Archives

Berita

Bertempat di Pendopo Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang telah dilaksanakan acara Pisah Sambut Camat dan Pejabat lainnya di Lingkungan Kecamatan Bantarbolang, Senin (16/1). Acara ini di hadiri oleh Kepala Desa, Ketua Tim Penggerak PKK Desa dan dari dinas serta instansi di Kecamatan Bantarbolang.

Purjanto, SH. yang menjabat Camat Bantarbolang sejak 24 Pebruari 2015 sampai dengan 3 Januari 2017  dalam acara tersebut memohon maaf kepada seluruh  hadirin apabila selama menjabat sebagai Camat Bantarbolang ada yang merasa tersakiti. Lebih lanjut Purjanto, SH. yang kini meduduki jabatan baru sebagai Kepala Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Pemalang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama mewujudkan Bantarbolang yang cerah ceria.

Sementara Camat Bantarbolang yang baru Drs. Sukisman, MA dalam sambutannya mengatakan bahwa mutasi jabatan itu hal yang biasa yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Drs. Sukisman yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Satpol PP mengharapakan keberadaanya di Kecamatan Bantarbolang sebagai Camat itu akan mendapatkan berkah, bisa amanah dalam menjalankan tugas serta mendapatkan dukungan dari kepala desa berupa komunikasi yang baik. Dukungan tersebut mulak dilakukan untuk menciptakan Bantarbolang yang lebih baik.

Selain Purjanto, SH. ada pejabat Kecamatan  Bantarbolang lain yang mutasi diantaranya,  Agustien Nurhayati, SH kini menjabat sebagai Kepala Subbagian Otonomi Daerah pada Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Pemalang, Drs. Priyo Budi Utomo  kini menjabat sebagai  Kepala Bidang lndustri pada Dinas Koperasi, UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pemalang dan Slamet Widodo, S.IP yang menjabat sebagai  Kepala Seksi Bina Potensi Masyarakat pada Pamong Praja Kabupaten Pemalang.

Panen raya jagung  seolah-olah memberi harapan untung besar kepada para tengkulak jagung di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Tetapi yang dirasakan para tengkulak sangat jauh dari harapan.

Salah satu tengkulak terbesar di Dusun Penusuhan Desa Kuta, Kasno (41) mengeluhkan, jagung tebasan yang sudah dipanen, saat ini sulit untuk dijual ke Depot Pemalang, masalahnya jagung yang sudah di pipil tidak bisa di jemur karena musim penghujan. dan jagung terancam kena jamur.

Kasno menerangkan lebih lanjut, biaya tenaga panen yang cukup mahal, biaya angkut dari lokasi kebun ke tempat pengepulan yang menggunakan motor cros, dan biaya mengupas klaras jagung, belum lagi biaya tenaga menjemur jagung, sedangkan harga jagung pipilan kering di Depot setiap hari mengalami penurunan, dari harga Rp. 5.000,-/ Kg, pada hari Jum’at (13/1) harganya hanya Rp. 3.800,-/Kg.

 

Komunitas Croser, adalah salah satu bentuk perkumpulan motor Cros, kegiatan ini sangat baik untuk menjalin perasudaraan antar anggota,      Pada hari Rabu (11/1 ) Komonitas Croser Cempe Alas Dusun Sipanjang Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, melakukan kegiatan jelajah hutan Setar dan Finis didusun Sipanjang, rute yang di lalui , Gunung Mundu, Wilayah Wisata Alam Gunung Wangi, Dusun Beber – Kejene kembali ke Dusun Sipanjang Ketua Komonitas Croser Cempe Alas, Rohim mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan oleh komonitas Croser Cempe Alaskali ini diikuti oleh 30 Kroser , pada kegiatan hari Rabu kemarin, kebetulan Komonitas Croser mendapat undangan Khajatan salah satu anggota Croser (Cahyubi) yang kebetulan mengawinkan putrinya, jadi sekaligus Komonitas ini jelajah alas dengan rute diatas, dan finis di rumah Cahyubi Dusun Sipanjang Desa Kuta.