Archives

Berita

Empat relawan  bukapeta  dari Jakarta bekerja sama dengan PUSPINDES (Pusat Pemberdayaan Informatika dan Desa) Kabupaten Pemalang melakukan pemetaan dengan pesawat tanpa awak (drone) di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, pada hari Rabu (28/120) dengan didampingi oleh perangkat Desa Kuta.

Pemetaan dilakukan dengan dua pesawat, dengan empat penerbangan, yang dilakukan di lapangan sepak bola Dusun Suwuk Desa Kuta. Salah seorang relawan Widiyanto menjelaskan bahwa pemetaan dengan drone nantinya akan menghasilkan peta desa berbasis koordinat. Peta desa yang lebih akurat nantinya digunakan oleh desa dalam menentukan proses perencanaan pembangunan. Widiyanto menjelaskan lebih lanjut bahwa pemetaan dengan drone akan dilakukan di semua desa di Kabupaten Pemalang. Ke depan, dengan difasilitasi oleh PUSPINDES tiap desa akan diberi pelatihan tentang drone dan juga mengolah peta desa dengan aplikasi Quantum GIS.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pemlang Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa sebagaimana telah diubah dengan perturan Daerah Kabupaten Pemalang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa, untuk lebih memberikan pemahaman kepada masyarakat desa Kuta, maka pada tanggal 22 Nopember 2016 diadakan sosialisasi tentang penataan perangkat desa secara intarnal yang mana hadir dalam acara ini terdiri dari Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Bantarbolang, unsur BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Kader PKK, Ketua RT, RW dan Tokoh Pemuda desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Lebih lanjut Kepala Desa Kuta Samsuri dalam sambutannya, dengan adanya kekosongan Sekdes seluruh tugas dan tanggung jawab yang dijabat oleh PLt Sekdes dari Kaur Pembangunan, selama ini tidak ada masalah karena semua dapat dikerjakan dengan baik.  Perangkat desa yang ada sudah menjadi satu system satu kesatuan  yang harus dapat bekerjasama satu dengan lainnya, apalagi  9 dari 12 perangkat desa  yang ada sudah dapat mengoperasionalkan komputer, baik untuk pelayanan sehari hari maupun untuk tugas rutin lainnya. Ditambahkan dalam sambutannya ketua BPD Desa Kuta Amin Sidik  , dengan peraturan yang baru untuk formasi pola  3 -3 , desa Kuta Kecamatan Bantarbolang tidak perlu adanya pengadaan perangkat melainkan cukup dengan penataan kembali perangkat yang ada  secara intern, dengan melalui tahapan tahapan proses seleksi sesuai aturan yang ada. Kemudian proses rekomendasi oleh Camat Bantarbolang dan berkas lainya sampai dengan Perdes SOTK telah diundangkan kemudian Tim membuat jadwal untuk pelaksanaan Ujian.

Pada hari ini Rabu tanggal 28 Desember 2016 diadakan Ujian Kompetensi calon Perangkat desa oleh tim Seleksi Internal Penataan Perangkat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, Time  dibantu oleh petugas yang terdiri dari  Petugas Penyusun naskah ujian praktek maupun tertulis, Petugas penguji dan Petugas pengkoreksi hasil ujian,  tahap pertama diadakan ujian praktek yang terdiri materi pengoperasionalkan komputer, membuat surat menyurat secara umum, khusus untuk calon Sekdes  membuat Perdes, RKPDes, Perkades, Kep.Kades, LPP dll, adapun calon perangkat yang lainnya disamping soal pengoperasionalkan dan membuat surat menyurat sesuai dengan tupoksinya masing masing. Kemudian tahap kedua dilaksanakan praktek Pidato untuk Sekdes dan contoh memimpin rapat untuk calon perangkat desa  lainnya. Tahap ketiga setelah selesai penilaian mengingat tingkat kelulusan 100 % (seratus) persen maka seluruh perseta mengikuti ujian tertulis

Minggu (25/12) kami serombongan yang berjumlah 13 orang mengunjungi Goa Laren dan Goa Masinggih. Kedua goa tersebut merupakan gugusan goa yang ada di Gunung Wangi, yang terletak di sebelah barat kurang lebih 1,7 km dari Dusun Sipanjang, Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang.

Untuk menuju lokasi kami menggunakan kendaraan roda dua, tapi tidak sampai ke lokasi goa, perjalanan di lanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 50 meter, yang masih dalam keadaan semak belukar. Sembari berjalan kami membuat jalan setapak agar bisa di lewati. Karena kedua goa tersebut memang jarang dikunjungi para “tamu Gunung Wangi”.

Kedua goa tersebut dan goa-goa yang lain belum dikelola layaknya tempat wisata, hanya para kunci yang mengelola, terutama kebersihannya, itupun di lingkungan goa tertentu, seperti Goa Sibuyung dan Penganten.

Goa Laren

Untuk masuk kedalam goa ini masih sulit, karena mulut goanya sempit, dan harus hati-hati. Setelah turun ke goa terdapat dinding kapur yang tinggi, sekitar 15 meter, dan apabila masuk lebih ke bawah lagi terdapat semacam ruangan yang yang cukup lebar. Di kedua dindingnya banyak stalaktit yang cukup indah, Di goa ini masih terdapat kelelawar, namun sudah tidak begitu  banyak.

Goa Masinggih

Mulut goa ini sangat lebar sehingga sangat mudah untuk memasukinya. Begitu masuk terdapat ruangan yang cukup luas. Di ruangan ini terdapat dinding goa yang cukup indah yang di hiasi oleh banyak stalaktit. Di goa ini juga masih banyak terdapat kelelawar. Di ujung ruangan ini terdapat lobang yang tembus keluar sehingga sinar matahari bisa masuk dan membuat ruangan goa tidak terlalu gelap.

goa-masinggih-2

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: