Staf Kementerian Pertanian, Wahyu dan didampingi oleh Kepala BPTP (Balai Pengembangan Teknologi Pertanian) Semarang, Ir. Harmanto, M.Si dan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang  meninjau lokasi Demplot Tanaman Tumpang Sari, padi gogo jagung yang berlokasi di Dusun Penusuhan Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, Selasa (18/12).

Demplot yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang bekerja sama dengan BPTP Semarang menggunakan lahan seluas satu hektar yang merupakan lahan milik petani yang tergabung dalam kelompok tani Ngudi Berkah Desa Kuta.  Pola tanam yang digunakan bervariasi, dua baris tanaman jagung – empat baris tanaman padi (pola 2-4) dan dua baris tanaman jagung dan enam baris tanaman padi (pola 2-6).

Kepala Balai Pengembangan Teknologi Pertanian Semarang, Ir. Harmanto, M.Si menjelaskan program tanam tumpang sari tersebut dikhususkan pada lahan yang ketersediaan airnya terbatas. Diharapkan dengan ketersediaan air yang terbatas petani tetap dapat menghasilkan padi dan jagung dalam satu lahan yang dapat meningkatkan pendapatan petani.

Ketua kelompok tani Ngudi Berkah Desa Kuta, Wardoyo mengatakan bahwa demplot yang dilaksanakan tersebut sudah memasuki usia 60 hari, para petani sudah melaksanakan penanaman dan perawatan sesuai petunjuk dan arahan petugas lapangan dari Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang. Wardoyo mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian,  yang telah memberikan berbagai bantuan, diantaranya penyediaan air, bibit tanaman padi dan pupuk organik kepada para petani di Desa Kuta. Selain proogram tumpang sari, ada program percepatan tanam untuk padi  yang dilakukan pada bulan September 2018, dan kini lahan tersebut siap panen, demaikian tandas wardoyo.