Archives

Berita

Kini masyarakat Dusun Sipanjang, Desa Kuta sudah menikmati hasil pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah, baik Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan. Karena sepanjang 2,6 km kini kondisinya sudah bagus. Tecatat ada delapan kegiatan pembangunan jalan yang terkait dengan akses masyarakat Dusun Sipanjang di tahun 2015 dan 2016.

Dusun Sipanjang merupakan satu dari lima dusun yang ada di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Dusun ini merupakan dusun terjauh dari pusat pemerintahan Desa Kuta, jika dibandingkan dengan dusun lainnya dengan jarak 2,6 km. Untuk menuju dusun Sipanjang dari pusat Pemerintahan Desa kita harus melewati tiga ruas jalan, yakni jalan kabupaten 1,5 km, jalan Desa Glandang 0,3 km dan jalan Desa Kuta 0,8 km.

1-rabat-beton-sipanjang

Tahun 2015 Pemerintah Desa Kuta, dengan sumber dari DD (Dana Desa) membangun jalan dengan kontruksi rabat beton, panjang 175 meter, dan Pemerintah Desa Glandang dengan sumber dana yang sama melakukan pengaspalan jalan sepanjang 300 meter. Di Tahun 2016 Pemerintah Desa Kuta kembali melanjutkan pembangunan rabat beton sepanjang 284 meter dengan sumber dana DD dan Pengaspalan jalan lingkungan sepanjang 200 meter dari dana ADD (Alokasi dana Desa). Sementara Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pemalang di tahun 2016 telah melakukan pengaspalan jalan desa di dua ruas masing-masing 300 meter dan pembangunan jalan poros/kabupaten sepanjang 800 meter.

Saat ini masalah infrastruktur menjadi agenda penting untuk dibenahi pemerintah desa, karena infrastruktur merupakan penentu utama keberlangsungan kegiatan pembangunan, diantaranya untuk mencapai target pembanguan ekonomi secara kualitatif maupun kuantitatif. Perbaikan dan peningkatan infrastruktur pada umumnya akan dapat meningkatkan mobilitas penduduk, terciptanya penurunan ongkos pengiriman barang-barang, terdapatnya pengangkutan barang-barang dengan kecepatan yang lebih tinggi, dan ini tentunya akan mendorong perekonomian masyarakat.

Babinsa (Bintara Pembina Desa) Serka Suparno selalu menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, diantaranya dengan melatih Tim Bola Voli Putri Desa Kuta di lapangan voli Desa Kuta, Sabtu (07/01).

Anggota TNI yang lulus SECATA tahun 1991 dan SECABA tahun 2006 ini membawahi dua desa binaan, yakni Desa Kuta dan Desa Lenggerong Kecamatan Bantarbolang. Selain sering melatih bola voli, keakrabannya dengan masyarakat ditunjukan dengan sering hadir dan terjun langsung pada kegiatan lain, seperti kerja bakti yang dilakukan masyarakat Desa Kuta.

Serka Suparno mulai menjadi Babinsa Desa Kuta sejak tahun 1999, kini keakrabannya tidak hanya dengan kelompok masyarakat tertentu, termasuk dengan para petani yang tergabung dalam kelompok tani, karena Babinsa dari Koramil 09 Bantarbolang sering terlibat dalam kegiatan pertanian.

Oleh masyarakat penggermar bola voli di Kabupaten Pemalang, Pria kelahiran Grobogan, 27 Nopember 1971 dan sekarang tinggal di Jebed Utara Kecamatan Taman ini dikenal sebagai toser (pengumpan).

Diawal tahun dan diawal memulainya Struktur Orgnisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa Kuta(SOTK) yang baru, Pada hari Rabu 4 Januari 2017, Kepala Desa berserta seluruh jajarannya mengadakan Rapat Koordinasi yang pertama kali . Rapat koordinasi rutin tidak memerlukan waktu banyak karena ini hanya sebatas koordinasi antar perangkat yang sifatnya sebatas pembinaan untuk lebih menjaga kesatuan dan persatuan saling memberikan informasi dan membahas permasalahan yang dihadapai dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Dalam rakor kali ini mengingat dalam masa transisi untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab masing masing sesuai dengan tupoksinya. Dalam pesan pesannya kepala desa ; 1. Mengajak seluruh perangkat yang ada untuk saling memberikan masukan baik dari sisi administrasi, ilmu yang dimiliki dan pengetahuan lain untuk berbagi kepada sesama perangkat, 2. Perangkat desa tidak ada klasifikasi baik penghasilan dan scope pekerjaan tidak ada keterkaitan dengan  latar belakang pendidikan, semuanya sama. Maka mari belajar dan belajar dan bagi perangkat yang punya berlebih terutama yang kaitannya dengan komputer diharapkan untuk bisa tranfer ilmu kepada rekan rekan perangkat laninya. 3. Kita harus saling menyadari kekurangan dan kelebihan,  dengan saling berbagi ilmu, maka kita dapat merasakan hasilnya, betapa indahnya kebersamaan, dengan kata lain duduk sama rendah berdiri sama tinggi. 3. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga pemerintahan desa. Hendaknya Balai Desa adalah rumah singgah yang kedua setelah rumah pribadi masing masing. 4.Dengan disiplin dan etoskerja yang tinggi maka seluruh jenis pelayanan kepada masyarkat meningkat dan cepat. 5. Hindari menunggu terlalu lama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, apalagi surat pengantar misalnya sudah melalui komputer .