Archives

Berita

Kepala Desa dan Perangkat Desa dari Kabupaten Pemalang mengikuti acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Pemerintahan Desa Se Indonesia bertempat di Tennis Indoor, kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (10/04/2019). Acara ini dilaksanakan oleh Badan Koordinasi Nasional Pembangunan, Pemerintahan, dan Pemberdayaan Kemasyarakatan Desa (Bakornas P3KD). Bakornas P3KD menggandeng DPP Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi), dan Persatuan Perangkat Desa Seluruh Indonesia (PPDI).

Acara yang bertema Membangun dari desa ini dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sanjoyo, Menteri Dalam Negeri, Cahyo Kumolo, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

“Para Kepala Desa harus sanggup dan mampu mengelola uang Dana Desa dengan baik.” Bagi desa desa yang infrastrukturnya sudah bagus diharapkan bisa mengalokasikan dana desa untuk kegiatan bimbingan belajar bagi para siswa SMA yang ada di desa dengan bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan. Sehingga anak SMA yang berasal dari desa bisa bersaing dengan anak SMA yang berasal dari kota dalam memperoleh beasiswa belajar ke luar negeri. Demikian harapan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sanjoyo.
Acara Silatnas Kepala Desa dan Perangkat Desa diakhiri dengan acara Pengarahan dari Presiden Republik Indonesia. Bapak Jokowi menyadari bahwa menjadi kepala desa yang bertugas selama 24 jam membutuhkan dana operasional yang cukup, untuk itu dalam waktu dekat akan dibuat keputusan namun belum mengarah pada jumlahnya. Selain tugas dan tanggung jawa kepala desa, hal lain yang menjadi perhatian Presiden adalah pelaporan dana desa, penyederhanaan pelaporan dalam pengelolaan keuangan desa sehingga desa tidak hanya mengurus tumpukan kertas pelaporan, tapi lebih fokus dalam pembangunan fisik.

Sebanyak 60 anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019, bertempat di Pendopo Balai Desa Kuta, Kamis 28 Maret 2019. Ke 60 anggota KPPS tersebut mewakili 15 TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang ada di Desa Kuta.
Pemilu tahun 2019 berbeda dengan Pemilu tahun 2014, pada tahun ini pemilih akan mendspapatkan 5 surat suara untuk memilih Calon anggota DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Propinsi, DPR RI, DPD dan memilih Calon Presiden dan wakil Presiden. Untuk itu KPPS perlu mendapatkan bimbingan teknis agar memperoleh pemahaman yang konprehensip terhapap proses pemungutan dan penghitungan suara pada pemilu kali ini. Demikian penekanan awal yang disampaikan oleh Ketua PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) Bantarbolang.
Bimbingan teknis yang berlansung siang hingga sore hari disampaikan oleh Ketua PPK  Kecamatan  Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Hasan, Ketua PPK Bantarbolang menjelaskan secara detail  mulai penulisan dan pembagian C6 (undangan), pengamanan logistik Pemilu  dari PPS ke tempat pemungutan suara, tata letak TPS, persiapan pemungutan dan penghitungan suara. Yang harus menjadi perhatian dan harus dipahami oleh anggota KPPS adalah bagaimana mengisi formulir salah satunya adalah Formulir C. Formulir C1 merupakan salah satu rangkaian dari dua formulir perhitungan suara di tingkat TPS. Formulir C adalah berita acara dan C1 itu adalah hasil rekapitulasi dari hasil perhitungan suara yang didapat dari peserta Pemilu. Anggota KPPS harus mengisinya dengan cermat dan benar serta harus menyalin sebanyak saksi yang ada dalam TPS. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah anggota KPPS harus menjaga netralitas sebagai penyelenggara Pemilu dan harapannya Pemilu tahun 2019 dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancer. Termasuk KPPS dapat memahami peraturan sehingga dapat melaksanakan Pemilu dengan penuh tanggung jawab, ketelitian dan keakurasian.
Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang mengadakan sosialisasi Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden Tahun 2019 di Pendopo Balai Desa Kuta yang dihadiri oleh perangkat desa, tokoh agama, masyarakat dan pemuda serta ketua RT dan RW se Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang, Jumat (8/03/2019).

Materi sosialiasi yang disampaikan adalah mengenai tahapan Pemilu, dari coklit data pemilih hingga pelaksanaan serta tata cara memberikan suara pada pemilu tahun 2019. Dijelaskan oleh Ketua PPK Bantarbolang, Hasan bahwa pada Pemilu 2019 nanti pemilih akan mendapatkan 5 surat suara yakni, surat suara untuk DPRD Kabupaten berwarna hijau, surat suara untuk DPRD Propinsi berwarna biru, surat suara untuk DPR RI berwarna kuning , surat suara untuk DPD berwarna merah dan surat suara untuk pemilihan presiden dan wakil presiden berwarna abu-abu. Contoh kelima surat suara tersebut diperlihatkan kepada para peserta sosialisasi beserta cara melipatnya kembali.

Hasan mengharapakn materi sosialiasi yang disampaikan tersebut nantinya para perangkat desa, ketua RT dan RW dapat dapat meneruskan informasi tersebut kepada warga masyarakat lainnya. Sehingga kehadiran pemilih pada Pemilu 2019 nanti dapat mencapai 70 %. Diakui oleh Kepala Desa Kuta, Cahyono bahwa kehadiran pemilih di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang pada setiap kegiatan Pemilu sulit mencapai angka tersebut, sebagai contoh pada pemilihan Gubernur, kehadiran pemilih hanya 68 % dan pada Pilkades 2018 hanya 68 %. Untuk mencapai angka tersebut kami mengaharapkan keterlibatan semua lapisan masyarakat untuk mensosialiasikan Pemilu 2019, tandas Kepala Desa Kuta.