Archives

Berita

Ribuan warga Kabupaten Pemalang mengahadiri dan meramaikan acara Festival Mangga Pemalang 2016 yang dilaksanakan di Lapangan Desa Penggarit Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Sabtu, 5 Nopember 2016.

Festival yang rencananya akan berlangsung sampai hari Minggu, 6 Nopember 2016 diawali dengan Arak-arakan “Pengantin Mangga” yakni Pangeran Wirasangka dengan Dewi Arum Manis yang diarak dari Makam Pahlawan Pangeran Benowo menuju Lapangan Desa Penggarit. Itu hanya simbol dari perkawinan mangga arum manis dengan wirasangka yang menghasilkan “Mangga Istana” yang akan menjadi ikon dan produk unggulan buah dari Pemalang. Setelah sepasang pengantin mangga tiba di lapangan selanjutnya diserahkan kepada Bupati Pemalang, H. Juanedi, S.H. M.M.

Acara yang di dukung oleh Bank Jateng tersebut rencananya akan dibuka oleh Bapak Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H, MIP, namun beliau berhalangan hadir dan diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jawa Tengah Ir. Suryo Banendro, MP merasa bangga terhadap Kabupaten Pemalang yang berani menjadi buah mangga Istana sebagai ikon dan produk andalan Kabupaten Pemalang. “Itu membutuhkan proses dan pemikiran yang serius, Pemerintah Kabupaten harus menempuh proses sertifikasi dan memberikan suport kepada para petani mangga, mulai dari proses pemilihan bibit sampai pengolahannya” Demikian penekanan Gubernur Jawa Tengah dalam akhir sambutannya.

10Sementara Direktur Utama Buah dan Flory, Dr. Sarwo Edi, SP, MM. mengharapkan budidaya mangga di Pemalang semakin maju dan bersaing di pasaran nasional maupun internasional. Terkait dengan kebijakan pemerintah dalam budidaya buah dan flory pemerintah secara bertahap ingin mengembangkan kawasan buah-buahan di Indonesia. Ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pemerintah selama ini masih mengimpor beberapa buah-buahan dari luar negeri. Dan secara bertahap pula impor buah akan dikurangi. Pemerintah telah meregistrasi kebun-kebun buah yang ada di Indonesia karena ini sebagai syarat untuk bisa diekspor. Dalam akhir sambutannya beliau mengharapkan Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam hal ini Dinas Pertanian bisa menginventarisir kebun-kebun buah yang ada di Pemalang untuk dilakukakan registrasi.

Dalam acara Festival Mangga tersebut juga dilakukan penandatanganan MOU (Memorandum of Understanding) atau nota kesepahaman antara Bank Jateng dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) seluruh desa di Kabupaten Pemalang. Hari pertama kegiatan Festival Mangga dimeriahkan dengan acara makan mangga bersama yang dibuka oleh Bupati Pemalang, H. Junaedi, S.H. M.M. Ada yang unik dari acara ini, yakni cara makannya, yaitu dengan cara “Puntir Tengah”. Mangga dipotong tengahnya sampai mengenai biji, lalu dipuntir dan dimakan dengan sendok. Dan acara ini langsung dicatat dalam Rekor Muri, Makan mangga dengan peserta terbanyak yakni sebanyak 1.386 peserta.

Para pekerja masih melakukan pekerjaan finishing untuk kegiatan Rehab  Bangunan Balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, Selasa, 25 Oktober 2016. Kegiatan yang dimulai bulan Juni 2016 tersebut  dan diperkirakan akan berakhir (65 %) pada  bulan Desember 2016.

Menurut Kepala Desa Kuta, Samsuri, Karena keterbatasan lahan, Pemerintah Desa Kuta mengambil keputusan untuk mengembangkan ruang Balai Desa Kuta menjadi dua lantai, yakni  Lantai 2 dengan luas 81 m2. Keputusan tersebut sudah  tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengangah Desa Kuta Tahun 2016-2021.  Pengembangan Balai Desa Kuta secara keseluruhan membutuhkan dan sebesar Rp. 535.000.000,- Pada tahun ini dialokasikan dana sebesar Rp. 210.000.000,- yang bersumber dari dana ADD (Alokasi Dana Desa) sebesar Rp. 110.000.000,- dan Bantuan Kabupaten sebesar Rp. 100.000.000,-.

Kepala Desa Kuta lebih jauh menjelaskan, “Karena keterbatasan dana yang ada kegiatan ini dilakukan secara bertahap, dimulai tahun 2014 dan diperkirakan selesai 100 % pada tahun 2017.  Lantai atas nantinya akan digunakan untuk ruang PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), BPD dan para Kadus (Kepala Dusun), sementara untuk pelayanan, ruang Kades tetap menempati lantai satu.”

Masyarakat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang menjalani tradisi dua tahunan yakni tradisi Ruwat Bumi yang digelar di Lapangan SDN 01 Kuta pada hari Selasa, 4 Oktober 2016.

Tradisi ini melibatkan seluruh masyarakat Desa Kuta, pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB dilaksanakan grebeg Syura yakni pawai yang diikuti semua organisasi kemasyarakat yang ada di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang. Para peserta mengiring nasi tumpeng yang dibuat dalam ukuran besar, serta gunungan hasil bumii yang ada di Desa Kuta. Pawai dimulai dari halaman Balai Desa Kuta, mengelilingi Dusun Suwuk dan berakhir di Lapangan SDN 01 Kuta.

Tradisi yang merupakan perwujudan rasya syukur kepada Sang Pencipta ini dilanjutkan dengan doa secara bersama-sama, begitu usai doa masyarakat lansung berebut nasi tumpengg dan gunungan buah-buahan. Pada malam harinya masyarakat dihibur dengan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan Dalang Gandik Ediasmoro dari Banyumas, dengan lakon Gatotkaca Mbangun Desa.