten Pemalang Ikuti Jambore IT 2019

    Admin Desa yang terdiri atas admin website, Sidekem (Sistem Informasi Desa dan Kawasan Pemalang), dan admin media sosial mengikuti kegiatan Jambore IT yang berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (9-10 Nopember 2019) bertempat di PTP Semugih Desa Banyumudal Kecamatan Moga kabupaten Pemalang. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinpermasdes (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa) Kabupaten Pemalang dan Puspindes ini selain diikuti oleh admin Desa se Kabupaten Pemalang juga diikuti oleh peserta umum dan pelajar yang berasal dari luar kabupaten Pemalang, seperti Tegal, Brebes dan Yogyakarta.

    Kegiatan Jambore IT secara resmi dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang, Nugroho Budiharjo pada Sabtu pagi. hadir juga Kepala Dinpermasdes Kabupaten Pemalang Tetuko Raharjo. Kegiatan Jambore IT Desa 2019 bertujuan untuk memberikan keterampilan di bidang TIK dan membentuk karakter kerja pengelolaan bidang TIK bagi para peserta Jambore IT Desa 2019 . Mereka dipertemukan di sini untuk meningkatkan kemampuan dibidang IT, demikian ditandaskan oleh Kepala Dinpermasdes. Hadir sebagi narasumber, Ono W. Purbo, pakar IT indonesia yang membawakan materi Hacking Data Mining, Ismail Fahmi dari Drone Emprit dan Budiman Sudjatmiko, Inovator 4.0 Indonesia. Peserta juga mendapatkan materi tentang bagaimana cara membuat konten berita, foto dan video yang akan di unggah ke website, ataupun media sosial. Yang disampaikan oleh Solihin , salah seorang pegiat Relawan TIK kabupaten Pemalang.

  • Dihari ke 3 Pendaftaran, Baru 2 Pendaftar Yang Serahkan Formulir

    Dihari ke 3 Pendaftaran, Baru 2 Pendaftar Yang Serahkan Formulir

    Semenjak  terbentuknya panitia pengangkatan perangkat desa Kuta untuk formasi sekretaris desa, Desa Kuta,Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang pada tanggal 18 Oktober 2019 Panitia Pengangkatan Perangkat Desa Kuta sudah sampai ke tahap penjaringan. Sebelumnya Panitia sudah melakukan Kegiatan sesuai dengan jadwal kegiatan Panitia Pengangkatan Perangkat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Tahun 2019 yaitu:

    A. TAHAP AWAL

    1. Membuat Tata Cara Pengangkatan Perangkat Desa
    2. Membuat Tata Kerja Panitia Pengankatan Perangkat Desa
    3. Menyusun Jadwal Kegiatan
    4. Menyusun Anggaran Pengangkatan Perangkat Desa
    5. Menyusun SK TIm penyusun Naskah,Ujian Penyaringan
    6. Menyusun SK Pengawas Ujian, Korektor dan Tatib Ujian

    B. TAHAP PENJARINGAN

    1. Mengumumkan lowongan Jabatan Perangkat Desa
    2. Menyiapkan Formulir A s/d I
    3. Menerima Pendaftaran Balon Perangkat Desa Lainnya
    4. Pengecekan Berkas
    Dari data yang di sampaikan oleh Torih salah satu Panitia sampai hari ke 3 tanggal 31 Oktober 2019 dari mulai tahap pendaftaran Balon Perangkat Desa  yang terjadwal tanggal 28 Oktober sampai 08 November 2019 ada 10 balon yang mengambil formulir pendaftaran dan baru 2 berkas balon yang di terima kembali oleh panitia.
    Dengan melihat antusias dari para pendaftar perangkat desa Kuta semoga terjaring balon yang kompeten dan akan terpilih sekretaris desa untuk Desa Kuta  yang mumpuni untuk kemajuan Desa.
  • Penyuluhan Pencegahan Stunting

    Penyuluhan Pencegahan Stunting

    Stunting adalah bila tinggi badan anak dibandingkan dengan umurnya berada di bawah minus dua standar defiasi pada kurva WHO yang ada di KMS. Anak stuting umumnya bertubuh lebih pendek dibanding anak seusianya. Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi yang berkepanjangan, berarti pendek belum tentu stunting, harus dilihat dari penyebabnya dulu. karena pendek bisa juga berasal dari varian pendek. Pencegahan stunting  adalah dari awal kehamilan sampai umur 2 tahun atau yang di sebut 1000 hari pertama kehidupan, kenapa 1000 hari pertama kehidupan? Karena di 1000 HPK otak sangat berkembang cepat, maka di masa masa itu harus diperhatikan asupan gizinya. Pada masa kehamilan yang harus dilakukan perbaikan gizi, pemeriksaan kehamilan minimal empat kali selama hamil. Jarak kehamilan juga harus diperhatikan, minimal dua tahun. Pada saat melahirkan di fasilitas kesehatan, bayi hanya diberi air susu ibu saja sampai usia enam bulan, setelah enam bulan bayi diberi makanan pendamping air susu Ibu ( MP ASI ) hingga usia dua tahun. Dalam pemberian MP ASI yang baik dan benar adalah yang pertama tepat waktu, yang kedua menu lengkap terdiri dari karbonhidrat, protein hewani, protein nabati, buah dan sayur, yang ketiga anak diajarkan makan seperti orang dewasa yaitu sambil duduk.
    Demikian disampaikan oleh dr.Dinda Welltsazia Rindhi, dari Puskesmas Bantarbolang  pada acara penyuluhan kesehatan tentang pencegahan stunting yang dilaksanakan  di Pendopo Balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang  pada hari Rabu tanggal 30 Oktober 2019. Acara yang dibuka oleh Sekcam Bantarbolang, Slamet Waluyo ini diikuti oleh Ibu hamil, Ibu yang mempunyai anak usia dibawah dua tahun  dan kader posyandu yang semuanya berjumlah lima puluh orang.
    Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang, dengan sumber dana dari APBDes Kuta tahun anggaran 2019. Harapannya agar masyarakat Desa Kuta dapat memahami serta mengetahui bagaimana cara mencegah stunting, demikian tandas Kepala Desa Kuta, Cahyono.