Archives

Berita

Ditahun 1990han Hand Phone adalah barang yang sangat mahal dan belum bisa dimiliki kebanyakan orang dengan kata lain barang mewah dan barang langka dan untuk memperoleh informasi harus lewat jasawarnet saat itu lagi marak.  Di era tahun 2000an Hand Phone mulai kenal banyak orang dan sudah menjadi kebutuhan mengingat dengan HP lah untuk memperolah informasi lebih mudah, praktis dan secepat itulah informasi didapat yang akhirnya sejak itulah jasa warnet mulai tinggalkan. Dengan kemajuan Teknologi saat ini yang namanya alat kominikasi phonsel biasa  mulai ditinggalkan  beralih ke HP Android inipun  sudah tidak menjadi barang mewah lagi sudah dianggap hal yang biasa terbukti dari anak anak sampai orang dewasa bahkan orang tua barang itu bukan hal yang aneh lagi karena kebutuhan informasi tentang sosial, budaya, pendidikan dan lain lainya sudah ada di didalamnya melalui fasilitas jaringan internet . Segala fasilitas sarana prasarana tersebut terus menerus mengikuti perkembangan dengan alat komunikasi yang sudah merakyat dengan begitu cepatnya. Saat ini jaringan Internet adalah satu kesatuan yang melekat didalamnya untuk memperoleh iformasi yang dibutuhkan . Desa kuta khusunya di balai desa telah terpasang alat untuk menunjang fasilitas internet dalam rangka desa online walaupun belum dioperasikan ternyata kebanyakan warga masyarakat terutama anak muda sudah mulai berkerumun dengan harapan untuk memperoleh jaringan tersebut.

 

Bertempat di Pendopo Balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang  dilaksanakan pembagian Kartu Tani dan buku rekening  oleh petugas dari BRI unit Bantarbolang kepada para petani di Desa Kuta, Pada hari sabtu ( 24/12/2016 ).

Acara tersebut di hadiri oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa Kuta serta PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan ) wilayah Desa Kuta dan Lenggerong Kecamatan Bantarbolang.

Sebanyak 572 Kartu Tani  tidak dapat terbagi semua, karena ada beberapa warga yang tidak hadir. Dan menurut  Wiharto Bagus, salah satu petugas dari BRI unit Bantarbolang, kartu yang tidak terbagikan dapat diambil di kantor BRI unit Bantarbolang. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa nantinya bantuan pemerintah kepada pemilik Kartu Tani berupa uang yang masuk ke rekening  yang baru saja di bagi, Kartu Tani berfungsi sebagai kartu ATM. Bantuan tersebut  diperuntukan untuk membeli pupuk.

Dan apabila bantuan sudah masuk ke rekening, para pemilik Kartu Tani dapat membeli pupuk di penyalur resmi yang ditunjuk dengan membawa kartu ATM. Untuk wilayah Kecamatan Bantarbolang saat ini baru pada tahap pendistribusian Kartu tani, demikian tandas Wiharto Bagus.

Sementara menurut PPL Desa Kuta, Sugiyanto, bantuan pemerintah kepada para pemilik kartu Tani besarannya tergantung dari luas lahan yang di garap masing-masing petani, data luas lahan sudah tercantum dalam data base di kartu ATM.

Acara yang dimulai sejak pukul 07.00 tersebut berakhir pada pukul 12.30 WIB, tanpa jeda istirahat.

 

Pada awal tahun 2016  masyarakat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang dihebohkan dengan kejadian dua bocah kecil yang tersambar petir di dalam rumahnya. Kedua bocah kakak beradik tersebut adalah  Siti Aisyah (7 th) dan Sabqi Al Hafiz (3 th). Keduanya selamat setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit, yang semua biayanya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Keduanya  adalah anak dari pasangan Tiharyati dan Hasanudin , warga Desa Kuta RT 02 RW 03 Kecamatan Bantarbolang. Semenjak Sabqi lahir kedua orang tuanya berpisah, dan untuk mencukupi kebutuhannya Tiharyati bekerja di Jakarta sebagai pembantu rumah tangga. Dan keduanya diasuh oleh keluarga Taryono dan Kastiah yang merupakan bude dari kedua bocah tersebut.

 Ditemui dirumahnya, Kastiah mengatakan bahwa Sabqi sudah seminggu ini sering menabrak-nabrak saat berjalan, sering terbentur benda-benda yang ada di depannya, ternyata mata kananya hampir seluruh bolamatanya hitam. setelah dibawa ke dokter hari Jum at tanggal 16 Desember 2016, menurut dokter bolamatanya yang sebelah kanan mengalami luka dan harus dioperasi. Untuk tindakan  sementara diberi obat, dan keadaan saat ini dimuat sudah membaik walaupun penglihatannya masih terganggu, dan saat ini ibu  Kastiah harus selalu menjaga Sabqi saat bermain. Dengan adanya hal tersebut pihak Pemerintah Desa Kuta segera bertindak untuk memfasilitasi proses pengobatan anak tersebut dengan melalui fasilitas Jamkesda.

Sementara kakak Sabqi , Siti Aisyah yang saat ini tercatat sebagai murid kelas 2 Sekolah Dasar Negeri 01 Kuta, kini sudah normal kembali, tidak ada gangguan baik fisik maupun mentalnya.

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: