Tag Archives: BPD

Camat Bantarbolang Kabupaten Pemalang, Abdul Rachman, M.Si melantik keanggotaan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) 14 desa dari 17  desa yang ada dikecamatan Bantarbolang, pada hari Selasa (4/12/18) bertempat di Pendopo Kecamatan Bantarbolang.

Anggota BPD yang dilantik berasal dari Desa Wanarata, Banjarsari, Pegiringan, Bantarbolang, Sambeng, Kuta, Lenggerong, Peguyangan, Kebon Gede, Karanganyar, Purana, Sarwodadi, Suru dan Pedagung. Sementara tiga desa yang anggota BPDnya belum bisa terlantik, karena pengisian keanggotaanya belum selesai adalah Desa Sumurkidang, Glandang dan Pabuaran.

Camat Bantarbolang  menghimbau kepada para anggota BPD yang baru dilantik  segera melakukan rapat untuk menyusun kepengurusan BPD di desanya masing-masing. Anggota harus membaca dan mencermati segala peraturan hukum yang berkaitan dengan tugas dan fungsi anggota BPD. Ada tiga hal yang paling pokok berkaitan dengan tugas BPD. Yang pertama membahas dan menyepakati peraturan desa, dan peraturan desa yang dalam waktu dekat harus dibahas  adalah Peraturan Desa tentang APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) tahun 2019. Yang kedua anggota BPD mempunyai fungsi untuk menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah desa, sehingga bisa menjadi mitra yang baik bagi pemerintah desa, jangan menjadi kubu yang berhadap-hadapan dengan pemerintah desa. Yang ketiga, BPD mempunyai fungsi untuk melakukan pengawasan kinerja pemerintah desa termasuk dalam penyelenggaraan pembangunan di desa.

Selain ketiga fungsi tersebut BPD mempunyai tugas untuk menyelenggarakan musyawarah desa, musyawarah BPD, dan juga menyiapkan panitia pilkades (pemilihan kepala desa) bagi desa-desa yang akan melakukan pilkades. Demikian tegas Camat Bantarbolang pada akhir sambutannya seusai melantik dan mengambil sumpah dan janji anggota BPD.

Proses pengisian keanggotaan  Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kuta  Kecamatan Bantarbolang  Kabupaten Pemalang untuk periode 2018-2024 berjalan dengan aman dan lancar.  Semenjak dibuka pendaftaran sampai penutupan untuk pengisian keanggotaan BPD Desa Kuta tercatat sebanyak 13 (tiga belas)  pendaftar untuk mengisi sebanyak 5 (lima) anggota BPD. Proses penyaringan melalui musyawarah dusun di lima dusun yang ada di Desa Kuta telah selesai dilakukan oleh panitia dengan menghasilkan 5 (lima) aggota BPD dan 5 (lima)  anggota antar waktu. Demikian disampaikan Ketua panitia Pengisian BPD Desa Kuta, Ardi dalam acara Musyawarah Penetapan Keanggotaan BPD Desa Kuta yang berlangsung di Pendopo Balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang, Selasa 6 Nopember 2018.

Ketua panitia pengisian keanggotaan BPD menyebutkan  kelima anggota BPD yang terpilih adalah 1. Mugiharjo (39 th) mewakili Dusun Sipanjang, yang terpilih melaui voting pada Musyawarah Dusun Sipanjang, 2. Sundari (36 th), mewakili Dusun Kuta, terpilih  secara aklamasi, 3. Ary Widyanto (38 th), mewakili Dusun Suwuk, terpilih dengan cara voting, 4. Rusyanto (45), mewakili Dusun Kalijero, terpilih melalui voting dan 5. Wardoyo (41 th), mewakili Dusun Penusuhan, terpilih secara aklamasi.

Kepala Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang, Samsuri yang hadir pada musyawarah penetapan anggota BPD mengharapkan anggota BPD baru yang mencerminkan keterwakilan wilayah dan perempuan nantinya bisa menjadi mitra Pemerintah Desa Kuta dan dapat menjalankan fungsinya dengan baik, bisa bekerja sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Nurkishari (60) salah seorang warga Dusun Suwuk Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang melakukan pendaftaran sebagai calon anggota BPD Desa Kuta untuk periode 2018-2024, bertempat di Pendopo Balai Desa Kuta (Jumat, 26/10/2018). Sampai hari kedua pendaftaran anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kuta baru ada tiga pendaftar yang memasukan lamaran ke meja panitia.

Ketua Panitia Pengisian Keanggotaan BPD Desa Kuta untuk Periode 2018-2014, Ardi menjelaskan bahwa untuk Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang dengan penduduk kurang dari 6.000 jiwa berarti nantinya anggota BPD berjunlah 5 orang dan 5 orang anggota antar waktu, dengan berpedoman pada keterwakilan wilayah dan gender. Pendaftaran dibuka selama tiga hari terhitung 25 – 27 Oktober 2018, pada hari kedua baru tiga orang yang mendaftar ke panitia, masing-masing : Kurningsih, Siti Nurul Khasanah dan Nurkishari. Menurut Winarti, salah seorang panitia yang juga Kepala Urusan Umum dan TU Pemdes Kuta, meski baru tiga orang yang mendaftar namun tercatat sudah ada 10 orang yang membuat pengantar untuk pembuatan SKCK (Surat Keterangan Catatatan Kepolisian) yang akan dipergunakan untuk mendaftar sebagai anggota BPD.

Ketua Panitia lebih lanjut mengatakan bahwa pendaftaran akan ditutup pada tanggal 27 Oktober 2018, pukul 14.00 WIB. Panitia selanjutnya akan memeriksa keabsahan semua berkas pendaftaran yang masuk ke panitia. Dan untuk menentukan keanggotaan BPD akan ditentukan melalui Musyawarah pada tingkat dusun atau Musyawarah Dusun (Musdus). Karena Desa Kuta terdiri atas 5 dusun maka masing masing dusun terdapat 1 orang anggota BPD. Dalam Musdus para peserta musyawarah bisa menggunakan musyawarah mufakat, aklamasi dan voting dalam menentukan calon anggota BPD terpilih.